Menu

Dark Mode
Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949 BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break

Opini

Rekonstruksi Pendidikan Bela Negara

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Bela Negara Perbesar

Ilustrasi Bela Negara

Jakarta, Indonesiawatch.id – Merujuk kepada UUD 45 Pasal 27 mengamanatkan “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”, terkandung makna bahwa ada kewajiban setiap warga negara Indonesia, membela marwah kedaulatan negara, dari setiap potensi kerawanan dan ancaman yang semakin multidimensional, akibat cepatnya arus perubahan globalisasi.

Pendidikan bela negara merupakan implementasi dari penghormatan warga negara untuk menjunjung tinggi hak asasi negara (Rights of state) yang berisi hak mempertahankan kedaulatan dan hak untuk memperoleh kesetaraan dengan negara lain, dalam pergaulan internasional.

Oleh karenanya, dalam rangka membangun sikap mental warga negara yang memiliki semangat bela negara, dibutuhkan kesadaran setiap warga negara yang diikat oleh nilai kebangsaan yang kuat. Realita imajinasi kebangsaan Indonesia hari ini, belum dikaji untuk kepentingan strategi pertahanan dan keamanan, dalam rangka menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.

Berangkat dari cara pandang, soal menumbuhkan semangat bela negara dan sikap generasi muda yang semakin kritis, dibutuhkan pendekatan reciprocal, sehingga membangun rasa memiliki dari setiap warga negara akan pentingnya negara, sebagai legitimasi pergaulan internasional dan identitas serta jatidiri sebuah bangsa.

Oleh sebab itu, pendidikan bela negara tidak sekedar membangun disiplin melalui kegiatan baris berbaris dan semata-mata menjadi domain militer, tetapi harus mampu mentransformasikan sejarah kebesaran bangsa Indonesia, kepada seluruh warga negara. Strategi bela negara dengan pendekatan sejarah, menjadi kunci untuk menstimulir kecintaan generasi muda terhadap Indonesia.

Sejarah masa lalu bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar adalah fakta sejarah yang harus diketahui generasi muda. Indonesia bukan bangsa kuli dan tidak pernah dijajah 350 tahun. Sejak kejayaan Majapahit, telah menguasai teknologi metalurgi untuk pembuatan meriam dan penguasaan pembuatan kapal laut dengan panjang 300 meter. Indonesia adalah bangsa berdaulat yang mengalahkan dan mengusir Inggris dan sekutu pemenang perang dunia ke II

Rekonstruksi pendidikan bela negara, dengan lebih mengedepankan pendekatan sejarah kebesaran masa lalu Indonesia, akan membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap tanah airnya serta memiliki sikap deterent terhadap penetrasi budaya luar yang kontradiksi dengan budaya bangsa Indonesia.

Pendidikan bela negara harus menciptakan, generasi muda Indonesia yang sadar mengapa negaranya harus dibela. Sikap sadar bela negara akan terbentuk, ketika setiap warga negara memahami dan mengetahui, betapa Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah masa lalu yang gemilang, Indonesia adalah negara yang merebut kemerdekaannya, dengan darah dan nyawa rakyatnya. Pendidikan bela negara, harus menjadi bagian yang terintegral dengan strategi mengaktualisasikan imajinasi kebangsaan yang berkarakter keindonesiaan.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi

10 January 2026 - 13:08 WIB

Eggi Sudjana, salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi

Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

27 December 2025 - 17:53 WIB

Kemerdekaan INdonesia 17 Agustus 1945

BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana

23 December 2025 - 19:40 WIB

TNI di tengah bencana banjir Sumatera.

RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid

14 December 2025 - 20:45 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break

9 December 2025 - 15:54 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Antara Foto).
Populer Berita Opini