Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Opini

Korporasi Kelapa Sawit Penjarah Hutan Negara

Avatarbadge-check


					Ilustrasi lahan sawit. Perbesar

Ilustrasi lahan sawit.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Sejauh mata memandang, korupsi luas terbentang. Begitulah ungkapan yang tepat untuk negara ini. Di laut ada korupsi, di darat ada korupsi dan di hutan pun ada korupsi.

Negara ini telah jatuh di kaki bandit, ada bandit di eksekutif, ada bandit di legislatif, ada bandit di institusi hukum. Negeri ini semakin tidak ramah bagi rakyat, keadilan hanya sekedar sepenggal kata tidak bermakna, kebenaran tergantung siapa yang mengatakan.

Belum reda marah rakyat melihat megakorupsi Pertamina, apalagi pelakunya melakukan serangan balik, untuk membegal proses hukum yang sedang berlangsung. Kemudian di depan mata, terungkap pula kasus korupsi korporasi kelapa sawit, dengan modus menggunakan lahan negara seluas 3,3 juta HA sudah berlangsung 10 sd 15 tahun.

Kerugian negara selama 10 tahun diperkirakan Rp 900 triliun, akibat pemanfaatan lahan negara secara illegal oleh korporasi kelapa sawit.

Ada yang janggal, dalam mencermati kasus korupsi korporasi kelapa sawit. Mereka menikmati hasil jarahan selama 10 tahun lebih, tanpa tersentuh hukum.

Setelah pemerintah Prabowo membentuk Satgas Garuda Penertiban Kawasan Hutan, baru terungkap kasus korupsi korporasi kelapa sawit dan berhasil menyita lahan sawit milik PT Globalindo Alam Perkasa, PT Argo Bukit, PT Mulia Argo Permai, PT Mananjung Hayak. Target Satgas Garuda dalam setahun akan mengembalikan lahan negara seluas 1 juta HA.

Dalam rangka mengoptimalkan keberhasilan Satgas Garuda, seyogyanya tidak hanya penyitaan lahan sawit, tapi harus diikuti dengan mengungkap jaringan korupsi sawit yang diduga melibatkan pejabat kementerian kehutanan, kepala daerah serta aparat hukum dan keamanan daerah.

Sehingga kerugian negara akibat korupsi sawit, dapat dikembalikan kepada negara, untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Cukup sudah rakyat hanya jadi penonton eksplorasi besar-besaran kekayaan alam oleh oligarki dan investor besar.

Sudah saatnya presiden Prabowo mencanangkan “gerakan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia untuk kesejahteraan rakyat”.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba
Populer Berita Opini