Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Lewat CEPA, Indonesia Ambisius Kejar Ekspor Rp81,5 Triliun ke Peru

Avatarbadge-check


					Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono di Kantor Kementerian Perdagangan, (12/08). Perbesar

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono di Kantor Kementerian Perdagangan, (12/08).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Indonesia dan Peru baru saja sepakat bermitra secara komprehensif di sektor ekonomi atau diistilahkan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP CEPA). Lewat perjanjian tersebut Pemerintah Indonesia ingin menggenjot ekspor barang ke Peru.

Tak tanggung-tanggung, Kementerian Perdagangan RI mentarget nilai ekspor ke Peru setelah IP CEPA ini sebesar USD 5 miliar atau sekitar Rp81,5 triliun. Nilai tersebut lebih 10 kali lipat dari pencapaian saat ini.

Adapun pada 2024, nilai perdagangan Indonesia-Peru mencapai USD 480,7 juta. Dari total perdagangan tersebut, Indonesia mencatatkan surplus senilai USD 181 juta.

“Memang angka-angka yang sangat-sangat ambisius. Enggak apa-apa kita taruh di situ, misalnya 5-10 tahun [terealisasi USD 5 miliar],” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono di Kantor Kementerian Perdagangan, (12/08).

Data Kemendag juga mencatat, nilai perdagangan Indonesia Peru pada Januari-Juni 2025 mencapai USD 264,8 juta. Angka ini naik 34,3 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD 197,1 juta.

Sepanjang 2024, Indonesia masih ketergantungan impor dari Peru untuk beberapa komoditas, seperti impor batubara dan briket/bahan bakar padat sejenis senilai USD 15,6 juta. Indonesia juga mengimpor pupuk mineral atau kimia, fosfat senilai UAD 14,1 juta dari Peru.

Indonesia juga masih ketergantungan impor komoditas biji kakao Peru dengan nilai USD 87,6 juta pada 2024. Lalu, Indonesia juga mengimpor anggur, segar atau kering senilai USD 11,5 juta dan seng yang tidak ditempa senilai USD 5 juta.

Sementara itu selama 2024, produk unggulan ekspor Indonesia ke Peru seperti mobil dan kendaraan bermotor lainnya senilai USD 120,8 juta, alas kaki/sol senilai USD 21,8 juta, dan minyak sawit serta turunannya senilai USD 21,4 juta.

Setelah ada IP CEPA, Indonesia akan menggenjot ekspor produk utama nasional ke Peru, seperti mobil penumpang dan kendaraan bermotor lainnya [HS Code: 8703], alas kaki dari bahan tekstil [HS Code: 6404], serta alas kaki dari bahan karet atau plastik [HS Code: 6402] dan [HS Code: 6403].

Lalu ada minyak kelapa sawit dan fraksinya [HS Code: 1511], kertas dan karton tidak dilapisi [HS Code: 4802], Margarin [HS Code: 1517], Cengkeh [HS Code: 0907], Mesin cetak [HS Code: 8443], dan Lemarin pendingin [HS Code: 8414].

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update