Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Teknologi

Princeton Digital Group Akuisisi Lahan Berdaya 500 MW untuk Kembangkan Pusat Data

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Pusat Data PDG (Doc. PDG) Perbesar

Ilustrasi Pusat Data PDG (Doc. PDG)

Jakarta, Indonesiawatch.id –  Penyedia pusat data terkemuka di Asia, Princeton Digital Group (PDG) secara resmi mengumumkan telah mengakuisisi lahan untuk ekspansi kapasitas dengan daya 500 megawatt (MW) di pasar-pasar utama di seluruh Asia.

PDG yang berkantor pusat di Singapura memiliki portofolio pusat data pan-Asia yang mencakup enam negara, yakni: Singapura, Jepang, India, Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia. Perusahaan ini melayani kebutuhan atas kecerdasan buatan (AI) dan cloud bagi sejumlah perusahaan teknologi terbesar di dunia yang beroperasi di negara-negara tersebut.

Lahan dan daya sebesar 500 MW di Malaysia, India, dan Indonesia akan semakin memperkuat kemitraan strategis PDG dengan para hyperscaler dalam rangka ekspansi infrastruktur AI serta mendorong program investasi senilai US$5 miliar atau setara lebih dari Rp76,7 triliun untuk PDG.

Chairman, CEO, dan Co-founder PDG, Rangu Salgame menyatakan, selama 18 bulan terakhir, AI telah sepenuhnya mengubah lanskap pusat data. Rangu menyebut, pihaknya melihat peningkatan tajam atas permintaan di Amerika Utara, diikuti oleh gelombang awal permintaan berbasis AI di Asia. PDG telah menjadi penerima manfaat utama dari lonjakan perdana tersebut atas keterlibatan mendalam dengan hyperscaler, rekam jejak aktivitas, dan jaringan pusat data.

“Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan AI yang berkelanjutan, serta didorong oleh kebutuhan strategis para pelanggan, saat ini kami telah mengakuisisi tambahan lahan dengan daya sebesar 500 MW serta jaringan ekspansi. Kapasitas ini berada di lokasi-lokasi di mana kami telah membuktikan kemampuan kami untuk memberikan hasil yang memuaskan,” ujar Rangu Salgame.

“Dengan menjamin adanya akses dan peta jalan menuju daya penuh di sejumlah lokasi ini, kami terus berada di posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan pelanggan di Pan Asia akan kapasitas pusat data yang dapat ditingkatkan, dibangun oleh tim kelas dunia yang berpengalaman dan siap mendukung kebutuhan AI,” Rangu menambahkan.

Kapasitas sebesar 500 MW yang tersebar di Mumbai, Chennai, Johor, dan Jakarta, mencakup total luas lahan seluas lebih dari 88 hektare. Pusat data andalan PDG di Mumbai, MU1, akan menjadi kampus berkapasitas 150 MW dengan penambahan kapasitas sebesar 100 MW.

Hadirnya kampus baru berkapasitas 72 MW di Chennai, menandai peningkatan jejak PDG di India menjadi total 230 MW. Melalui penambahan kapasitas sebesar 200 MW, Johor akan menjadi kawasan pusat data PDG berkapasitas total 370 MW.

Ekspansi juga mencakup lahan berkapasitas 100 MW di Jakarta. Lokasi-lokasi ini akan menjadi sejumlah kampus pusat data terbesar di kawasan tersebut yang siap mendukung AI, mempertegas posisi PDG sebagai pemimpin pasar di Asia.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker

9 May 2026 - 19:20 WIB

Populer Berita Teknologi