Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Collection

Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu

Avatarbadge-check


					Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan Perbesar

Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan "pabrik" uang palsu. (Indonesiawatch.id/Ist)

Makassar, Indonesiawatch.id – Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. ‎Hamdan Juhanis, mempunyai peran signifikan dalam mengungkap “pabrik” uang palsu di kampusnya.

Reonald kepada wartawan pada akhir pekan ini menyampaikan, Prof. Hamdan sangat membantu polisi dalam mengungkap pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin.

Baca juga:
Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin

Ia menuturkan, awalnya berkoordinasi dengan Prof Hamdan setelah mendapatkan informasi bahwa diduga ada “pabrik”‎ uang palsu di di Kampus UIN Alauddin.

Prof. Hamdan,‎ kata Reonald, sangat kaget mendapat informasi tersebut. Dia kemudian menanyakan di bagian mana lokasinya. “Ini sementara kita cari Prof,” Reonald menuturkan.

Prof Hamdan lalu aktif mencari informasi tentang keberadaan atau lokasi pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin. Menurut Reonald, jika Prof. Hamdan tidak membantu, penyidik akan kesulitan mengungkap pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.

“Kampus ini kan luas. Mungkin jika Prof tidak bantu, butuh waktu lama. Tapi atas bantuan Pak Rektor, kita temukan dalam waktu satu malam,” ujarnya.

Reonald mengungkapkan, Prof Hamdan didampingi wakil rektor I dan II serta beberapa pejabat UIN Alauddin lainnya hadir saat mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta ditemukan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin.

Prof Hamdan ‎geram atas ulah atau perilaku bawahannya, yakni Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus sebagai tempat untuk membuat uang palsu.

“Selaku pimpinan tertinggi di UIN saya marah, malu, tertampar,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai upaya untuk membuat nama baik yang dilakukan seluruh kalangan di UIN Alauddin sirna hanya gegarah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Setengah mati kami membangun kampus, reputasi, bersama pimpinan dengan sekejap dihancurkan,” ujarnya.

Berita Terbaru

Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun

20 March 2026 - 07:11 WIB

Pengurus Pusat Bantuan Hukum (PBH) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Jakarta Timur (Sumber: AAI Jaktim)

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.
Populer Berita Ekonomi