Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Minerba

Rekanan Grup Tsingshan Kolaborasi dengan Vale Indonesia, China Semakin Kuasai Nikel Indonesia

Avatarbadge-check


					Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kolaborasi strategis antara PT Vale Indonesia Tbk dan GEM Co., Ltd. di Beijing, China (Investor.id). Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kolaborasi strategis antara PT Vale Indonesia Tbk dan GEM Co., Ltd. di Beijing, China (Investor.id).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Produsen bahan baterai asal Tiongkok GEM Co Ltd menandatangani kesepakatan dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di China. Kedua perusahaan terbuka tersebut sepakat kerjasama dalam hal pembangunan pabrik pengolahan nikel dengan teknologi teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL).

Nilai proyek tersebut sebesar USD 1,4 miliar atau sekitar Rp22 triliun yang akan berlokasi di Sulawesi Tengah. Pabrik tersebut diklaim, nantinya dapat mengolah 60.000 nikel ore menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) setiap tahun.

Baca juga:
Walhi Minta Prabowo Moratorium Izin Tambang Nikel, PLTU Industri & Batalkan Proyek Sulawesi Palm Oil Belt

MHP merupakan salah satu komponen penting untuk baterai sistem penyimpanan energi (ESS). Dikutip dari Reuters, produksi nikel Vale akan digunakan sebagai pengaman pasokan untuk pabrik yang akan dibangun GEM.

GEM sendiri merupakan perusahaan swasta dengan nama sebelumnya Shenzhen Green-Eco-Manufacture Hi-Tech Co, Ltd. GEM merupakan rekanan perusahaan Tsingshan Grup, penguasa Kawasan Industri Morowali.

GEM dan Tsingshan sebagai pemegang saham di PT. QMB New Energy Materials, perusahaan pengeruk nikel Indonesia. GEM sebesar 63% dan Tsingshan (10% saham).

Penandantangan kerjasama GEM dan Vale tersebut, dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari lawatan Prabowo ke China.

“Kita harus memberi contoh bahwa di era ini, perlu kerja sama, bukan konfrontasi, adalah jalan menuju perdamaian dan kesejahteraan,” kata Prabowo seraya menambahkan Indonesia berkomitmen mendukung investor Tiongkok, seperti dikutip dari Reuters, (11/11).

Kerjasama untuk mendukung pembangunan pabrik pengolahan nikel GEM tersebut pun semakin mengukuhkan perusahaan China mengusai bisnis nikel, baik hulu maupun mid-hilir di Indonesia.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

3 March 2026 - 20:45 WIB

Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey (Sumber: rajawaliinvestasigrup.com)

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.
Populer Berita Ekonomi