<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edukasi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/category/edukasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/category/edukasi/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 13:16:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Edukasi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/category/edukasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Transisi Energi Berisiko Tingkatkan Ketimpangan, SMERU Beberkan Rekomendasi untuk Melindungi Kelompok Rentan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/transisi-energi-berisiko-tingkatkan-ketimpangan-smeru-beberkan-rekomendasi-untuk-melindungi-kelompok-rentan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/transisi-energi-berisiko-tingkatkan-ketimpangan-smeru-beberkan-rekomendasi-untuk-melindungi-kelompok-rentan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 13:16:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[LPEM FEB UI]]></category>
		<category><![CDATA[SMERU]]></category>
		<category><![CDATA[transisi energi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7244</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id — Dalam upaya menuju energi berkelanjutan, Indonesia menetapkan target ambisius, yakni mencapai emisi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/transisi-energi-berisiko-tingkatkan-ketimpangan-smeru-beberkan-rekomendasi-untuk-melindungi-kelompok-rentan/">Transisi Energi Berisiko Tingkatkan Ketimpangan, SMERU Beberkan Rekomendasi untuk Melindungi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> — Dalam upaya menuju energi berkelanjutan, Indonesia menetapkan target ambisius, yakni mencapai emisi nol bersih atau <em>net zero emission</em> (NZE) pada 2060.</p>
<p>Namun, studi kolaboratif yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Australian National University, The SMERU Research Institute (SMERU), dan Institute for Essential Services Reform (IESR) menemukan bahwa transisi energi tersebut berpotensi memperparah kondisi kelompok rentan.</p>
<p>Skenario emisi nol bersih menunjukkan pergeseran drastis dari batu bara ke energi terbarukan. Berdasarkan dokumen perencanaan strategis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, proporsi energi terbarukan dalam sektor energi dan ketenagalistrikan ditargetkan 34%-85% pada 2050.</p>
<p>Tim peneliti dari LPEM FEB UI, ANU, IESR, dan SMERU menyimulasikan dampak dekarbonisasi sektor energi terhadap kesejahteraan kelompok rentan di masyarakat, khususnya rumah tangga yang dikepalai perempuan, rumah tangga yang memiliki anggota keluarga orang dengan disabilitas, dan rumah tangga dengan anak atau lansia.</p>
<p>Analisis yang menggunakan model ekonomi <em>Global Change Assessment Model</em> (GCAM) dan<em> Almost Ideal Demand System</em> (AIDS) tersebut tidak hanya mengukur dampak perubahan harga dan kesejahteraan, tetapi juga merumuskan opsi kebijakan fiskal untuk melindungi kelompok rentan.</p>
<p>Peneliti Utama SMERU, Asep Suryahadi menjelaskan bahwa hasil simulasi menunjukkan skenario NZE dapat meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan secara signifikan dibandingkan dengan skenario referensi (tanpa kebijakan).</p>
<p>Rumah tangga yang memiliki anggota keluarga orang dengan disabilitas mengalami dampak kemiskinan paling besar, sementara rumah tangga yang dikepalai perempuan menghadapi penurunan ketimpangan terkecil.</p>
<p>Tim peneliti juga menyimulasikan dampak stimulus fiskal dalam merespons potensi peningkatan kemiskinan dan ketimpangan akibat transisi energi. “Hasilnya, stimulus fiskal atau <em>cash transfer</em> cukup efektif untuk membantu seluruh rumah tangga, termasuk rumah tangga rentan. Kebijakan ini bahkan mampu menurunkan tingkat ketimpangan hingga di bawah level pada skenario referensi,” ujar Asep.</p>
<p>Berdasarkan hasil stimulasi, tim peneliti menyampaikan tiga rekomendasi kebijakan: Pertama, perlunya perlindungan sosial yang menargetkan kelompok rentan dengan stimulus fiskal. Kedua, menggunakan pendapatan dari harga karbon untuk membiayai stimulus fiskal. Terakhir, mengintegrasikan aspek gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) ke dalam strategi transisi energi.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/transisi-energi-berisiko-tingkatkan-ketimpangan-smeru-beberkan-rekomendasi-untuk-melindungi-kelompok-rentan/">Transisi Energi Berisiko Tingkatkan Ketimpangan, SMERU Beberkan Rekomendasi untuk Melindungi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/transisi-energi-berisiko-tingkatkan-ketimpangan-smeru-beberkan-rekomendasi-untuk-melindungi-kelompok-rentan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pidato Pengukuhan Guru Besar, Dosen Unpad Ini Singgung Kebijakan Gubernur KDM</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pidato-pengukuhan-guru-besar-dosen-unpad-ini-singgung-kebijakan-gubernur-kdm/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pidato-pengukuhan-guru-besar-dosen-unpad-ini-singgung-kebijakan-gubernur-kdm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 04:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kdm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bandung, Indonesiawatch.id &#8211; Universitas Padjadjaran (Unpad) baru saja mengukuhkan tujuh Guru Besar besar pada 8...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pidato-pengukuhan-guru-besar-dosen-unpad-ini-singgung-kebijakan-gubernur-kdm/">Pidato Pengukuhan Guru Besar, Dosen Unpad Ini Singgung Kebijakan Gubernur KDM</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandung, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Universitas Padjadjaran (Unpad) baru saja mengukuhkan tujuh Guru Besar besar pada 8 Juli 2025. Salah satunya, Profesor Dr. Uud Wahyudin, S.Sos., M.Si.</p>
<p>Guru Besar di bidang Komunikasi Pariwisata itu, menyinggung tentang kebijakan pembongkaran kawasan wisata oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, Maret 2025. Uud menilai ada dua hal menarik dari pembongkaran area wisata Hibisc Fantasy yang dikelola oleh PT Jaswita Jabar.</p>
<p>Pertama, kepentingan bisnis semata dan kedua tidak adanya pertimbangan tourist carrying capacity (daya tampung wisatawan).</p>
<p>&#8220;Dari 2 kata kunci itu saja sudah jelas bahwa atraksi wisata yang sedang dikembangkan akan berdampak buruk pada keseimbangan lingkungan di sekitarnya,&#8221; ujarnya di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Bandung (08/07).</p>
<p>Dalam paparannya, Uud menilai kebijakan yang diterapkan KDM sudah tepat. Pasalnya banyak kawasan wisata yang dibongkar di Bogor, tidak mematuhi prinsip-prinsip pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan terlalu mementingkan hasrat ekonomi semata.</p>
<p>&#8220;Hal ini sesuai dengan apa yang ditulis John Urry dalam bukunya The Tourist Gaze yang terbit pada 1990, bahwa jenis pariwisata seperti itu berdampak negatif terhadap lingkungan dan kerusakan sosial-budaya di banyak tempat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, tantangan ke depan adalah menciptakan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berkualitas. Sementara seringkali pengelolaan wisata itu didorong aspek ekonomi dan pengembang hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya.</p>
<p>Pariwisata berkelanjutan berupaya untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih<br />
bermakna dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat, baik itu wisatawan, masyarakat lokal, dan lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam pidatonya, Uud mengusulkan Model Pentahelix untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Harus ada sinergi demi mencapai hubungan kerja sama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas,&#8221; katanya.</p>
<p>Adapun pihak-pihak yang harus terlibat dalam Model Pentahelix ini adalah, unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas.</p>
<p>&#8220;Sinergi antar pihak ini perlu dibangun dan saling berhubungan untuk keberhasilan bersama, pariwisata berkelanjutan di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>[Red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pidato-pengukuhan-guru-besar-dosen-unpad-ini-singgung-kebijakan-gubernur-kdm/">Pidato Pengukuhan Guru Besar, Dosen Unpad Ini Singgung Kebijakan Gubernur KDM</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pidato-pengukuhan-guru-besar-dosen-unpad-ini-singgung-kebijakan-gubernur-kdm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 11:25:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Alvin Desfiandi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Carmelo Ferlito]]></category>
		<category><![CDATA[CME]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Prasetiya Mulya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Lembaga kajian ekonomi Center for Market Education (CME) membangun kerja sama organik...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/">CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Lembaga kajian ekonomi Center for Market Education (CME) membangun kerja sama organik dengan Universitas Prasetiya Mulya pada 2025. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Innovation Summit: Business Economic Conference (BEC) 2025 yang akan berlangsung di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD, Tangerang pada tanggal 10 April 2025.</p>
<p>Konferensi internasional tersebut mengambil tema “Merevolusi Kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA), Menuju Pertumbuhan Merata di Indonesia”. Dalam kegiatan tersebut turut diluncurkan sebuah <em>policy brief</em> mengenai peningkatan PMA di Indonesia dengan diskusi panel yang akan diikuti oleh pembicara dari Bank Dunia, UOB dan Trilexica At Law.</p>
<p>Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, Handyanto Widjojo. Hadir sebagai pembicara kunci Ekonom Bank Dunia Indonesia, Mochamad Pasha dan Ketua Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Djisman S. Simandjuntak.</p>
<p>Kegiatan mendatangkan sejumlah praktisi dan akademisi sebagai panelis diskusi. Mulai dari ekonom Bank Dunia Indonesia Mochamad Pasha; Kepala Ekonom CME Indonesia sekaligus Anggota Fakultas Universitas Prasetiya Mulya, Alvin Desfiandi; Country Lead, FDI Advisory, PT Bank UOB Indonesia, Samuel Houten; Partner Trilexica at Law, Safita Narthfilda; dan Kepala Sub Kelompok Kerja Pertanian, Makanan dan Minuman, Eurocham Indonesia, Dhedy Adi Nugroho.</p>
<p>Selanjutnya, pembicara dari Universitas Prasetiya Mulya diagendakan bakal hadir di Innovation Summit Asia Tenggara ke-2, yang akan digelar di Jakarta pada 6 Mei 2025. Kemitraan CME dengan Universitas Prasetiya Mulya semakin menguat setelah lembaga ini menunjuk Alvin Desfiandi sebagai Kepala Ekonom yang baru. Penunjukan tersebut sejalan dengan perluasan kegiatan konsultasi dan penelitian CME, yang kini tersebar di Malaysia, Indonesia, Singapura, Bangladesh, dan India.</p>
<p>“Kepercayaan dari para pelanggan membuat kami terlibat dalam pekerjaan konsultasi dan penelitian di luar pasar tradisional kami, Malaysia dan Indonesia. Proyek-proyek datang dari Singapura, Bangladesh, dan India,” kata CEO CME, Carmelo Ferlito.</p>
<p>Menurut Carmelo, hal tersebut memungkinkan pihaknya untuk mengambil langkah tambahan menuju pertumbuhan tim dengan menambahkan seorang ekonom berpengalaman, yang dapat mendukung dan memperkuat penelitian dan pekerjaan advokasi CME.</p>
<p>Alvin Desfiandi, yang telah bekerja sama dengan CME sebagai Rekan Peneliti, saat ini adalah seorang dosen di Universitas Prasetiya Mulya di Jakarta. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang Keuangan Perusahaan dari Universitas Prasetiya Mulya dan dua gelar master: satu di bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia dan satu di bidang Ekonomi Internasional dan Pembangunan dari Australian National University.</p>
<p>Aktivitas penelitiannya berfokus pada kebijakan publik, ketimpangan pendapatan, dan organisasi industri. “Penunjukan ini akan memungkinkan CME untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan yang ditawarkan oleh CME, tetapi juga untuk memperkuat posisi kami di Indonesia sebagai suara penting dalam mendukung perdagangan bebas dan ekosistem pro-investasi,” ujar Country Manager CME Indonesia, Alfian Banjaransari.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/">CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 05:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amin Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Farid F. Saenong]]></category>
		<category><![CDATA[Leimena Institute]]></category>
		<category><![CDATA[Matius Ho]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/">Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag) mengupayakan perbaikan sistem pendidikan melalui metode pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) dan Kurikulum Cinta. Implementasi kedua konsep tersebut dinilai membutuhkan penguatan kompetensi guru yang salah satunya bisa dilakukan melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).</p>
<p>Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, dalam temu media Institut Leimena, Jumat, 21 Maret 2025. Hadir sebagai narasumber lainnya Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Farid F. Saenong, Presidium Dewan Gereja-gereja Sedunia, Henriette Lebang, dan Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.</p>
<p>“Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya melatih guru memiliki kompetensi dalam multikulturalisme, multiagama, dan dalam pengalaman kami, dari 9.000 lebih guru yang sudah dilatih hampir semuanya belum pernah mendengar kompetensi itu,” kata Amin Abdullah.</p>
<p>Senior Fellow Institut Leimena itu menjelaskan, program LKLB ikut mendukung BPIP untuk menghidupkan kembali karakter Pancasila pada generasi muda melalui Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila untuk guru dan siswa.</p>
<p>Dalam LKLB, guru dilatih tiga kompetensi dalam membangun relasi dengan orang lain yang berbeda agama dan budaya, yaitu kompetensi pribadi (memahami agama sendiri secara utuh), kompetensi komparatif (memahami agama lain dalam memaknai hubungan dengan sesama yang berbeda), dan kompetensi kolaboratif (kerja sama terlepas dari perbedaan yang ada).</p>
<p>Amin mengatakan metode <em>deep learning</em> salah satunya mendorong guru menerapkan pembelajaran yang menyenangkan (<em>joyful</em>), sehingga kompetensi literasi keagamaan lintas budaya bisa ikut mendukung hal tersebut yaitu mendorong pendidikan yang sarat nilai-nilai toleransi, menghormati orang lain, dan kerja sama.</p>
<p>Hal senada juga muncul dalam konsep Kurikulum Cinta yang mengajarkan beragama dengan cinta kasih. “Kombinasi kompetensi pribadi dan kompetensi komparatif, tujuannya kompetensi kolaborasi. Jadi, masyarakat Indonesia yang plural jangan sampai membenci penganut agama lain. Ajaran agama apa pun tidak boleh membenci penganut agama lain atau mengkafir-kafirkan,” kata Amin.</p>
<p>Staf Khusus Mendikdasmen, Arif Jamali, mengatakan pembelajaran mendalam bertujuan memperkaya pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik pedagogi. Sejalan dengan kompetensi literasi keagamaan lintas budaya, dalam penerapan pembelajaran mendalam, semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” kata Arif.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Menag, Farid F. Saenong, mengatakan tiga tokoh penting pemerintahan saat ini adalah kolaborator utama dari kerja sama program LKLB yang dimulai sejak 2021, yaitu Anggota Dewan Pengarah BPIP, Amin Abdullah, Menag Nasaruddin Umar, dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Itu sebabnya, kehadiran Kurikulum Cinta menjadi momentum untuk semakin memperkuat kompetensi guru melalui program LKLB.</p>
<p>“Ini akan menjadi kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dalam makna positif, agar cita-cita kita bersama untuk menciptakan kehidupan damai, toleran di Indonesia bisa terwujud,” kata Farid.</p>
<p>Farid menambahkan, Kurikulum Cinta pada dasarnya adalah substansi, nilai, karakter, dan konten yang akan mendominasi semua proses belajar mengajar. Kurikulum Cinta masih dalam tahap uji publik, sehingga masih menerima masukan dari berbagai pihak. Konsep Kurikulum Cinta menekankan terbangunnya relasi atau hubungan dalam menjaga persatuan bangsa.</p>
<p>Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan program LKLB bertujuan membangun modal sosial dalam masyarakat majemuk, yaitu rasa saling percaya. Matius mengatakan hubungan antara rasa saling percaya dan kerja sama seperti sebuah lingkaran. Rasa saling percaya memungkinkan kerja sama, sebaliknya dengan adanya kerja sama akan semakin memperkuat rasa saling percaya.</p>
<p>“Jika masyarakat majemuk masuk dalam lingkaran yang buruk, maka bisa dengan cepat terjadi perpecahan sosial. Itu sebabnya program LKLB sebagai upaya mendorong lingkaran positif. Meningkatkan kerja sama untuk membangun rasa saling percaya. Semoga pendekatan ini ikut mendukung program Kemenag dan Kemendikdasmen,” kata Matius Ho.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/">Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Skandal Plagiarisme, Babak Baru Peter Carey Vs UGM</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/skandal-plagiarisme-babak-baru-peter-carey-vs-ugm/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/skandal-plagiarisme-babak-baru-peter-carey-vs-ugm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa Ramalan]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Carey]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Setiadi]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Indonesiawatch.id – Kasus dugaan plagiat atau plagiarisme salah satu buku karya sejarawan dan penulis...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/skandal-plagiarisme-babak-baru-peter-carey-vs-ugm/">Skandal Plagiarisme, Babak Baru Peter Carey Vs UGM</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Indonesiawatch.id</strong> – Kasus dugaan plagiat atau plagiarisme salah satu buku karya sejarawan dan penulis Inggris Peter Carey mencuat di permukaan. Kasus tersebut menyeret sejumlah nama dosen dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM).</p>
<p>Sebelumnya dugaan plagiarism ini viral di media sosial. Hal itu berawal dari postingan akun media sosial X @<em>_bje</em>. Dalam postingan itu diunggah tangkapan layar komentar Peter Carey yang menceritakan adanya kasus plagiat yang dilakukan sejumlah dosen terhadap salah satu bab di buku karyanya berjudul “Kuasa Ramalan”.</p>
<p>Peter dalam postingannya menyebutkan peristiwa terjadi pada awal tahun 2020. Peter menyebut, sejumlah sejarawan universitas terkemuka di Indonesia itu telah “melahap” habis sejumlah penelitiannya mengenai pemberintakan pemberontakan Bupati Wedana Madiun, Raden Ronggo Prawirodirjo III (1779-1810).</p>
<p>“<em>Pada hakekatnya menemukan integritas di dunia akademik Indonesia Sangat jarang. Pada ujung 2019 Awal 2020 saya diberi tahu oleh teman saya di Madiun bahwa baru2 ini terjadi sebuah plagiat terstruktur dan massif atas Bab 6 dari buku saya Kuasa Ramalan. Sederet sejarawan di universitas paling mentereng di Jawa tengah selatan telah menggendol semua penelitian saya mengenai pemberontakan Bupati Wedana Madiun, Raden Ronggo Prawirodirjo III (1779-1810) untuk meraih sebuah kontrak dari Pemda Madiun untuk menulis sebuah biografi baru tentang Raden Ronggo dan sebuah sejarah Baru Madiun sejak abad ke-17</em>,” cuit Peter dalam postingan tersebut seperti dikutip <strong><em>Indonesiawatch.id</em></strong>.</p>
<p>Masih dalam postingan yang sama, sejarawan yang mengkhususkan diri dalam sejarah modern Indonesia terutama Jawa, menyebut tindakan plagiat itu merugikan dirinya berikut dengan penerbit dan sponsor. Bahkan, hingga saat ini pihak FIB tidak mau meminta maaf dan mengakui bahwa telah terjadi aksi plagiat.</p>
<p>“<em>Tindakan demikian tidak hanya merugikan saya sebagai pengarang tapi juga penerbit saya (KPG) dan sponsor untuk cetakan pertama dan kedua buku tiga jilid itu (Yayasan Arsari dan PERTAMINA). Universitas tersebut dalam diri dekan FIB dan atasan tidak mau mengakui kesalahan berupa plagiat massif itu yang meraih ratusan juta IDR untuk sejarawan yang terlibat menulis kembali sejarah Madiun. Sejak itu saya menjadi persona maxima non grata di universitas tersebut sebab tidak mau memberi maaf kepada suatu tindakan yang curang itu</em>,” tulis Peter.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Dekan FIB UGM Prof. Setiadi angkat bicara. Dirinya menyebut, beberapa bagian dalam buku yang ditulis oleh sejumlah dosen FIB UGM termasuk Sri Margana telah menuliskan menyadur dari buku karya Peter Carey. Hal itu sudah sesuai dengan etika dan kaidah akademik penulisan riset.</p>
<p>“Berkenaan dengan diskusi yang berkembang di media sosial mengenai tuduhan plagiarisme yang dilakukan oleh Dosen Departemen Sejarah FIB UGM pada buku sejarah yang berjudul &#8216;Madiun: Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan dari Abad XIV ke Abad XXI&#8217; dan &#8216;Raden Rangga Prawiradirdja III Bupati Madiun 1796-1810: Sebuah Biografi Politik&#8217;, yang ditulis oleh Dr. Sri Margana, dkk. disampaikan bahwa beberapa bagian dari kedua buku ini menyadur dari buku Kuasa Ramalan (2019) yang ditulis oleh Peter Carey,” ujar Setiadi dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p>Dirinya menyebut, pimpinan fakultas UGM menaruh perhatian serius dalam polemik tersebut. Karena itu, pihak fakultas membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman. Ia menjanjikan dalam waktu dekat UGM akan mengumumkan hasilnya.</p>
<p>“Pimpinan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada menanggapi sangat serius terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu, Dekan FIB UGM membentuk tim untuk mendalami tuduhan itu dan hasilnya akan disampaikan dalam waktu secepatnya,” pungkasnya</p>
<p>Diketahui, dugaan plagiarisme ini pertama kali muncul pada akhir 2019 ketika Peter Carey diberitahu oleh seorang teman mengenai dua buku yang diduga memplagiat karyanya. Ia kemudian menerima salinan buku tersebut dari salah satu penulis Sri Margana pada 2018.</p>
<p>Pada Februari 2020, penerbit “Kuasa Ramalan”, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), melakukan mediasi antara Carey dan tim penulis UGM.  Namun, hasil mediasi tersebut dianggap tidak memuaskan oleh Carey, karena pihak UGM menyangkal adanya plagiarisme dan menyebut buku yang dicetak sebagai versi<em> dummy</em>.</p>
<p>Sementara itu, Carey mengungkapkan bahwa ada bagian dari bab 6 bukunya yang dikutip secara utuh, mencakup tujuh halaman yang diambil langsung dari &#8220;Kuasa Ramalan&#8221;.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/skandal-plagiarisme-babak-baru-peter-carey-vs-ugm/">Skandal Plagiarisme, Babak Baru Peter Carey Vs UGM</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/skandal-plagiarisme-babak-baru-peter-carey-vs-ugm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:07:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amelita Lusia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jatam]]></category>
		<category><![CDATA[menteri esdm]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4556</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id – </strong>Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang mengajukan keberatan kepada mereka atas pencatutan nama organisasinya dalam disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.</p>
<p>Diketahui, Bahlil Lahadalia meraih gelar doktor dalam program studi (Prodi) Kajian Strategik dan Global UI pada 16 Oktober 2024. Bahlil berhasil lulus dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan dengan predikat dengan pujian cumlaude.</p>
<p>Bahlil mengangkat disertasi berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”. Belakangan, Koordinator Jatam Melky Nahar Membeberkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi doktoral Bahlil.</p>
<p>Seingatnya, Jatam hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai oleh seseorang bernama Ismi Azkya yang berprofesi sebagai peneliti di Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 28 Agustus 2024 lalu. Ismi kala itu memperkenalkan diri ke Jatam sedang mengerjakan penelitian untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/"><span style="text-decoration: underline;">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</span></a></strong></p>
<p>Kepala Kantor Informasi Publik dan Humas UI Amelita Lusia menyatakan, pihaknya sudah menerima surat protes yang disampaikan oleh Jatam. Di mana Jatam menolak dimasukkan jadi informan utama di dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>Amelita menekankan bahwa proses disertasi tersebut masih dapat direvisi. “Perlu kami informasikan bahwa setelah sidang ujian terbuka maka tahap selanjutnya yang dijalani Pak Bahlil adalah revisi naskah disertasi sesuai masukan dalam sidang tersebut,” ujar Amelita Lusia dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 8 November 2024.</p>
<p>Menurutnya, masukan yang disampaikan Jatam layak menjadi perhatian terutama bagi pihak atau mahasiswa yang mengerjakan disertasi. “Apabila ada masukan seperti ini, tentu akan menjadi perhatian dan dilakukan perbaikan sebagaimana harusnya,” kata Amelita</p>
<p>Dirinya belum mengkonfirmasi apakah UI akan berkirim surat secara resmi kepada Bahlil mengenai keberatan yang disampaikan Jatam agar menjadi atensi dalam proses revisi disertasi tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Nasional Jatam, Melky Nahar, mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan surat keberatan kepada pihak UI pada Kamis, 7 November 2024. Menurutnya, Jatam tidak pernah memberikan persetujuan kepada Bahlil untuk menjadi informan utama dalam disertasi yang disusunnya dalam rangka menyelesaikan program studi doktor di UI.</p>
<p>“Iya betul, kami kirim kemarin ke UI. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menjadi informan utama bagi disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p>Melky menegaskan ketika Ismi Azkya mengajukan penelitian hingga proses wawancara, Jatam tidak diberikan informasi yang memadai bahwa wawancara tersebut adalah bagian proses penyelesaian disertasi Bahlil.</p>
<p>“Kami tidak diberi informasi yang layak dan memadai bahwa wawancara tersebut merupakan salah satu proses penelitian bagi disertasi Bahlil Lahadalia,” Melky menjelaskan.</p>
<p>Selain itu, Ismi juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan penelitiannya, hingga akhirnya terungkap bahwa nama Jatam dijadikan informasi utama dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>“Surat penolakan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami menuntut nama Jatam beserta seluruh informasi yang telah diberikan untuk dihapus dari disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 11:37:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Disertasi Doktoral UI]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jatam]]></category>
		<category><![CDATA[Melky Nahar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4481</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar mengungkapkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar mengungkapkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi doktoral Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.</p>
<p>Dalam disertasi tersebut, nama Jatam “mejeng” sebagai informan utama disertasi doktoral Bahlil yang berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”.</p>
<p>Melky hanya geleng-geleng kepala saat mengetahui nama dirinya dan lembaganya dicatut dalam disertasi yang mengundang kehebohan publik tersebut.</p>
<p>“Kami tidak pernah memberikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menjadi informan utama bagi disertasi tersebut,” kata Melky Nahar dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 7 November 2024.</p>
<p>Melky kemudian menjelaskan duduk perkara polemik ini. Ia membeberkan Jatam hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai oleh seseorang bernama Ismi Azkya yang berprofesi sebagai peneliti di Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 28 Agustus 2024 lalu.</p>
<p>Ismi kala itu memperkenalkan diri ke Jatam sedang mengerjakan penelitian untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Kepada Jatam, Ismi menyebut akan melakukan penelitian berkaitan dengan dampak hilirisasi nikel bagi masyarakat di wilayah tambang.</p>
<p>“Kami tidak diberi informasi yang layak dan memadai bahwa wawancara tersebut merupakan salah satu proses penelitian bagi disertasi Bahlil Lahadalia,” ujar Melky.</p>
<p>Usai tersiar agenda Sidang Terbuka Promosi Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) oleh Bahlil Lahadalia, ia mendapatkan kabar ada nama Jatam sebagai informan utama dalam disertasi Bahlil tersebut.</p>
<p>Selain itu, Melky turut juga menemukan <em>verbatim</em> yang menggambarkan isi percakapan antara dua pegiat Jatam dengan Ismi pada 28 Agustus 2024.</p>
<p>Merespons hal itu, dua pegiat Jatam berupaya meminta penjelasan kepada Ismi melalui sambungan telepon dan <em>WhatsApp</em> sehari setelah sidang terbuka doktoral Bahlil.</p>
<p>Ismi, lanjutnya, memberikan dua keterangan berbeda. Awalnya Ismi mengatakan sumber informasi dari Jatam tidak digunakan untuk disertasi Bahlil melalui sambungan telepon.</p>
<p>Namun, belakangan Ismi meminta maaf kepada pegiat Jatam yang menghubungi via WhatsApp.</p>
<p>“<em>Sebelumnya mohon maaf, Kak, saya kurang paham sejauh itu karena saya hanya diminta untuk bantu wawancara. Untuk penjelasan lebih jelas bisa hubungi kontak berikut Kak</em>,” kata Melky meniru pesan Ismi. Ismi kemudian memberikan kontak seseorang tanpa menjelaskan identitas kontak tersebut lebih lanjut.</p>
<p>Usai percakapan tersebut, Ismi memblokir kontak kedua pegiat Jatam yang menghubunginya.</p>
<p>Karena itu, Melky menegaskan tindakan yang dilakukan Ismi dan Bahlil Lahadalia merupakan bentuk penipuan intelektual yang mencederai integritas dan marwah pendidikan Indonesia.</p>
<p>“Kami menduga Ismi merupakan bagian dari praktik perjokian karya ilmiah untuk kepentingan disertasi Bahlil Lahadalia. Ini melanggar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 dan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” kata Melky.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AS Latih Lebih dari 1.750 Guru Bahasa Inggris di Indonesia pada 2024</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/as-latih-lebih-dari-1-750-guru-bahasa-inggris-di-indonesia-pada-2024/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/as-latih-lebih-dari-1-750-guru-bahasa-inggris-di-indonesia-pada-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 00:29:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Camp EPIC]]></category>
		<category><![CDATA[guru Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[kedubes as]]></category>
		<category><![CDATA[Ruth Goode]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bandung, Indonesiawatch.id – Sebanyak 51 calon guru Bahasa Inggris dilatih pada Lokakarya Camp EPIC keenam...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-latih-lebih-dari-1-750-guru-bahasa-inggris-di-indonesia-pada-2024/">AS Latih Lebih dari 1.750 Guru Bahasa Inggris di Indonesia pada 2024</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandung, Indonesiawatch.id</strong> – Sebanyak 51 calon guru Bahasa Inggris dilatih pada Lokakarya Camp EPIC keenam di Bandung pada Senin, 4 November 2024. Lokakarya tersebut menambah total jumlah ahli pengajaran Bahasa Inggris yang dilatih oleh Amerika Serikat (AS) di Indonesia.</p>
<p>Sepanjang 2024, memperingati peringatan 75 tahun hubungan AS-Indonesia, Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta telah mendukung pelatihan bagi 1.750 guru dan calon guru Bahasa Inggris yang sedang menyelesaikan studi tingkat universitas di Indonesia.</p>
<p>Direktur Regional English Language Office, Ruth Goode menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas kerja keras dan komitmen terhadap profesi mereka. “Semua orang membutuhkan tiga bahasa: bahasa rumah dan hati, bahasa bangsa, dan bahasa dunia,” kata Goode dalam upacara pembukaan Camp EPIC pada 4 November.</p>
<p>“Bahasa Inggris membuka pintu menuju pekerjaan yang baik, pendidikan tinggi, ekonomi global, dan pemahaman tentang dunia kita,” Goode menambahkan.</p>
<p>Camp EPIC, yang dikelola oleh Universitas Indonesia (UI), adalah lokakarya dua minggu untuk mahasiswa berbakat tahun ketiga dan keempat yang sedang dilatih untuk menjadi guru Bahasa Inggris.</p>
<p>Dipilih dari lebih dari 600 pendaftar dalam proses seleksi yang sangat kompetitif, 51 mahasiswa Indonesia yang datang dari berbagai penjuru nusantara  dan empat mahasiswa dari Timor-Leste, beberapa di antaranya menempuh perjalanan lebih dari delapan jam dari rumah mereka untuk mencapai bandara terdekat.</p>
<p>Dalam lokakarya intensif tersebut, calon guru Bahasa Inggris berbakat mempelajari strategi pengajaran Bahasa Inggris terbaru dan cara menerapkannya di kelas mereka sendiri.</p>
<p>Alumni Camp EPIC merupakan singkatan  dari <em>Empowered</em> (Berdaya), <em>Prepared</em> (Dipersiapkan), <em>Inspired </em>(Terinspirasi), dan <em>Connected</em> (Terhubung).</p>
<p>Kamp pelatihan ini membantu pesertanya melanjutkan ke peluang beasiswa lain, studi pascasarjana, atau peran kepemimpinan di sekolah mereka masing-masing,</p>
<p>Karena partisipasi dalam pengalaman intensif Camp EPIC, mereka membentuk ikatan yang kuat satu sama lain dan tetap terhubung dengan komunitas profesional jauh setelah Camp berakhir.</p>
<p>Dalam rangkaian Camp EPIC, pengajaran diberikan oleh pengajar dari UI bekerja sama dengan English Language Fellows yang disponsori oleh Amerika Serikat. Lima alumni dari kamp sebelumnya berperan sebagai konselor kamp dan mendapatkan pengalaman menjalankan lokakarya pelatihan guru.</p>
<p>Di tahun 2024 ini, Empat English Language Fellows dari Amerika Serikat berpartisipasi dalam program pertukaran akademik 10 bulan dan ditempatkan di universitas-universitas di Medan, Ambon, Surabaya, dan Bandung, di mana mereka mengajar total 800 calon guru Bahasa Inggris untuk mendukung langkah Indonesia memperkenalkan kembali kurikulum Bahasa Inggris di sekolah-sekolah negeri mulai dari Kelas 3.</p>
<p>Selain itu, RELO mendukung iterasi ketiga program Pelatihan Guru Bahasa Inggris (ELTT3) untuk 480 guru dari 11 kota di Indonesia, terutama dari madrasah dan pesantren. Sebagai bagian dari program English Access Scholarship RELO, yang memberikan beasiswa belajar Bahasa Inggris selama dua tahun kepada pemuda yang kurang mampu secara ekonomi, RELO melatih 160 calon guru Bahasa Inggris dari sepuluh kota di seluruh negeri.</p>
<p>RELO juga memberikan 100 beasiswa untuk kursus online tingkat pascasarjana berdurasi delapan minggu, yang diselenggarakan melalui program Online Professional English Network (OPEN) dari Departemen Luar Negeri AS, melatih lebih dari 50 dosen Bahasa Inggris universitas dalam pengajaran penulisan akademik, dan melatih 20 guru bahasa di sekolah bahasa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sebasa).</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-latih-lebih-dari-1-750-guru-bahasa-inggris-di-indonesia-pada-2024/">AS Latih Lebih dari 1.750 Guru Bahasa Inggris di Indonesia pada 2024</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/as-latih-lebih-dari-1-750-guru-bahasa-inggris-di-indonesia-pada-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menag Dorong Pengembangan Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/menag-dorong-pengembangan-program-literasi-keagamaan-lintas-budaya/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/menag-dorong-pengembangan-program-literasi-keagamaan-lintas-budaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 05:47:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Alwi Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Leimena]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Keagamaan Lintas Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Menag]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Nasaruddin Umar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Menteri Agama (Menag) Prof. K.H. Nasaruddin Umar Dalam mendorong pengembangan program Literasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/menag-dorong-pengembangan-program-literasi-keagamaan-lintas-budaya/">Menag Dorong Pengembangan Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Menteri Agama (Menag) Prof. K.H. Nasaruddin Umar Dalam mendorong pengembangan program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang sejauh ini telah meluluskan 9.160 guru dan pendidik dari 37 provinsi di Indonesia.</p>
<p>Hal itu disampaikan Menag saat menggelar audiensi dengan Senior Fellow <a href="https://leimena.org/"><strong>Institut Leimena</strong></a>, Alwi Shihab, dan Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, di Jakarta pada Jumat, 1 November 2024.</p>
<p>“Apa yang kita gagas bersama, bisa dilanjutkan, dikembangkan karena itu sangat membantu bangsa ini,” kata Prof. Nasaruddin Umar yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal.</p>
<p>Masjid Istiqlal merupakan salah satu mitra awal Institut Leimena dalam pelaksanaan program LKLB yang dimulai tahun 2021. Kerja sama program LKLB antara Masjid Istiqlal dan Institut Leimena telah dilaksanakan dalam 11 kelas dengan jumlah peserta lulus dari Masjid Istiqlal mencapai 1.400 orang terdiri dari guru, kader ulama, dan penyuluh agama.</p>
<p>Dalam audiensinya, Menag Nasaruddin mengatakan program LKLB juga perlu diakomodir kepada guru-guru di pondok pesantren, sebagaimana telah dijalankan Institut Leimena bersama Pondok Pesantren Asadiyah dan Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Sementara itu, Alwi Shihab menyampaikan pendekatan LKLB memperkuat kebijakan moderasi beragama yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Pendekatan LKLB bisa menjadi pedagogi dari konsep moderasi beragama.</p>
<p>“Di sini sudah ada program moderasi beragama sebenarnya sangat sejalan dgn LKLB sehingga bisa dikawinkan,” kata Alwi yang merupakan Menteri Luar Negeri RI tahun 1999-2001 dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tahun 2015-2019.</p>
<p>Alwi menjelaskan program LKLB melatih para guru untuk mengembangkan interaksi harmonis, saling menghormati, dan kolaborasi positif lintas agama. Menurutnya, intoleransi masih tumbuh subur di Indonesia bukan semata disebabkan kebencian, melainkan karena kesalahpahaman ajaran agama.</p>
<p>Karena itu, LKLB menjadi semakin penting disampaikan kepada guru agar bisa meneruskan kepada para siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. “Guru berada di garda terdepan untuk melindungi komunitasnya dari pengaruh intoleransi beragama dan ekstremisme. Sayangnya, kita mengamati bahwa meningkatnya radikalisme di lembaga-lembaga pendidikan dikaitkan dengan model penafsiran, pemahaman, dan pengajaran, serta aliran pemikiran tertentu,” tutur Alwi Shihab.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, juga menyampaikan harapan yang sama. Matius menyambut baik rencana pengembangan program LKLB dengan dorongan dari Kementerian Agama RI, termasuk pelaksanaan webinar internasional seri LKLB.</p>
<p>“Kami semua di Institut Leimena luar biasa ikut bergembira dan mengucapkan selamat kepada Bapak. Tuhan menempatkan Bapak untuk kepentingan bangsa,” kata Matius.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/menag-dorong-pengembangan-program-literasi-keagamaan-lintas-budaya/">Menag Dorong Pengembangan Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/menag-dorong-pengembangan-program-literasi-keagamaan-lintas-budaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuatnya Polarisasi di Era Digital, Mendikdasmen Ingatkan Pemuda sebagai Pemersatu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kuatnya-polarisasi-di-era-digital-mendikdasmen-ingatkan-pemuda-sebagai-pemersatu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kuatnya-polarisasi-di-era-digital-mendikdasmen-ingatkan-pemuda-sebagai-pemersatu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 12:28:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Leimena]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Keagamaan Lintas Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Matius Ho]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Abdul Mut'i]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4091</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Abdul Mu’ti...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kuatnya-polarisasi-di-era-digital-mendikdasmen-ingatkan-pemuda-sebagai-pemersatu/">Kuatnya Polarisasi di Era Digital, Mendikdasmen Ingatkan Pemuda sebagai Pemersatu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Abdul Mu’ti mengingatkan peran pemuda sebagai kekuatan pemersatu dalam menghadapi tantangan polarisasi di era digital. Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi bukti sejarah akan lahirnya semangat ke-Indonesiaan meski saat itu Indonesia belum berdiri sebagai negara dan masih terpecah berdasarkan suku, ras, agama, dan  bahasa.</p>
<p>“Momentum peringatan Sumpah Pemuda menjadi bagian penting dari penegasan tentang peranan kaum muda dalam memajukan bangsa dan negaranya, dan betapa pentingnya peranan kaum muda sebagai kekuatan pemersatu,” kata Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang diadakan Maarif Institute dan Institut Leimena pada Jumat, 25 Oktober 2024.</p>
<p>Webinar Internasional LKLB kali ini mengambil tema “Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi”. Webinar tersebut diisi sambutan dari Direktur Maarif Institute, Andar Nubowo, dan Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.</p>
<p>Abdul Mu’ti yang masih menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengatakan, Sumpah Pemuda yang akan diperingati tanggal 28 Oktober adalah tonggak sejarah penting dalam rangkaian menuju kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi tonggak bagi lahirnya kedaulatan Indonesia dalam hal kedaulatan budaya (<em>cultural sovereignty</em>), kedaulatan politik (<em>political sovereignty</em>), dan kedaulatan wilayah (<em>territorial sovereignty</em>).</p>
<p>Kedaulatan budaya terwujud dalam kesepakatan para pemuda dari berbagai organisasi keagamaan dan kedaerahan untuk bersama-sama menyatakan bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Abdul Mu’ti mengatakan belum ada dalam catatan sebuah negara seperti Indonesia yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, lebih dari 300 suku bangsa, dan ribuan pulau baik besar maupun kecil.</p>
<p>Kedaulatan politik artinya Sumpah Pemuda menjadi momentum Indonesia secara politik menyatakan kemerdekaan. Sedangkan, kedaulatan wilayah ditandai dengan pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan setelah perjuangan panjang mantan perdana menteri, Ir. Djuanda Kartawidjaja, dalam berbagai lobi politik internasional.</p>
<p>“Dalam konteks sejarah, menurut saya Sumpah Pemuda merupakan capaian politik yang tidak mudah karena Indonesia saat itu masih terdiri dari banyak sekali Kerajaan dan banyak sekali budaya dan bahasa,” ujarnya.</p>
<p>Mendikdasmen mengatakan, Sumpah Pemuda menghadapi tantangan karena munculnya sejumlah kecenderungan dalam era digital saat ini. Di satu sisi, era digital memudahkan orang berinteraksi dengan siapa, kapan, dan dimana saja, namun di sisi lain cenderung menjebak dalam kedangkalan berpikir. Orang tidak berpikir secara utuh dan mendalam, sebaliknya <em>jumping to conclusion</em>, sehingga menyebabkan pengambilan sikap yang keliru.</p>
<p>Era digital juga membuat kecenderungan konformitas, yaitu orang-orang merasa nyaman berhimpun dengan mereka yang sepaham atau kelompoknnya sendiri. Ditambah, kecenderungan seseorang mengakses berbagai macam informasi digital bukan demi mencari kebenaran, namun demi mencari pembenaran.</p>
<p>“Ini menjadi persoalan serius sehingga teknologi digital kadang menimbulkan bukan masyarakat semakin dekat, tapi bisa berdampak kepada pembelahan sosial, <em>divided</em> atau <em>exclusive society</em>,” ujarnya.</p>
<p>Mendikdasmen menyatakan, pemuda perlu bersikap terbuka terhadap perbedaan seperti teladan para pemuda masa lalu saat mengikrarkan Sumpah Pemuda. Para pemuda masa itu membangun sebuah entitas baru bernama Indonesia, tanpa meninggalkan identitas kultural mereka antara lain sebagai Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Celebes, atau Jong Islamieten Bond.</p>
<p>“Generasi muda, generasi milenial, atau generasi Y dan Z, memang perlu berinteraksi lebih terbuka dengan yang lain dan perlu disediakan ruang-ruang perjumpaan lebih banyak,” ujar Abdul Mu’ti.</p>
<p>Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini menghadirkan lima panelis yaitu Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal, Dr. Farid F. Saenong, Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Riandy Prawita, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho.</p>
<p>Selanjutnya, Kepala Biro Beijing Antara News, Desca Lidya Natalia, dan Senior Fellow Comparative Religion di Jackson School of International Studies, University of Washington, Dr. Chris Seiple.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kuatnya-polarisasi-di-era-digital-mendikdasmen-ingatkan-pemuda-sebagai-pemersatu/">Kuatnya Polarisasi di Era Digital, Mendikdasmen Ingatkan Pemuda sebagai Pemersatu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kuatnya-polarisasi-di-era-digital-mendikdasmen-ingatkan-pemuda-sebagai-pemersatu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-25 12:24:40 by W3 Total Cache
-->