Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA Perbesar

Sri Radjasa MBA

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ada yang menarik dari rencana PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025.

Terkesan ada hal mendesak, mengingat pada Agustus 2025, bank dengan logo pita emas itu baru menggelar RUPS dan mengangkat Riduan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi. Apalagi dalam RUPSLB, salah satu agendanya adalah perubahan pengurus direksi jajaran bank mandiri.

Maka berkembang rumor di kalangan publik. Ada tugas tersembunyi dari Dirut baru Riduan, untuk mengamankan kasus kredit bermasalah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) milik Kerry anak dari Riza Chalid.

Hal ini terungkap saat Commercial Banking Center Manager Bank Mandiri, Aditya Redho Ichsanoputra, diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero tahun 2018-2023.

Menurut keterangan Aditya, saat mengajukan kredit, PT JMN baru berdiri bulan lalu. Pada pengajuan pertama di bulan April 2023, PT JMN mengajukan kredit sebesar 54,4 juta dollar Amerika Serikat. Untuk pengajuan kedua di bulan Juni atau Juli 2023, PT JMN mengajukan kredit Rp 30,3 juta dollar US.

Kejaksaan menaruh curiga atas keterangan Aditya yang mengatakan saat kredit diajukan, tiga kapal ini belum menjadi milik PT JMN, baru ada rencana akan dibeli. “Sementara Jaminan utamanya adalah tiga obyek kapal kami biayai,” lanjut Aditya.

Terkait dengan agenda RUPSLB tentang perubahan pengurus direksi yang terjadi 2 kali dalam kurun waktu sebulan, dipandang sangat tidak relevan dengan upaya penguatan organisasi, tetapi patut dicurigai sebagai upaya untuk menyingkirkan pejabat yang diduga akan menghambat penyelamatan kredit bermasalah PT JMN.

Mencermati adanya indikasi RUPSLB, hanya dijadikan sarana untuk melindungi kejahatan perbankan, kiranya pihak institusi terkait seperti Danantara, untuk mempertimbangkan membatalkan RUPSLB Bank Mandiri, dalam rangka mengevaluasi kembali agenda RUPSLB.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Sudah Saatnya Mengganti Menteri Kesehatan

20 February 2026 - 18:23 WIB

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Lawan Praktik Serakahnomics di Program MBG Melalui Koperasi Desa Merah Putih

17 February 2026 - 12:57 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan MBG (Sumber: diolah)
Populer Berita Opini