Jakarta, Indonesiawatch.id – Bos rental mobil Makmur Jaya Rental Motor, Ilyas Abdurrahman, sempat meminta bantuan polisi karena orang yang menguasai mobilnya mempunyai senjata api (senpi).
Anak almarhum Ilyas Abdurrahman, Rizky Agam, kepada wartawan pada Jumat, (3/1), menuturkan, ayahnya sempat mampir ke Polsek Cinangka, Cilegon, Banten, untuk meminta bantuan.
Baca juga:
Anak Bos Rental Mobil: Yang Pegang Mobil Anggota TNI AL dan Punya Senpi
“Jadi kita mengejar sambil mencari tahu bagaimana caranya. Ternyata inisiatif kita mampir ke polsek terdekat. Karena memang kita ingin meminta perlindungan ya,” kata Rizky.
Ia menyampaikan, pihaknya mencari cara karena mobil yang semula disewa Ajat Sudrajat itu sudah berpindah tangan. Mobil itu kini dikuasai orang yang mengaku anggota TNI AL dan punya senpi.
“Tibalah di Pantai Anyer, mobil Brio itu berhenti sekitar 15-20 menitan. Nah kita cek, ternyata di situ ada polsek terdekat dengan kita, itu Polsek Cinangka,” ujarnya.
Rizky menyampaikan, pihaknya datang ke Polsek Cinangka dan menyampaikan kronologi kepada petugas soal maksud kedatangan ke kantor tersebut.
“Kita dari pemilik rental, mempunyai bukti-bukti kepemilikan seperti BPKB, STNK, dan kunci serep. Kita kasih kronologi bahwa mobil kita ini sudah dipindahtangankan dan orang tersebut membawa senjata api,” ujarnya.
Almarhum, kata Rizky, sempat meminta tolong batuan pendampingan karena orang yang menguasai mobil tersebut mempunyai senpi.
“Ayah saya meminta tolong, bantuan untuk penampingan, tetapi sangat disayangkan sekali, dari Polsek Cinangka keberatan untuk menampingi,” ungkapnya.
“Padahal bapak saya sudah mohon-mohon untuk meminta tolong untuk menampingan karena kita enggak bawa apa-apa warga sipil,” ujarnya.
“Terus juga, maaf, Bapak saya sudah bilang dari awal, Bapak ikut saya, nanti saya kasih uang kerja Bapak, sudah ditawarkan seperti itu. Tapi dari polsek situ sudah menelepon ke kapolsek tetap tidak dihiraukan,” ungkapnya.
Setelah gagal mendapat pendampingan dari Polsek Cinangka, tim kembali mengejar mobil Honda Brio yang kini dikuasi oleh orang yang mengaku anggota TNI AL dan memiliki senpi tersebut.
Setelah itu, mobil Brio menuju ke Cilegon dan memasuki tol. Rizky menyampaikan, awalnya tim yang dipimpin kakanya mengira bahwa mobil itu hendak dilarikan ke arah Lampung.
Karena itu, tim meminta bantuan kepada Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) untuk memblokade mobil tersebut di Pelabuhan Merak.
“Ternyata mobil tersebut tidak ke Lampung, ke Merak, dia masuk ke arah Jalan Tol Jakarta,” katanya.
Tim kemudian menghubungi lagi AMRI, komunitas yang juga menjadi tempat bernanung Makmur Jaya Rental Motor untuk meminta bantuan untuk mengambil mobil tersebut.
“Dibantulah tiga mobil, ada 15 orang dari anggota ARMI Tangerang. Ada 15 anggota, jadi kita bergerak. Ada yang jaga di tol Cikupa, ada yang jaga di Tol Balaraja, dan satu lagi di Cikande,” katanya.
Ternyata, mobil tersebut sudah melewati pos Cikande. Tim yang dari Cikande pun mengikuti tim dari rental untuk bersama-sama mengejar mobil tersebut.
“Lalu pada saat di Rest Area 45 [Tol Tangerang-Merak], mobil tersebut masuk ke rest area tersebut. Jadi kita bareng-bareng ke rest area tersebut, mobil sudah di Indomaret, dan keadaan mobil sudah tidak ada orang,” katanya.
Pada Kamis dinihari, (2/1/2025) itu, salah satu anggota tim melihat bahwa sopir dari Brio lari ke belakang Indomaret melalalui samping.
“Jadi langsung tertangkap, langsung didekap karena kita ingin menahan orang yang memegang senjata api tersebut,” ucapnya.
Tim tidak tahu bahwa orang yang semula mengaku anggota TNI AL dan membawa senpi itu sudah pindah ke mobil Daihatsu Sigra hitam yang ada di samping mobil Brio.
“Ketika kita lagi mendekat si yang bawa mobil Brio itu, dari mobil Sigra dia membuka kaca, mengancam, dan menodongkan pistol ke arah kita,” ujarnya.
“Terdengar sampai 4 atau 5 kali tembakan bertubi-tubi, yang tidak tahu mengarah ke mana, mengarah kepada kita semua. Akhirnya kita semua kabur, menyelamatkan diri,” kata dia.
Rizky yang mevideokan peristiwa itu, kemudian meminta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitar SPBU bahwa mobilnya mau dicuri orang.
“Namun pada saat saya kembali lagi ke Indomaret, ternyata saya sudah melihat ayah saya bersimbah darah, tergeletak, dan sudah tidak tertolong lagi,” katanya pilu.
Ia kemudian membawa sang ayah ke RSUD setempat. “Namun di perjalanan memang sudah tidak tertolong lagi dan meninggal pada saat itu juga,” katanya.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arif N. Yusuf, kepada wartawan menyampaikan bahwa bos rental mobil insial RM (60 tahun) tewas akibat tembakan di bawah ketiak kanan dan IS (48 tahun) terluka akibat tembak di dada dan tangan kiri.
Arif menyampaikan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pihaknya menemukan 5 selongsong peluru 9 mm merek Luger dan satu uni Brio oranye.
“Kami berkomitmen untuk segera menangkap pelaku,” ujar Kombes Pol Bahtiar Joko Mujiono, Kapolresta Tangerang.
[red]







