Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Perusahaan Vietnam Tuduh Manipulasi Kadar Batu Bara, PT Sumber Global Energy Tbk Membantah

Avatarbadge-check


					Direktur Utama SGER, Welly Thomas mengirim surat ke Dubes Vietnam untuk Indonesia, terkait tentang tuduhan manipulasi kadar batu bara. (ist.) Perbesar

Direktur Utama SGER, Welly Thomas mengirim surat ke Dubes Vietnam untuk Indonesia, terkait tentang tuduhan manipulasi kadar batu bara. (ist.)

Sesuai dengan sertifikat No. C2110.I.10G24.002, Sertifikat No. C2110.I.10G24.002OR dan Sertifikat No. C31.I.10G24.002DS tanggal 15 Juli 2024, dikonfirmasi bahwa batu bara yang dipasok oleh SGER sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi Kontrak.

Kedua, setelah kargo tiba di lokasi pembangkit VT4, Danka mengklaim bahwa kualitas batu bara yang dikirim SGER lebih rendah daripada kualitas pada saat pemuatan. Akibatnya, pada tanggal 8 Agustus 2024, Danka mengklaim kompensasi sebesar USD 2.81 juta.

Selanjutnya, Danka menuduh SGER melakukan penipuan dan merusak keamanan energi nasional. Hanya saja, Danka tidak dapat memberikan bukti kepada kami atas tuduhan mereka. Karena itu, menurut surat SGER tadi, tuduhan Danka tidak berdasar dan tidak dapat diterima.

Keempat, Welly dalam suratnya juga mengatakan bahwa SGER tidak bertanggungjawab atas risiko atau kerusakan kargo setelah dimuat ke kapal. Karena Para pihak sepakat menggunakan skema Free on Board (FOB). Artinya penjual hanya bertanggungjawab sampai barang dimuat. Risiko selanjutnya ditanggung Danka sampai ke end user atau pengguna akhir di Vietnam.

Kelima, selama ini kontrak jual beli batu bara antara SGER dan Danka adalah dengan pengapalan skema Cost and Freight (CNF). Skema ini mewajibkan SGER bertanggungjawab atas barang yang dikirim sampai tujuan.

“Tapi berbeda dengan transaksi kali ini dalam Perjanjian Jual Beli yang menggunakan incoterms FOB akibat adanya permintaan dari Danka atas perubahan tersebut,” tertulis di surat SGER ke Duta Besar Vietnam.

SGER menyayangkan Danka mengadu kemana-mana atas persoalan ini. Padahal, menurut pihak SGER, masalah ini adalah perselisihan komersial di sektor swasta antara dua perusahaan swasta.

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update