Jakarta, Indonesiawatch.id – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menilai Kapolda Banten layak mengevalusi kinerja Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan Kurniawan.
“Saya kira pantas dievaluasi oleh Kapolda Banten kinerjanya,” kata Edi menanggapi buntut dari tewasnya bos retal mobil Ilyas Abdurrahman.
Baca juga:
Empat Orang Ditangkap terkait Penggelapan dan Penembakan Bos Rental Mobil
Edi kepada wartawan pada akhir pekan kemarin menilai kinerja Kapolsek Cinangka tersebut layak dievaluasi karena sudah mendapat laporan dari bawahannya bahwa pihak yang diduga menggelelapkan mobil membawa senjata api (senpi).
“Kapolsek sudah diberi tahu, kemudian tidak memberikan respons apa-apa,” ujarnya.
Menurutnya, tidak menugaskan bawahannya untuk mendampingi almarhum tim Ilyas Abdurrahman itu menjadi persoalan karena mereka meminta pertolongan karena kondisinya darurat, yakni adanya senpi.
“Tidak direspons dengan cepat. Saya kira itu memang boleh dikatakan tidak memiliki rasa kepedulian,” katanya.
Terkait penjelasan AKP Asep bahhwa pihaknya tidak memberikan pendampingan karena harus sesuai prosedur atau SOP, yakni harus terlebih dahulu membuat laporan, Edi menyampaikan, itu kalau dalam kondisi normal.
“Kalau lihat SOP, memang setiap ada pengaduan kan memang didahului dengan laporan polisi. Tapi itu dalam keadaan normal,” ujarnya.
Tapi dalam keadaan yang sangat darurat, lanjut dia, polisi harus cepat memberikan bantuan atau perlindungan. Menurutnya, ini sama ketika misalnya ada perampokan, kemudian korban teriak minta tolong, tidak mungkin saat itu korban harus membuat laporan untuk mendapatkan pertongan.
“Polisi yang ada di situ harus memberikan respons,” ucapnya.
Menurut Edi, itu sama ketika
ada masyarakat datang ke kantor polisi, kemudian meminta bantuan karena keadaan darurat, yakni ada ancaman senjata api dari oknum aparat.
“Saya kira dia dalam keadaan kesulitan, kemudian meminta bantuan,” ujarnya.
“Jadi kalau misalnya tidak dilayani, saya kira ini di luar daripada sesuatu yang normal,” katanya.
[red]







