Menu

Dark Mode
Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

Daerah

Ribuan Petani dari Riau dan Jambi Long-Much Menuju Jakarta

Avatarbadge-check


					Petani dari Riau dan Jambi melakukan longmuch menuju Jakarta. (Indonesiawatch/Ist) Perbesar

Petani dari Riau dan Jambi melakukan longmuch menuju Jakarta. (Indonesiawatch/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Hujan tidak menyurutkan ribuan petani asal Riau dan Jambi untuk long-march menempuh 1.300 kilometer (km) demi sampai di Jakarta dan mendapat keadilan atas tanah.

Pada hari ketiga, aksi long-much, ribuan petani dari dua provinsi itu sudah tiba di Pelabuhan Bangkaheni, Lampung, setelah berjalan kaki menempuh sekitar 800 km melewati Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Sebelum naik kapal untuk menyeberang, mereka menunggu semua petani tiba di Pelabuhan Bankaheuni. Setelah semua sampai, baru naik ke kapal.

“Di sini kami menunggu senja untuk menyeberang ke Merak. Kami percaya perjuangan ini akan membawa perubahan positif bagi kami dan petani di seluruh Indonesia,” kata Sulaeman, petani delima asal Jambi pada, Kamis, (5/12).

‎Ia mengungkapkan, sejak pagi pihaknya tidak mendapatkan sinar Matahari lantaran hujan rintik-rintik terus turun sepanjang perjalanan.

“Namun, apapun kondisi harus kami terobos demi tujuan perjuangan,” ujar Sulaeman penuh semangat.

Antoni Fitra, peserta aksi long-much menambahkan, peserta terus menyanyikan lagu dan yel-yel perjuangan untuk menjaga semangat dan tekat guna mendapatkan keadilan terkait tanah.

“Kami terus menyanyikan yel-yel ‘Tegakkan Pasal 33 UUD 1945’ dan ‘Tanah Untuk Rakyat’ untuk menyemangati sesama peserta,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator aksi, Muhammad Ridwan, menyampaikan, hujan hingga debu jalanan tidak menyurutkan peserta untuk terus melangkahkan kaki sampai Jakarta. “Kami pantang mundur!” ucapnya lantang.

Semangat peserta kian bertambah bergelora. Pasalnya, hingga memasuki hari ketiga aksi, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, belum menunjukkan respons signifikan

Ridwan menegaskan, jika Raja Juli tidak mendengar keluh kesan dan permintaan ribuan petani dari Riau dan Jambi, pihaknya akan terus berjuang dan tidak akan menyerah.

“Kami akan terus maju hingga ke Jakarta dan memaksa beliau untuk mendengar rakyat,”‎ tandasnya.

‎Lebih lanjut Ridwan menyampaikan, aksi long-much ini bukan hanya tentang menempuh jarak yang sangat jauh, tetapi juga menyemai perlawanan yang lebih luas dan kuat.

“Jika mereka tetap tidak membatu, maka banjir perlawanan rakyat akan merobohkan mereka,” ujarnya.

Aksi ini dilakukan untuk menemui Menhut dan sejumlah pihak terkait gunya menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi para petani di Riau dan Jambi dan memberikan jalan keluarnya.

Aksi long-much ini merupakan simbol perjuangan ribuan petani ‎dari Riau dan Jambi untuk mendapatkan keadilan dan hak atas tanah serta kehidupan yang lebih baik.
[red]

Berita Terbaru

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.
Populer Berita Ekonomi