Depok, Indonesiawatch.id – Sulutan kembang api di Pasir Putih, Sawangan, Depok, tak membuat warga dan sejumlah petugas senang seperti pada pesta kembang api selama 30 menit nonstop yang digelar salah seorang warga di Sukmajaya.
Pasalnya, kembang api yang disebut sejumlah saksi, diduga disulut oleh bocah dari Perumahan Sawangan Permai, Pasir Putih, itu mengenai rumpun bambu di pagar perumahan yang terdapat banyak kabel, di antaranya listrik PLN dan internet.
Baca juga:
Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi
Kembang api atau petasan pada malam jelang pergantian tahun 2025 itu membakar rumpun bambu dan berbagai kabel, khususnya kabel listrik PLN.
Api membumbung ke udara membuat pengguna jalan dan sejumlah warga di sekitar lokasi panik. Beberapa saat kemudian, satu unit mobil pemadan kebakaran dan pasukannya tiba di lokasi untuk medamkan api.
Tim Damkar memang relatif tidak membutuhkan waktu lama untuk memadamkan sijago merah. Setelah api padam, mereka kemudian meninggalkan lokasi.
Sejumlah kabel berserakan di pinggir Jalan Raya Pasir Putih. Bahkan di antaranya masih terdapat arus listrik dan sempat mengeluarkan percikan api.
Pasca-Tim Damkar bekerja, giliaran tim dari PLN untuk mengamankan arus listrik yang ada di kabel yang jatuh. Mereka berjibaku untuk mengamankannya dan menyambungkan kembali karena aliran listrik ke sejumlah rumah warga sempat terputus.
Setelah tim PLN berhasil menormalkan kembali aliran listrik, giliran sejumlah petugas dari berbagai provider, di antaranya internet mulai bekerja.
Mereka harus bekerja sampai Senin pagi, (1/1). Bahkan, hingga Jumat siang, (3/1), masih terdapat sejumlah petugas yang masih memperbaiki kabel jalur internet.
MyRepublik, salah satu penyedia layanan (provider) internet, kepada para pelanggannya di sekitar lokasi kebakaran, melalui surel
menyampaikan, terjadi gangguan masal pada pukul 19:42:25 WIB pada Senin, (31/12/2024).
Gangguan massal tersebut terjadi akibat putusnya jaringan fiber optic di daerah Pasir Putih. Provider ini baru menginformasikan bahwa gangguan massal telah berhasil diatasi melalui pemberitahuan pada pukul 19.34 WIB, Kamis, (2/1/2024).
Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan pesta kembang api selama 30 menit nonstop yang digelar Sarmili di kediamannya, di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, pada malam tahun baru 2025.
Satu unit mobil Damkar kapasitas 1000 liter air dan satu regu personelnya hanya bersiaga. Pesta kembang api itu berjalan lancar dan menghibur masyarakat sekitar, karena tentunya sudah dipersiapkan secara matang.
Acara yang disebut sempat dihadiri oleh Dandim Kota Depok, Danramil Sukmajaya, dan Kapolsek Sukmajaya itu juga dimeriahkan live musik dan disediakan makanan prasmanan bagi siapapun yang hadir di kediaman sang penghelat acara.
[red]






