Menu

Dark Mode
Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

Daerah

Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut

Avatarbadge-check


					Momen satu rumah hanyut terbawa banjir di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng) Perbesar

Momen satu rumah hanyut terbawa banjir di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang warga dinyatakan hilang dan satu rumah hanyut akibat bencana terse‎but.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterang diterima pada Minggu, (22/12), menyampaikan, bencana tersebut terjadi pada‎ Sabtu, (21/12), pukul 07.00 WITA.

Baca juga:
Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang

Ia menjelaskan, banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis, (19/12). Ini menyebabkan luapan sungai di berbagai kecamatan di Soppeng.

“Hujan deras yang terus berlangsung memperburuk keadaan dan mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik,” ujarnya.

Banjir dan longsor yang terjadi telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Lalabata, Donri-Donri, Liliriaja, Ganra, Marioriwawo, Lilirilau, dan Marioriawa merupakan wilayah yang paling terdampak.

Di Kecamatan Lalabata, beberapa desa dan kelurahan seperti Desa Macille, Kelurahan Ompo, Kelurahan Salokaraja, Desa Mattabulu, dan Desa Umpungeng mengalami dampak besar akibat luapan sungai.

“Di Kecamatan Donri-Donri, desa-desa yang terdampak meliputi Desa Kessing, Totong, Leworeng, Lalabata Riaja, dan Donri2,” katanya.

Selain itu, di Kecamatan Liliriaja, Kelurahan Appanang juga terdampak banjir yang cukup parah. Kecamatan Ganra juga mengalami kerusakan di dua desa, yakni Desa Belo dan Desa Ganra.

Selanjutnya, di Kecamatan Marioriwawo, Desa Soga dan Desa Watu terendam banjir, sedangkan di Kecamatan Lilirilau, Kelurahan Macanre turut mengalami dampak signifikan. Terakhir, di Kecamatan Marioriawa, Desa Bulue juga tidak luput dari terjangan banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh BNPB, bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Salah satu kerusakan yang signifikan adalah hanyutnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Soga dengan Desa Mariorilau.

Selain itu, tanggul Sungai Kaca jebol sepanjang 25 meter, yang menyebabkan banjir lebih parah. Satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, dan sekitar 10 unit rumah lainnya mengalami kerusakan.

Sejumlah rumah rusak akibat diterjang longsor di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng)

Sejumlah rumah rusak akibat diterjang longsor di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng)

“Proses pendataan kerusakan materiil masih berlangsung. Satu orang dilaporkan hilang dan saat ini masih dalam pencarian oleh pihak berwenang,” katanya.

BPBD Kabupaten Soppeng, bersama instansi terkait seperti TNI, Polri, dan relawan, segera melakukan assessment dan penanganan darurat di lokasi bencana. Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam upaya gotong royong untuk membersihkan material tanah yang menghalangi jalan akibat longsor.

Untuk mengurangi potensi luapan yang lebih besar, BPBD Kabupaten Soppeng bersama pihak terkait telah membersihkan sampah dan material yang menghalangi aliran sungai, guna mempercepat normalisasi daerah yang terendam banjir.

Selain itu, upaya evakuasi juga dilakukan terhadap masyarakat yang rumahnya berpotensi rusak akibat banjir, dengan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa.

“Meskipun banjir di beberapa wilayah masih belum surut, upaya pemulihan terus dilanjutkan,” katanya.

Saat ini, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Soppeng sejak beberapa hari lalu sudah mulai berhenti. Meskipun masih ada wilayah yang terdampak banjir, kondisi di daerah-daerah yang tidak dekat dengan aliran sungai sudah mulai surut.

Wilayah-wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun beberapa titik yang terletak dekat dengan sungai masih terendam banjir.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana lanjutan, seperti banjir dan longsor, yang bisa terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.

Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem dengan hujan deras yang terus mengguyur, potensi terjadinya bencana lebih lanjut tetap tinggi.

“Masyarakat di daerah rawan bencana diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait,” katanya.
[red]

Berita Terbaru

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.
Populer Berita Daerah