Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Lemahnya Penegakan Hukum Atas Kasus Pagar Laut Ilegal Berpotensi Memicu People Power

Avatarbadge-check


					Pagar laut di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 mulai dibongkar TNI AL. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Pagar laut di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 mulai dibongkar TNI AL. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Jika pemerintah selalu berteriak-teriak “ini negara hukum”, kemudian rakyat menghardik “memangnya ada hukum di negeri ini”. Betapa memprihatinkan ketika mencermati, proses hukum kasus-kasus besar pelanggaran hukum di negeri ini.

Jika dianalogikan seperti bersenggama, nafsu di awal tapi ketika sudah orgasme, semua redup dalam kenikmatan. Kasus pagar laut ilegal di Tangerang, sesungguhnya sudah terang benderang.

Ditemukan bukti telah terjadi tindak pidana korupsi kebijakan dan pemalsuan serta gratifikasi terhadap sejumlah pejabat daerah hingga pusat, tetapi ajaibnya pihak polisi masih saja bersikeras, bahwa kasus pagar laut ilegal di tangerang adalah tindak pidana pemalsuan dokumen.

Munculnya SHGB di atas laut, dengan kepemilikan 234 bidang tanah atas nama PT Intan Agung Makmur anak perusahaan PT Agung Sedayu dan 20 bidang tanah atas nama PT Cahaya Inti Sentosa, menjadi bukti telah terjadi persekongkolan jahat.

Dengan dugaan modus korupsi kebijakan di lingkungan Kementerian ATR bersama Pemda Kabupaten Tangerang dengan kelompok bisnis Agung Sedayu connection, dalam rangka penerbitan SHGB bodong.

Terlebih lagi SHGB tersebut mendapat legitimasi pihak Pemda Kabupaten Tangerang, melalui pembayaran pajak, diperkirakan lebih dari Rp. 60 Milyar yang diterima pihak pemda Tangerang.

Bagaimana mungkin sejumlah besar blanko sertifikat dapat keluar dari Kementerian ATR, jika tidak mendapat persetujuan menteri atau pejabat yang berwenang di Kementerian ATR.

Kemudian ditemukan bukti persekongkolan jahat, Bupati Tangerang telah melakukan perubahan tata ruang untuk wilayah pesisir Kabupaten Tangerang, dalam rangka memberi keleluasaan bagi bisnis taipan, untuk menguasai tanah dengan cara-cara mafia tanah.

Sudah bukan saatnya lagi jajaran penegak hukum, menganggap rakyat buta hukum, dengan mengeluarkan keterangan bahwa kasus pagar laut illegal di tangerang adalah kasus pemalsuan dokumen SHGB dan tidak ditemukan tindak pidana korupsi.

Patut diduga otak pemalsuan dokumen SHGB, bersembunyi di Kementerian ATR dan Pemda Kabupaten Tangerang. Semakin jelas bahwa pemalsuan dokumen SHGB, diduga kuat bagian dari modus korupsi kebijakan, dalam rangka memperoleh keuntungan para oligarki.

Proses hukum terhadap kasus pagar laut ilegal di Tangerang, adalah bencana keadilan yang menerpa masyarakat Banten, akibat penegak hukum tidak kuasa menghadang nafsu rendah dan bertekuk lutut di bawah telapak kaki taipan.

Fenomena ketidak adilan dalam proses hukum pagar laut illegal di Tangerang, patut diwaspadai akan memicu gelombang aksi massa (people power) yang dapat berdampak terhadap stabilitas nasional.

Masyarakat Banten memiliki perjalanan sejarah kelabu yang meluluh lantakan etnis china, akibat tindakan etnis china yang menggores etika dan martabat sebagai bangsa.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)
Populer Berita Opini