Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)
Jakarta, Indonesiawatch.id – Pasar sebagai tempat jual beli segala kebutuhan masyarakat, tetapi Pasar Pramuka Pojok (untuk membedakan dengan Pasar Burung Pramuka) memiliki kekhasan. Pasalnya mereka yang memiliki kios di Pasar Pramuka Pojok, adalah para seniman profesional di bidang rekayasa dokumen penting.
Hasil investigasi kepada para pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok yang telah diaspora pasca kebakaran Desember 2024, ternyata produk Pasar Pramuka Pojok mulai dari skripsi, tesis, ijazah, surat nikah, KTP, paspor, hasil laboratorium Sucofindo, hingga visa AS dan negara lain.
Semua bisa dibuat palsu dengan tingkat kemiripan hingga 99 persen. Maka sulit untuk tidak mengkaitkan Paiman Raharjo pemilik kios pengetikan skripsi sejak tahun 1990an sampai 2017, dengan produk Pasar Pramuka Pojok.
Paiman Raharjo yang kerapkali dipanggil dosen, ternyata karena Paiman Raharjo menjadi langganan para mahasiswa untuk pembuatan skripsi atau plagiat skripsi.
Keterangan para rekan sesama pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok, pada 1 Mei 2025 Paiman pernah menyelenggarakan halal bihalal eks pekerja Pasar Pramuka Pojok, sebuah kegiatan yang sebelumnya tidak pernah diselenggarakan.
Pada acara halal bihalal tersebut, dihadiri oleh para seniman pembuat produk dokumen palsu (foto terlampir). Hal ini semakin membuka tabir gelap, jejak Paiman Raharjo sebagai “tokoh” gank PPP (Pasar Pramuka Pojok).
Kegiatan halal bihalal yang dibiayai oleh Paiman, terendus adanya maksud lain Paiman yang mulai panik, setelah kasus dugaan ijazah palsu Jokowi semakin marak di media sosial. Paiman mencoba untuk mempengaruhi para pemilik kios Pasar Pramuka Pojok, untuk tidak memberikan info apapun terkait kegiatan yang dilakukan di Pasar Pramuka Pojok.
Menurut keterangan teman-teman pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok, Paiman hingga tahun 2010 masih berseliweran dan nongkrong di Pasar Pramuka Pojok. Tetapi pasca 2012, Paiman Raharjo naik kelas.
Nasibnya mulai berubah drastis, dan mendapat jabatan mulai dari menjadi komisioner dan komisaris di BUMN, hingga menjadi Wamendes. Paiman pun memiliki rumah di komplek kehakiman di belakang gedung BNPB.
Apa yang menyebabkan jalan hidup Paiman mulai bersinar, tentunya ada kata kunci sebagai pembuka kotak Pandora yang akan terjawab, seiring berjalannya waktu. Buku Paiman yang berjudul “tukang sapu jadi propesor” terbitan 2022, dapat dijadikan cerita inspiratif untuk generasi muda yang ingin merebut masa depan dengan instan, tetapi siap dengan risiko yang dihadapi.
Kasus kebakaran Pasar Pramuka Pojok pada akhir 2024 yang meludeskan lebih dari 200 kios, tampak memiliki kejanggalan. Api yang mulai membakar Pasar Pramuka Pojok, terjadi pada subuh sekitar pukul 5.30, ternyata tidak mampu dipadamkan oleh pihak pemadam kebakaran.
Padahal posisi posko Damkar hanya berjarak tidak lebih 1 kilometer dari lokasi kebakaran. Dari kebakaran tersebut, seluruh kios di Pasar Pramuka Pojok ludes terbakar. Apakah kebakaran sebagai cara untuk mengubur jejak kelam sebuah tragedi yang amat mencoreng citra bangsa ini.
Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis











