Menu

Dark Mode
Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

Politik

Menteri PPA Kutuk Keras Kasus Rudapaksa dan Pembunuhan Siswi di Banyuwangi

Avatarbadge-check


					Menteri PPA Arifah Fauzi (Doc. Kompas.com) Perbesar

Menteri PPA Arifah Fauzi (Doc. Kompas.com)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengutuk keras kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap DCN, siswi Madrasah Ibtidaiyah berusia 7 tahun di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Arifah memastikan pihaknya akan mengawal tuntas kasus di Banyuwangi tersebut. Selain mengawal penyelesaian kasus hingga pendampingan orang tua korban, Menteri PPPA juga mendesak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dan menangkap pelaku.

Sebelumnya, Menteri Arifah mengunjungi rumah korban pada Jumat, 15 November 2024. Arifah dalam kunjungannya ke kediaman keluarga korban menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut.

Kemen PPPA berkomitmen mendampingi keluarga korban dan memastikan keadilan ditegakkan demi perlindungan anak. “Kami mengutuk keras kekerasan yang diduga menimpa DCN. Kasus ini mencerminkan pentingnya penguatan perlindungan anak, terutama di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Arifah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Saat ini, Kemen PPPA bekerja sama dengan UPTD PPA Jawa Timur dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Banyuwangi untuk memastikan keluarga mendapatkan pendampingan asal, terkhusus saat proses autopsi jenazah.

Menteri Arifah menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk penyelesaian kasus ini. “Kami meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap kebenaran atas peristiwa ini dan memastikan keadilan bagi korban serta keluarganya,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Arifah mengimbau masyarakat melapor jika menemukan tindakan serupa kepada lembaga yang berwenang.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Kemen PPPA akan terus memperjuangkan hak anak dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak, karena anakku, anakmu, anak kita semua,” ucapnya.

Sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi madrasah ibtidaiyah di Banyuwangi terus berlanjut. Polisi menemukan tanda-tanda yang mengarah kepada kekerasan seksual.

Meski hasil autopsi belum keluar, dari hasil pemeriksaan awal Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra memastikan ada bukti kekerasan yang juga mengarah pada tanda-tanda kekerasan seksual.

Korban diduga dibunuh dan diperkosa, hal tersebut dikuatkan dengan temuan tanda kekerasan yang juga mengarah pada kekerasan seksual di tubuh korban.

[red]

Berita Terbaru

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)

Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo

10 July 2026 - 09:12 WIB

Jampidsus Febrie Diminta Mundur (Sumber: Center of Energy and Resources Indonesia/ CERI)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.
Populer Berita Hukum