Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Presiden Undang 7 Jurnalis Kawakan untuk Berbincang On The Record

Avatarbadge-check


					Presiden Undang 7 Jurnalis Kawakan untuk Berbincang On The Record Perbesar

Presiden Undang 7 Jurnalis Kawakan untuk Berbincang On The Record

Jakarta, Indonesiawatch.id – Presiden Prabowo Subianto mengundang 7 jurnalis diantaranya pemimpin redaksi, dalam rangka bincang-bincang on the record, di perpustakaan pribadi Presiden Prabowo, (6/03).

Jurnalis yang hadir diantaranya Lalumara Satriawangsa (TV One), Uni Lubis (IDN Times), Najwa Shihab (Narasi), Alfito Deanova (Trans TV), Valerina Daniel (TVRI), Sutta Dharmasuta (Kompas), Retno Pinasti (SCTV).

Pada bincang-bincang on the record selama 4 jam, Presiden meminta pertanyaan yang diajukan, belum pernah diajukan sebelumnya. Dari 7 pertanyaan yang diajukan oleh para jurnalis, Presiden memberi jawaban cukup fair, tanpa menutupi berbagai kekurangan pada pemerintahannya.

Bahkan ketika ditanya soal berapa nilai yang pantas diberikan presiden, terkait 100 hari kinerjanya, nilai 6 mungkin pantas untuk kinerja presiden, jawab Prabowo.

Menyangkut pertanyaan tentang UU TNI tahun 2025 yang dinilai akan mengembalikan dwifungsi TNI, Presiden Prabowo dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sebagai bagian dari TNI yang menghendaki perubahan dan mendukung reformasi.

Agenda revisi UU TNI semata-mata TNI dapat lebih berkembang sebagai organisasi, maka dibutuhkan perpanjangan masa pensiun Pati TNI, mengingat selama ini TNI kerapkali dihambat oleh masa jabatan Panglima TNI yang singkat.

Selanjutnya menyangkut pertanyaan seputar kritik dan demo terhadap revisi UU TNI yang dinilai tidak transparan serta adanya kekhawatiran RUU Polri akan tidak transparan. Prabowo menjawab bahwa memaklumi adanya kekhawatiran publik, karena tidak memabca naskah asli tentang RUU TNI.

Prabowo berjanji untuk pembahasan RUU Polri akan diedarkan naskah aslinya, sebagai komitmen transparansi. Kemudian menjawab pertanyaan tentang berapa angka yang diberikan untuk menilai kinerja diri sendiri, Presiden dengan bijak memberi nilai 6, karena masih banyak yang harus diperbaiki, seperti komunikasi publik yang mendapat perhatian.

Menyangkut kinerja birokrasi, Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan mengedepankan prinsip organisasi “The Right Person at the right place at the right time”. Terus berusaha melakukan percepatan dan efesiensi management, dalam rangka memberi pelayanan terbaik untuk rakyat.

Di bidang penegakan hukum, presiden mengatakan, telah ada pembuktian untuk mengungkap kasus besar korupsi, walaupun proses hukum masih perlu dibenahi, khususnya aspek kesejahteraan para hakim, agar bekerja lebih fokus.

Presiden dalam menjawab pertanyaan soal TNI aktif masuk BUMN, dikatakan TNI Aktif tidak boleh masuk BUMN kecuali harus pensiun dulu.

Terakhir menyangkut pertanyaan soal kebijakan tariff Trump, presiden Prabowo mengatakan, kebijakan tarif akan menghantam sektor ekspor padat karya, oleh sebab itu saya sudah siapkan team negosiasi termasuk ada Menko Ekonomi untuk berdialog dengan pemerintah AS.

Menghadapi perubahan global yang sulit dideteksi, presiden menegaskan sudah saatnya kita harus berdikari, itulah mengapa prabowo begitu perhatian untuk membentuk Danantara, sebagai garda terdepan membangun ekonomi yang berdiri diatas kaki sendiri.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)
Populer Berita Opini