Pasalnya, kata Abdul, dari nama yang beredar, ada portofolio calon deputi yang tidak populis di sektor hulu migas. “Karena yang bersangkutan ternyata pernah menjadi pelaku ekspor impor di sektor komoditas pangan serabutan. Jadi bukan orang migas sepenuhnya,” katanya.
Bahkan orang tersebut, dalam menjalankan bisnis komoditas tersebut, diduga pernah wanprestasi komitmen dengan mitranya.
Menurutnya, jika target lifting migas dalam negeri bisa tercapai seperti yang diarahkan Presiden Paboowo, maka semua pimpinan SKK Migas harus memiliki kompentensi inti yang populis dan clear. “Serta rekam jejak patriotisme harus tegas. Dan pastikan penunjukan jajaran pimpinan SKK Migas, tidak dominan kepentingan sharing power politiknya ” tukasnya.
[red]









