Menu

Dark Mode
Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949 BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break

Opini

Pemko Tangerang Diduga Diskriminasi Sekolah PAUD yang Raih Prestasi Nasional

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).
Perbesar

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id –Presiden Prabowo mencanangkan program Indonesia Pintar dan gencar untuk meningkatkan pemerataan kualitas Pendidikan di Indonesia. Semangat itu diikuti oleh seorang warga masyarakat di wilayah Kota Tangerang.
Dengan bermodal tekad dan semangat mendidik, warga Tangerang itu membangun PAUD Sekolah Islam Jayawinata di Kunciran Pinang Kota Tangerang dan sudah ada selama lebih dari 15 tahun.

Seiring dengan kerja keras dan keikhlasan demi menyongsong Indonesia Emas, Ita Budiarti pendiri PAUD Sekolah Islam Jayawinata, akhirnya menuai prestasi luar biasa. Ketika PAUD Sekolah Islam Jayawinata adalah salah satu dari 40 PAUD se Indonesia, terpilih oleh Kemendikdas sebagai PAUD model Deep Learning.

Dibalik prestasi luar biasa PAUD Sekolah Islam Jayawinata, terselip kisah ironi tentang adanya perlakuan diskriminasi dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang, terhadap sekolah yang didirikan Ita Budiarti.

Entah kenapa pada acara verifikasi yang diselenggarakan oleh Kemendikdas, pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang menerima undangan Kemendikdas, untuk pendampingan PAUD Sekolah Islam Jayawinata, ternyata tidak memenuhi undangan tersebut.

Sementara 39 PAUD dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, pada acara verifikasi didampingi oleh Dinas Pendidikan masing-masing.

Ketika pihak media meminta konfirmasi kepada Walikota Tangerang, tentang ketidak hadiran Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk memenuhi undangan Kemendikdas, tidak memperoleh jawaban apapun.

Sangat disayangkan jika Walikota Tangerang miskin pemahaman pentingnya pendidikan dasar, sebagai pondasi krusial dalam rangka membangun kemampuan dasar seperti membaca, menulis, berhitung, berpikir kritis, dan komunikasi serta pembentukan karakter, melalui penanaman nilai moral, disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan sosial yang fundamental untuk perkembangan pribadi dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

Bahkan sikap diskriminasi dalam pengelolaan pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang apapun alasannya, adalah tindakan insubordinasi terhadap perintah presiden Prabowo yang mencanangkan Program Indonesia Pintar.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi

10 January 2026 - 13:08 WIB

Eggi Sudjana, salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi

Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

27 December 2025 - 17:53 WIB

Kemerdekaan INdonesia 17 Agustus 1945

BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana

23 December 2025 - 19:40 WIB

TNI di tengah bencana banjir Sumatera.

RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid

14 December 2025 - 20:45 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break

9 December 2025 - 15:54 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Antara Foto).
Populer Berita Opini