Jakarta, Indonesiawatch.id – Produksi minyak terangkut atau lifting minyak nasional gagal target di 2024. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN 2024, (06/01).
Sri Mulyani mengatakan realisasi produksi minyak nasional hanya sebesar 571,7 ribu barel per hari (update di November). Angka tersebut lebih rendah dari target APBN yang diasumsikan 635 ribu BPH. “Produksi minyak di bawah asumsi,” ujarnya.
Baca juga:
Menteri ESDM Klaim Produksi Minyak Meningkat dalam 2 Bulan
Kondisi ini menambah rapor gagal target pemerintah dalam produksi minyak. Pasalnya kinerja lifting nasional di 2023 juga gagal target.
Realisasi produksi minyak pada 2023 hanya 605,5 ribu barel per hari. Capaian tahun lalu tersebut masih di bawah target lifting dalam APBN 2023 sebesar 660 ribu BPH.
Mundur lagi ke 2022, juga sama. realisasi lifting minyak di hanya 612,3 ribu BPH. Gagal target dari yang direncanakan sebesar 703 ribu BPH.
Lalu di 2021, capaian lifting minyak sebesar 660,3 ribu BPH. Tahun 2021 juga gagal target, karena diasumsikan lifting minyak 2021 dipatok sebesar 705 ribu BPH.
Baru-baru ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim selama 2 bulan terakhir, lifting dalam negeri meningkat. Bahkan kata Bahlil, mencapai 600 ribu barel per hari (bph).
“Kami juga laporan kepada teman-teman bahwa lifting kita 2 bulan terakhir, lifting kita 2 bulan terakhir ini sudah naik di angka 600 ribu barel per day, 2 bulan terakhir ya,” jelas Bahlil dalam Konferensi Pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Anehnya, klaim Bahlil berbeda dengan data realisasi Kementerian Keuangan. Sri Mulyani mengatakan lifiting minyak cuma 517,7 ribu BPH.
[red]






