Jakarta, Indonesiawatch.id – Kurator pameran tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”, Suwarno Wisetrotomo, menyampaikan klarifikasi soal pembatalan pameran itu di Galeri Nasional (Galnas) Indonesia.
Suwarno dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa, (24/12), menyampaikan, Yos telah menghasilkan instalasi tanah dan sejumlah lukisan yang berasal dari riset yang memadai dan relevan untuk tema yang disepakati.
Baca juga:
Pembatalan Pameran Lukisan Gejala Pemasungan Terhadap Karya Seni
Namun, lanjut dia, terdapat 2 karya yang menggambarkan opini seniman tentang praktik kekuasaan. Ia mengaku sudah menyampaikannya kepada Yos Suprapto.
“Karya tersebut tidak sejalan dengan tema kuratorial dan berpotensi merusak fokus terhadap pesan yang sangat kuat dan bagus dari tema pameran,” ujarnya.
Suwarno menjelaskan, kedua karya tersebut ‘terdengar’ seperti makian semata dan terlalu vulgar sehingga kehilangan metafora yang merupakan salah satu kekuatan utama seni dalam menyampaikan perspektifnya.
“Saya tidak menyetujui dua karya tersebut untuk dipajang dalam pameran ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, seniman Yos Suprapto tetap mempertahankan keinginannya untuk memamerkan 2 karya tersebut. Perbedaan pendapat ini terjadi selama proses kurasi.
“[Kurasi] yang dimulai secara intensif sejak bulan Oktober 2024) hingga hari H pembukaan pameran, 19 Desember 2024,” katanya.
Menurut dia, Karena tidak ada kesepahaman yang berhasil dicapai, ia menyampaikan kepada Yos Suprapto disaksikan oleh rekan-rekan dari Galeri Nasional Indonesia bahwa sangat menghargai pendapat Yos Suprapto.
“Namun saya tetap memutuskan mundur sebagai kurator pameran, suatu niatan yang pertama kali saya sampaikan kepada seniman pada tanggal 16 Desember 2024,” ujarnya.
Suwarno mengatakan, baginya, kurator bertanggung jawab terhadap kesesuaian antara tema yang disepakati dengan materi pameran.
“Bagi saya, sebagai seorang kurator, pendapat saya penting untuk dipertimbangkan oleh seniman,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pernyataan pengunduran diri sebagai kurator tidak bermaksud untuk menghentikan pameran.
Lebih lanjut Suwarno menyampaikan, kompleksitas persoalan ini tidak dapat dirangkum hanya dalam satu lembar pernyataan untuk menjelaskan persoalan.
“Namun saya berharap klarifikasi ini dapat membantu memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi yang terjadi,” kata dia.
[red]






