Menu

Dark Mode
RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai Pemko Tangerang Diduga Diskriminasi Sekolah PAUD yang Raih Prestasi Nasional Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan

Mozaik

Ini Penjelasan soal Pembatalan Pameran Yos Suprapto Versi Kurator

Avatarbadge-check


					Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto) Perbesar

Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kurator pameran tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”, Suwarno Wisetrotomo, menyampaikan klarifikasi soal pembatalan pameran itu di Galeri Nasional (Galnas) Indonesia.

Suwarno dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa, (24/12), menyampaikan, ‎Yos telah menghasilkan instalasi tanah dan sejumlah lukisan yang ‎berasal dari riset yang memadai dan relevan untuk tema yang disepakati.

Baca juga:
Pembatalan Pameran Lukisan Gejala Pemasungan Terhadap Karya Seni

Namun, lanjut dia, ‎terdapat 2 karya yang menggambarkan opini seniman tentang praktik kekuasaan. Ia mengaku sudah menyampaikannya kepada Yos Suprapto.

‎“Karya tersebut tidak sejalan dengan tema kuratorial dan berpotensi merusak fokus terhadap pesan yang sangat kuat dan bagus dari tema pameran,” ujarnya.

‎Suwarno menjelaskan, kedua karya tersebut ‘terdengar’ seperti makian s‎emata dan terlalu vulgar sehingga kehilangan metafora yang merupakan salah satu kekuatan utama seni dalam menyampaikan perspektifnya.
“Saya tidak menyetujui dua karya tersebut untuk dipajang dalam pameran ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, seniman Yos Suprapto tetap mempertahankan keinginannya untuk memamerkan 2 karya tersebut. Perbedaan pendapat ini terjadi selama proses kurasi.

“[Kurasi] yang dimulai secara intensif sejak ‎bulan Oktober 2024) hingga hari H pembukaan pameran, 19 Desember 2024,” katanya.

Menurut dia,‎ Karena tidak ada kesepahaman yang berhasil dicapai, ia menyampaikan kepada Yos Suprapto disaksikan oleh rekan-rekan dari Galeri Nasional Indonesia bahwa sangat menghargai pendapat Yos Suprapto.

“Namun saya tetap memutuskan mundur sebagai kurator pameran, suatu niatan yang pertama kali saya sampaikan kepada seniman pada tanggal 16 Desember 2024,” ujarnya.

Suwarno mengatakan, baginya, kurator bertanggung jawab terhadap kesesuaian antara tema yang disepakati dengan materi pameran.

“Bagi saya, sebagai seorang kurator, pendapat s‎aya penting untuk dipertimbangkan oleh seniman,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pernyataan pengunduran diri sebagai kurator tidak bermaksud untuk menghentikan pameran.

Lebih lanjut Suwarno menyampaikan, ‎kompleksitas persoalan ini tidak dapat dirangkum hanya dalam satu lembar pernyataan untuk menjelaskan persoalan.

“Namun saya berharap klarifikasi ini dapat membantu memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi yang terjadi,” kata dia.
[red]

Berita Terbaru

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan

30 August 2025 - 11:45 WIB

Serakahnomic & Tamaknomic

23 August 2025 - 14:19 WIB

Ilustrasi Serakahnomic & Tamaknomic (Gambar: istockphoto.com)

Wawancara Ketua PHRI: Efek Efisiensi APBN, Jasa Pekerja Harian Hotel & Restoran Banyak Diputus

23 August 2025 - 14:01 WIB

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (Foto: Instagram hippindo)

Sengketa Blok Ambalat, Strategi dan Langkah Penyelesaian

22 August 2025 - 21:35 WIB

Populer Berita News Update