Menu

Dark Mode
Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

Hukum

Orang Kepercayaan Riza Chalid Dipanggil Kejagung, Kapuspenkum: Aku Tanya Pidsus Dulu

Avatarbadge-check


					Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengatakan, Jampidsus selidiki 2.316‎ pekara dugaan korupsi pada tahun 2024. (Indonesiawatch.id/Dok. Kejagung) Perbesar

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengatakan, Jampidsus selidiki 2.316‎ pekara dugaan korupsi pada tahun 2024. (Indonesiawatch.id/Dok. Kejagung)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Baru-baru ini tersiar kabar pengusaha yang juga sebagai Direktur di PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo dikabarkan mendapat panggilan dari penyidik Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung untuk didengar keterangannya terkait kasus impor BBM dan minyak mentah di Pertamina Group yang sedang diselidiki Tim Pidsus Kejagung.

Saat pihak awak media mencoba konfirmasi terhadap pemanggilan Gading ke Kejagung, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar irit komentar. “Aku tanya ke Pidsus dulu ya,” ungkap Harli singkat.

Perlu diketahui, Gading Ramadhan Joedo merupakan pengusaha Indonesia yang telah menjabat sebagai Direktur PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi sejak 2012. Perusahaan ini bergerak di bidang pelayaran dan logistik, khususnya pengangkutan komoditas energi seperti minyak dan gas bumi (Migas).

Dikutip dari berbagai media, Gading adalah orang kepercayaan dari Mohammad Riza Chalid, seorang pebisnis yang dikenal dengan julukan “Saudagar Minyak” atau “The Gasoline Godfather” karena dianggap mendominasi impor minyak melalui Petral dan kerap disebut sebagai “penguasa abadi bisnis minyak” di Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai direktur, Gading bertanggung jawab atas operasi serta pengelolaan perusahaan, memastikan pendistribusian Migas dilakukan secara efisien dan andal melalui layanan pelayaran yang terpadu. Keterlibatannya di sektor pelayaran dan logistik—khususnya dalam pengangkutan migas.

Sebelumnya PT Orbit Terminal Merak yang dinahkodai Gading sempat mencuat kepublik pada saat kasus “Papa Minta Saham” lagi heboh. Terungkap salah satu tokohnya Setya Novanto sebagai ketua DPR saat itu membuat memo ke Direksi Pertamina (Persero) untuk membayarkan invoice PT Orbit Terminal Merak, tapi tidak digubris Direksi Pertamina lantaran ada memo dari KPK.

Ketika soal pemeriksaan Gading ditanyakan kepada Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman yang sedang berada di Medan, dia menjawab santai. “Oh, Gading diperiksa penyidik ya?,” jawab Yusri.

Yusri lantas mengaku merasa aneh atas sikap Kejagung soal penyidikan umum soal impor BBM dan Minyak Mentah ini.

“Respon Kejagung soal kabar pemeriksaan Gading ini beda sekali dengan acara penggeledahaan di Ditjen Migas seminggu lalu yang terkesan telah didramatisir seolah-olah epicentrum kasusnya ada di Ditjen Migas Kementerian ESDM, padahal tidak dan jauh dari adanya keterlibatan” ungkap Yusri.

Yusri kemudian menjelaskan, episentrum dugaan permainan impor untuk BBM dan LPG itu adanya di PT Pertamina Patra Niaga dan untuk impor minyak mentah itu proses bisnisnya di PT Kilang Pertamina International, sementara soal minyak mentah dan kondensat bagian negara dari hasil produksi dalam negeri proses bisnisnya ada di Pertamina Hulu Energi.

Lanjut Yusri, untuk mengangkut semua minyak dari suatu tempat ke tempat lainnya tersebutlah kegiatannya dilaksanakan oleh PT Pertamina International Shipping, nah di subholding subholding itulah muncul dugaan ada cawe cawe mister James.

Oleh sebab itu, lanjut Yusri, berdasarkan indikasi tersebut di atas, CERI berharap kasus yang sedang disidik Kejagung ini sebaiknya mendapat supervisi dari KPK agar kerja Tim Pidsus tidak masuk angin dipanjat oleh oknum-oknum yang mudah tergiur oleh mafia Migas, bahkan jika dianggap perlu KPK bisa mengambil alih proses penyidikannya.

“Karena soal dugaan permainan impor BBM, Minyak Mentah dan LPG ini terkait langsung dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak,” pungkas Yusri.

[red]

Berita Terbaru

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun

20 March 2026 - 07:11 WIB

Pengurus Pusat Bantuan Hukum (PBH) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Jakarta Timur (Sumber: AAI Jaktim)
Populer Berita Hukum