Menu

Dark Mode
Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai Pemko Tangerang Diduga Diskriminasi Sekolah PAUD yang Raih Prestasi Nasional Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan Presiden Harus Belajar dari Sultan Iskandar Muda Jejak Dua Tokoh Nasional di Era SBY, Diduga Menitip MRC ke Mantan Dirut Pertamina

Hukum

Karen Sebut Ada Pegawai Pertamina Nyisip ketika KPK dan BPK Investigasi Kasus LNG ke Amerika

Avatarbadge-check


					Terdakwa kasus LNG dan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan (IW grafis) Perbesar

Terdakwa kasus LNG dan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan (IW grafis)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Persidangan kasus mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan terus bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. Pada Kamis, 20 Juni kemarin, Karen menyebutkan bahwa ada pegawai Pertamina ikut ketika penyidik KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendalami bukti-bukti di Amerika Serikat.

Selain itu dalam dupliknya, Karen menilai keberangkatan penyidik KPK dan tim BPK difasilitasi oleh Pertamina. Padahal seharusnya, KPK dan BPK melakukan investigasi ke AS menggunakan APBN.

“Bukan sebagai tamu undangan dari Pertamina. Mengapa saya katakan tamu undangan Pertamina? Karena saya juga mendengar ‘kabar’ bahwa ada pegawai Pertamina ikut dalam rombongan tersebut,” ujar Karen di PN Jakarta Pusat.

Karen juga mempertanyakan keberangkatan KPK, BPK dan Pertamina memang benar hanya mengunjungi Corpus Christi Liquefaction dan Konjen Indonesia di Houston selama seminggu atau tidak. Dia juga meminta Hakim, untuk menanyakan kepada pihak-pihak yang melakukan penyidikan ke AS, dapat memberikan hasil investigasinya.

“Adakah bukti notulen pertemuan resmi yang ditandatangani atau legalisasi oleh pihak Legal Corpus Christi & Cheniere Energy Inc. yang menerangkan bahwa benar telah terjadi benturan kepentingan antara saya dan Blackstone terkait Pengadaan SPA LNG 2013 dan 2014?“ seperti tertulis di Duplik Karen.

Bagi Karen, ikutnya pegawai Pertamina dalam investigasi penyidik KPK, adalah janggal dan berpotensi terjadi konflik kepentingan. Pasalnya yang disidik adalah kasus Pertamina. Karena itu, Karen meyakini, kasus yang dihadapinya adalah rekayasa.

“Mohon Yang Mulia Majelis Hakim sudi mempertanyakan kepada JPU/KPK, karena saya sangat berharap bahwa kepergian tim yang berjumlah belasan orang tersebut akan membuka tabir apakah kasus ini hanya sebuah rekayasa kriminalisasi atau memang benar ada benturan kepentingan berupa suap/gratifikasi dari pihak Corpus Christi dan/atau Cheniere Energy Ltd. terhadap saya sesuai hukum yang berlaku di Amerika Serikat (FCPA),” katanya.

Tahun 2023, Tim KPK dan BPK pergi ke Houston, Texas, AS untuk menelisik dokumen terkait kasus korupsi LNG Corpus Christi. Menurut Karen rombongan KPK dan BPK berjumlah setidaknya 12 orang.

Berita Terbaru

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Gekanas Gugat Bahlil Lahadalia karena RUPTL PLN 2025-2034

3 September 2025 - 13:25 WIB

Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan

30 August 2025 - 11:45 WIB

Serakahnomic & Tamaknomic

23 August 2025 - 14:19 WIB

Ilustrasi Serakahnomic & Tamaknomic (Gambar: istockphoto.com)

Wawancara Ketua PHRI: Efek Efisiensi APBN, Jasa Pekerja Harian Hotel & Restoran Banyak Diputus

23 August 2025 - 14:01 WIB

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (Foto: Instagram hippindo)
Populer Berita Ekonomi