Menu

Dark Mode
Marcella Santoso, Modus Penggunaan Buzzer & Halangi Proses Hukum Kasus Korporasi Besar Waspada Manipulasi Opini Publik Demi Operasi Penyelamatan Kerry Riza Chalid Rakyat Mendesak Presiden Hentikan Bisnis Wilmar Group di Indonesia Loyalis Prabowo Bocorkan Kemarahan Presiden kepada Kapolri Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital Menegakkan Keadilan di Kasus Hukum Wilmar Group

Collection

Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu

Avatarbadge-check


					Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan Perbesar

Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan "pabrik" uang palsu. (Indonesiawatch.id/Ist)

Makassar, Indonesiawatch.id – Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. ‎Hamdan Juhanis, mempunyai peran signifikan dalam mengungkap “pabrik” uang palsu di kampusnya.

Reonald kepada wartawan pada akhir pekan ini menyampaikan, Prof. Hamdan sangat membantu polisi dalam mengungkap pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin.

Baca juga:
Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin

Ia menuturkan, awalnya berkoordinasi dengan Prof Hamdan setelah mendapatkan informasi bahwa diduga ada “pabrik”‎ uang palsu di di Kampus UIN Alauddin.

Prof. Hamdan,‎ kata Reonald, sangat kaget mendapat informasi tersebut. Dia kemudian menanyakan di bagian mana lokasinya. “Ini sementara kita cari Prof,” Reonald menuturkan.

Prof Hamdan lalu aktif mencari informasi tentang keberadaan atau lokasi pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin. Menurut Reonald, jika Prof. Hamdan tidak membantu, penyidik akan kesulitan mengungkap pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.

“Kampus ini kan luas. Mungkin jika Prof tidak bantu, butuh waktu lama. Tapi atas bantuan Pak Rektor, kita temukan dalam waktu satu malam,” ujarnya.

Reonald mengungkapkan, Prof Hamdan didampingi wakil rektor I dan II serta beberapa pejabat UIN Alauddin lainnya hadir saat mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta ditemukan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin.

Prof Hamdan ‎geram atas ulah atau perilaku bawahannya, yakni Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus sebagai tempat untuk membuat uang palsu.

“Selaku pimpinan tertinggi di UIN saya marah, malu, tertampar,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai upaya untuk membuat nama baik yang dilakukan seluruh kalangan di UIN Alauddin sirna hanya gegarah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Setengah mati kami membangun kampus, reputasi, bersama pimpinan dengan sekejap dihancurkan,” ujarnya.

Berita Terbaru

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)
Populer Berita Hukum