Menu

Dark Mode
Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

Hukum

Jarang Jaksa Tuntut Bebas, JPU Kejari Konsel Minta Terdakwa Guru Honorer Supriyani Lepas

Avatarbadge-check


					Guru honorer di SD Negeri 4 Baito, Supriyani, Perbesar

Guru honorer di SD Negeri 4 Baito, Supriyani,

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kasus Guru honorer Supriyani terus bergulir di persidangan dan sudah memasuki tahapan tuntutan dari jaksa. Uniknya, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Konawe Selatan menuntut Supriyani bebas.

Hal ini muncuk ketika JPU membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Andoolo, Senin, 11 November 2024. Tuntutan itu dibacakan Kepala Kejari Konawe Selatan, Ujang Sutisna, didampingi Pelaksana harian (Plh) Kasi Pidum Kejari Konsel, Bustanil Najamuddin Arifin.

Baca juga:
Kasus Hukum Belum Usai, Guru Supriyani Disomasi Bupati, Kemdagri Janji Tangani!

JPU Kejari Konsel meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Andoolo memutuskan menyatakan menuntut Supriyani lepas dari segala tuntutan hukum.

“Membebaskan terdakwa Supriyani binti Sudiharjo dari dakwaan ke satu pasal 80 ayat 1 junto pasal 76 huruf C Undang-Undang Nomor Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ujar Ujang Sutisna.

Baca juga:
Hikmahanto Juwana: Jika Joint Development Indonesia-China di Natuna, Harus Konsultasi dengan DPR

Ujang mengatakan bahwa pertimbangan jaksa karena terdakwa takut atas hukuman dan hilangnya kesempatan untuk menjadi pegawai negeri setelah mengabdi sebagai guru honorer selama 16 tahun sejak tahun 2009.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, walaupun perbuatan terdakwa adalah pidana dapat dibuktikan. Akan tetapi, perbuatannya tersebut tidak dapat dibuktikan adanya sifat jahat. Oleh sebab, itu terdakwa tidak dapat dikenakan pidana kepadanya,” ungkapnya.

JPU melihat memang ada aksi pemukulan terhadap siswanya berinisial MCD (8), yang merupakan anak polisi Aipda Wibowo Hasyim. Tetapi, kata Ujang, perbuatan terdakwa, Supriyani memukul anak korban, dalam tuntutannya bukan suatu tindak pidana.

Selain itu, JPU menilai upaya permintaan maaf Supriyani sambil menangis dan penyerahan amplop oleh suaminya kepada Aipda Wibowo Hasyim walaupun tujuannya untuk membantu biaya pengobatan korban, menjadi petunjuk bahwa pemukulan itu benar dilakukan.

JPU berpendapat, penganiayaan yang dilakukan Supriyani kepada MCD terjadi secara spontan tanpa bisa dibuktikan adanya sifat jahat atau mens rea dari perbuatan itu.
“Dalam perbuatannya tersebut tidak dapat dibuktikan adanya sifat jahat mens rea. Oleh karena itu perbuatan Supriyani tidak dapat dipidana,” tandasnya.

[red]

Berita Terbaru

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Gekanas Gugat Bahlil Lahadalia karena RUPTL PLN 2025-2034

3 September 2025 - 13:25 WIB

Populer Berita Energi