Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Pertama Kali Tanpa Oposisi, PDI-P Masuk ke Pemerintahan, Prabowo Full Power

Avatarbadge-check


					Prabowo Subianto. Perbesar

Prabowo Subianto.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Puan Maharani, memberi kepastian internal PDI-P solid mendukung Pemerintahan Prabowo, untuk membangun Indonesia kedepan. Pernyataan Puan yang disampaikan kepada awak media pada 16 Oktober 2024 di komplek Parlemen, menghapus teka teki arah kebijakan politik PDI-P dan sekaligus mempertegas pemerintahan Prabowo full power.

Begitu juga stabilitas politik nasional kedepan, dapat terjaga sejalan dengan semua parpol berada dalam genggaman Prabowo. Tetapi fenomena merapatnya oposisi besar kedalam kekuasaan Negara, mengisyaratkan ancaman bagi demokrasi.

Terlebih diketahui Prabowo memiliki program ambisius yang membutuhkan gelontoran dana sangat besar, tentunya tidak akan menemui kesulitan, ketika digelar di forum legislatif.

Prabowo sejak awal telah memberi warning, agar berbagai kekuatan politik dapat berjalan seiring, bagi yang tidak dapat kerja sama, silahkan jadi penonton dan jangan mengganggu. Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya keengganan Prabowo terhadap kehadiran oposisi untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintahannya.

Hal ini tentunya tidak berlebihan, jika menelisik sosialisasi nilai yang membentuk karakter kepemimpinan Prabowo, sangat dipengaruhi oleh gaya militer yang sangat mengedepankan “kebijakan satu arah” dan “Top Down”.

Manuver politik Prabowo saat ini, adalah berupaya membangun kekuatan politik tanpa lawan, dengan memanfaatkan kursi cabinet sebagai barter politik. Potret politik Indonesia hari ini, melulu menyajikan bagi-bagi jabatan Negara, tidak sedikitpun memberikan pendidikan politik untuk membangun demokrasi.

Tanpa oposisi, demokrasi hanya akan melahirkan monster kekuasaan dan tumbuh suburnya oligarki, dengan prilaku tamak dan serakah, tak sungkan gadaikan kedaulatan. Nasib rakyat tetap tidak berubah, menjadi objek dari para juragan partai politik.

Suara rakyat sebagai corong demokrasi, nampaknya akan kembali tersumbat, sejalan dengan adanya ancang-ancang untuk merevisi undang-undang penyiaran, dengan target menggusur jurnalis investigasi yang kita ketahui sebagai ujung tombak penyibak tabir kejahatan para pemangku kebijakan.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum