Menu

Dark Mode
PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

Ekonomi

Bos AirAsia Sebut Tiket Pesawat di Indonesia Mahal karena Avtur, Pertamina: Sudah Mengacu Aturan KESDM

Avatarbadge-check


					Ilustrasi karena Avtur Pertamina, tiket pesawat mahal (Foto: Antara). Perbesar

Ilustrasi karena Avtur Pertamina, tiket pesawat mahal (Foto: Antara).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Salah satu penyebab harga tiket pesawat mahal adalah harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero) kepada maskapai. Hal ini diungkapkan CEO AirAsia Tony Fernandes dalam bincang media di Hotel Fairmont, Kamis (5/9).

Pihak Pertamina angkat suara tentang pernyataan bos AirAsia tadi. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, avtur merupakan bahan bakar nonsubsidi, yang penentuan harganya sudah mengacu pada ketentuan berlaku dari Kementerian ESDM.

Baca juga:
Bos AirAsia Sebut Harga Tiket Pesawat Mahal karena Avtur Pertamina

“Pertamina menjalankan bisnis niaga avtur sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan,” katanya ketika dikonfirmasi Indonesiawatch.id, (06/09).

Sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menjelaskan bahwa saat ini penentuan harga avtur Pertamina sudah mengacu pada ketentuan berlaku yaitu Kepmen ESDM No. 17 K/10/MEM/2019.

Isinya tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Baca juga:
Harga Bioavtur Pertamina Mahal, Sulit Komersial dan Bersaing

Menurut Heppy, harga publikasi avtur di Indonesia bisa dikatakan cukup kompetitif. Nilai kompetitif harga publikasi avtur milik Pertamina juga setara dan/atau lebih rendah bila dibandingkan dengan harga publikasi per liter di negara yang memiliki kemiripan lanskap geografis dengan Indonesia.

Heppy mengatakan seperti saat ini harga publikasi avtur Pertamina Patra Niaga di bandara Soekarno Hatta dijual Rp 13.211/liter. Sedangkan harga publikasi avtur yang disalurkan Shell di Singapura sebesar Rp. 23.212/liter untuk periode 1-30 September 2024.

Menurut Heppy, saat ini regulasi bisnis niaga avtur juga sudah terbuka sesuai dengan regulasi dari Kementerian ESDM. “Dan Pertamina yang paling siap menjalankan bisnis niaga avtur sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Heppy kepada Indonesiawatch.id.

Sebelumnya bos AirAsia Tony Fernandes mengatakan bahwa Avtur Pertamina paling mahal di dunia. “Bahan bakar di Indonesia lebih tinggi dibanding negara manapun atau tertinggi di dunia,” kata Tony.

Baca juga:
Bioavtur Mau Dipasarkan Pertamina di Bali, Tapi Jadwal Komersial Produk Belum Tahu

Menurut Tony, mahalnya harga avtur di Indonesia karena hanya Pertamina yang memasok Avtur di Indonesia. Tony menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan adanya kompetisi yang lebih sehat dalam penjualan avtur.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update