Makassar, Indonesiawatch.id – Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhanis, mempunyai peran signifikan dalam mengungkap “pabrik” uang palsu di kampusnya.
Reonald kepada wartawan pada akhir pekan ini menyampaikan, Prof. Hamdan sangat membantu polisi dalam mengungkap pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin.
Baca juga:
Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin
Ia menuturkan, awalnya berkoordinasi dengan Prof Hamdan setelah mendapatkan informasi bahwa diduga ada “pabrik” uang palsu di di Kampus UIN Alauddin.
Prof. Hamdan, kata Reonald, sangat kaget mendapat informasi tersebut. Dia kemudian menanyakan di bagian mana lokasinya. “Ini sementara kita cari Prof,” Reonald menuturkan.
Prof Hamdan lalu aktif mencari informasi tentang keberadaan atau lokasi pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin. Menurut Reonald, jika Prof. Hamdan tidak membantu, penyidik akan kesulitan mengungkap pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.
“Kampus ini kan luas. Mungkin jika Prof tidak bantu, butuh waktu lama. Tapi atas bantuan Pak Rektor, kita temukan dalam waktu satu malam,” ujarnya.
Reonald mengungkapkan, Prof Hamdan didampingi wakil rektor I dan II serta beberapa pejabat UIN Alauddin lainnya hadir saat mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta ditemukan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin.
Prof Hamdan geram atas ulah atau perilaku bawahannya, yakni Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus sebagai tempat untuk membuat uang palsu.
“Selaku pimpinan tertinggi di UIN saya marah, malu, tertampar,” ujarnya.
Ia menyampaikan, berbagai upaya untuk membuat nama baik yang dilakukan seluruh kalangan di UIN Alauddin sirna hanya gegarah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Setengah mati kami membangun kampus, reputasi, bersama pimpinan dengan sekejap dihancurkan,” ujarnya.






