Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

DPR Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Hapus Utang Rp14 Triliun 67 Ribu UMKM

Avatarbadge-check


					Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, minta pemerintah hati-hati hapus utang UMKM Rp14 triliun. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, minta pemerintah hati-hati hapus utang UMKM Rp14 triliun. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, ingatkan pemerintah hati-hati dalam menghapus utang 67 ribu UMKM sejumlah Rp14 triliun di bank-bank BUMN.

Saleh Daulay dalam keterangan dikutip pada Minggu, (5/1), mengingatkan pemerintah soal rencana tersebut karena jumlah pinjamannya sangat besar dan kondisi ekonomi lintas negara yang kurang menentu.

Baca juga:
Prabowo Hapus Utang Macet UMKM, INDEF Berikan Catatan Ini..

‎“Katanya ada 67 ribu UMKM yang sudah didata. Semuanya akan dihapus utangnya,” katanya.

Menurut Saleh Daulay, ada tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah dalam menjalankan program tersebut, yakni:

1. Verifiaksi ‎faktual semua UMKM

Pemerintah harus melakukan verifikasi faktual pada seluruh UMKM yang utangnya akan dihapus. Semuanya harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan pemerintah agar program penghapusan utang ini harus mendidik para pelaku UMKM.

“Jangan sampai para pengusaha UMKM ini malah justru menyerah dengan lari pada program penghapusan utang,” ujarnya.

‎2. Sediakan Solusi untuk UMKM

‎Pemerintah harus menyediakan solusi alternatif bagi para pelaku UMKM tersebut untuk melanjutkan usahanya. Sebab, prinsip penghapusan utang bukanlah untuk berhenti berusaha, tetapi harus bangkit dan berkembang tumbuh secara sehat membangun ekonomi masyarakat.

3. Kajian UMKM untuk kembali mendapatkan modal

Pemerintah harus membuat kajian mendalam terkait kemungkinan para pengusaha UMKM yang utangnya dihapus untuk kembali mendapatkan modal. Tantangannya tentu tidak mudah, karena banyaknya jenis usaha yang dikembangkan di UMKM.

“Perlu kajian dari mana sumber modal untuk UMKM ini. Apakah tetap dari bank BUMN?” kata dia.

Saleh Daulay melanjutkan, kalau pemberian modal ini dari bank BUMN, apakah semua mereka dapat bantuan modal lagi?

“Kalaupun dapat lagi, bagaimana dengan pengusaha UMKM baru? Mereka juga mestinya punya hak,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan, pemerintah harus berhati-hati mengimplementasikan program penghapusan utang ini agar selalu di dalam koridor konstitusi dan ekonomi Pancasila.
‎[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update