Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Akhir Kekuasaan Jokowi Tanda Selesainya Era Zaman Kolobendu

Avatarbadge-check


					Ilustrasi zaman Kolobendu. Perbesar

Ilustrasi zaman Kolobendu.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Tanggal 20 Oktober 2024, akhir kekuasaan Jokowi. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru peralihan kekuasaan negara dan berakhirnya 10 tahun kekuasaan Presiden Joko Widodo. Dimulai dari sosok politisi outsider, menjadi kekuatan utama di panggung politik nasional.

Konfigurasi lanskap stabilitas nasional Indonesia sebagai warisan Jokowi, ditandai dengan terpolarisasinya kekuatan politik yang berpotensi terpecahnya bangsa ini. Lalu pembangunan ekonomi yang bertumpu pada hutang luar negeri dan beban pajak rakyat yang mencekik leher.

Baca juga:
Karakter Raja Jawa dalam Perspektif Pemerintahan Jokowi

Belum lagi munculnya oligarki dan politik dinasti sebagai biang keladi mundurnya kualitas demokrasi. Sementara penegakan hukum hanya sebagai alat politik kekuasaan negara.

Jokowi memulai kepemimpinannya, dengan membangun citra pemimpin merakyat. Tapi justru di akhir kekuasaannya, Jokowi meninggalkan citra sebagai pemimpin otoriter.

Yang memberi andil tumbuhnya oligarki dan politik dinasti yang menciptakan ketidak setaraan dalam proses demokrasi serta maraknya kebijakan politik tidak etis. Potret ironi Jokowi yang dilahirkan oleh orang tua reformasi, tapi justru menjadi Malin Kundang terhadap Ibu Pertiwi.

Dalam surat Jangka Jayabaya, digambarkan dengan simbol-simbol, bahwa akhir kekuasaan Jokowi, pertanda selesainya sengkarut era zaman Kolobendu. Tahun 2025 yang ditandai sebagai era baru aman Kolosubo dan munculnya pemimpin baru.

Baca juga:
10 Tahun Jokowi: Dipoles CIA, Lonjakan Utang dan Pengkhianat Demokrasi

Mengisyaratkan akan membawa perubahan besar yang membawa kearah tatanan berbangsa dan bernegara yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Ditengah carut marut kondisi domestik Indonesia, dibutuhkan penyelesaian komprehensif. Tentunya syarat utama pemimpin adalah sosok yang “gila”, dalam artian gila untuk selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

bersambung ke halaman selanjutnya

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum