Menu

Dark Mode
PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

Opini

Pertama Kali Tanpa Oposisi, PDI-P Masuk ke Pemerintahan, Prabowo Full Power

Avatarbadge-check


					Prabowo Subianto. Perbesar

Prabowo Subianto.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Puan Maharani, memberi kepastian internal PDI-P solid mendukung Pemerintahan Prabowo, untuk membangun Indonesia kedepan. Pernyataan Puan yang disampaikan kepada awak media pada 16 Oktober 2024 di komplek Parlemen, menghapus teka teki arah kebijakan politik PDI-P dan sekaligus mempertegas pemerintahan Prabowo full power.

Begitu juga stabilitas politik nasional kedepan, dapat terjaga sejalan dengan semua parpol berada dalam genggaman Prabowo. Tetapi fenomena merapatnya oposisi besar kedalam kekuasaan Negara, mengisyaratkan ancaman bagi demokrasi.

Terlebih diketahui Prabowo memiliki program ambisius yang membutuhkan gelontoran dana sangat besar, tentunya tidak akan menemui kesulitan, ketika digelar di forum legislatif.

Prabowo sejak awal telah memberi warning, agar berbagai kekuatan politik dapat berjalan seiring, bagi yang tidak dapat kerja sama, silahkan jadi penonton dan jangan mengganggu. Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya keengganan Prabowo terhadap kehadiran oposisi untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintahannya.

Hal ini tentunya tidak berlebihan, jika menelisik sosialisasi nilai yang membentuk karakter kepemimpinan Prabowo, sangat dipengaruhi oleh gaya militer yang sangat mengedepankan “kebijakan satu arah” dan “Top Down”.

Manuver politik Prabowo saat ini, adalah berupaya membangun kekuatan politik tanpa lawan, dengan memanfaatkan kursi cabinet sebagai barter politik. Potret politik Indonesia hari ini, melulu menyajikan bagi-bagi jabatan Negara, tidak sedikitpun memberikan pendidikan politik untuk membangun demokrasi.

Tanpa oposisi, demokrasi hanya akan melahirkan monster kekuasaan dan tumbuh suburnya oligarki, dengan prilaku tamak dan serakah, tak sungkan gadaikan kedaulatan. Nasib rakyat tetap tidak berubah, menjadi objek dari para juragan partai politik.

Suara rakyat sebagai corong demokrasi, nampaknya akan kembali tersumbat, sejalan dengan adanya ancang-ancang untuk merevisi undang-undang penyiaran, dengan target menggusur jurnalis investigasi yang kita ketahui sebagai ujung tombak penyibak tabir kejahatan para pemangku kebijakan.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba
Populer Berita Opini