<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andi Ibrahim Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/andi-ibrahim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/andi-ibrahim/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Dec 2024 07:20:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Andi Ibrahim Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/andi-ibrahim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 07:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Cetak Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin cetak canggih yang kemudian mencetak triliunan uang palsu ke dalam perpustakaan kampusnya.</p>
<p>Kapolres Gowa, ‎AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, sebelum menggunakan mesin cetak canggih seharga Rp600 juta, para tersangka memproduksi uang palsu di luar kampus.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Awal pertama kan pembuatan uang palsu ini di salah satu rumah, yaitu atas nama AS. Itu di Jalan Sunduk, Makassar,” ujarnya dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<p>Uang palsu ini diduga sudah mulai mendapatkan pasar sehingga para pelaku membutuhkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar dan canggih. Mereka pun memesan mesin cetak yang lebih besar dari sebelumnya.</p>
<p>“Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset yang lebih besar yang tadi sampaikan oleh Bapak Kapolda, senilai Rp600 juta. Mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari Cina,” ujarnya.</p>
<p>Adapun dana Rp600 juta untuk membeli alat cetak itu berasal dari kocek atau dana pribadi. Polisi masih menelusi sumber dana ratusan juta untuk membeli tersebut.</p>
<p>“Sedang dalam pengembangan kami, karena rekan-rekan selalu mendesak kami untuk buka, akhirnya kita buka daripada blunder,” ucapnya.</p>
<p>Setelah mesin tersebut tiba di Sulsel, kemudian Andi Ibrahim menyelundupkannya ke dalam kampus salah satu kampus di Gowa, yakni UIN Alauddin tempatnya bekerja.</p>
<p>‎Mesin cetak berteknologi tinggi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Gedung Perpustakaan UIN Alauddin tanpa sepengetahuan dari pihak kampus. Dia memasukkan mesin itu pada malam hari.</p>
<p>‎“Itu coba kami rekonstruksikan kemarin, dengan 25 personel Polri mengangkat alat itu tidak mampu, jadi mereka menggunakan forklip, alat itu masuknya,” kata Reonald.</p>
<p>Setelah masuk gedung perpustakaan, kemudian mesin tersebut didorong karena terdapat roda di bagian bawahnya.‎ Ada 6 roda pada mesin itu. Saat ini tinggal 4 karena tidak kuat menahan beban ketika didorong.</p>
<p>“Di awal bulan September 2024, TKP 2 [Perpustakan UIN Alauddin] mulai dilaksanakan tindak pidana [mencetak uang palsu] tersebut,” katanya.</p>
<p>Reonald menegaskan, ‎ada sejumlah pihak yang disinyalir terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang paslu dari Kampus UIN Alauddin ini. Nantinya penyidik Polres Gowa akan menetapkannya sebagai tersangka.</p>
<p>‎“Nantinya akan kita tersangkakan kalau memang alat bukti sudah cukup, karena kami juga laporkan kepada Bapak Kapolda,” katanya.</p>
<p>Pada intinya, Polres Gowa akan menetapkan tersangka bagi siapapun ‎yang terlibat dalam produksi hingga pengedaran uang palsu tersebut ke masyarakat.</p>
<p>“Kami tidak mau tergesa-gesa menersangkakan seseorang, kami juga harus mengantongi minimal 2 alat bukti dan itu harus kuat,” tandasnya.</p>
<p>Kuatnya bukti ini membuat tersangka tidak bisa lagi mgelak dalam pencetakan dan peredaran uang palsu.‎ “Tidak bisa lagi menghambat penyidikan, baru kami tersangkakan,” ujarnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 06:33:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pencucuan Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5866</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Polres Gowa bakal memiskinkan pelaku utama kasus uang palsu di Perpustakaan UIN...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/">Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Polres Gowa bakal memiskinkan pelaku utama kasus uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin. Polisi siap menjeratnya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).</p>
<p>“Tentu saja kalau sudah ada hasilnya akan kita terapkan dengan TPPU juga terhadap tersangka utama,” kata Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menjerat tersangka utama kasus uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin ‎tersebut karena telah ada transaksi penukaran uang palsu dengan uang asli.</p>
<p>‎“Barang buktinya cukup banyak, kalau kita lihat di depan rekan-rekan media semua, termasuk hasil penjualan [uang palsu] juga,” ujarnya.</p>
<p>‎Polisi menyebut Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, sebagai otak utama “pabrik” uang palsu di kampus bermotto Pencerdasan, Pencerahan, dan Prestasi tersebut.</p>
<p>‎“Dari hasil pemeriksaan, ini memang yang bersangkutan [Andi Ibrahim] murni pribadi, tidak mengait kepada pihak-pihak lain,” kata dia dikonfirmasi apakah pihak rektor atau petinggi lainnya terlibat dalam kasus ini.</p>
<p>Yudhiawan menyebut bahwa Andi Ibrahmi diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai Kepala Perpustakaan UIN Alauddin untuk mencetak uang palsu di tempatnya bekerja itu.</p>
<p>“Menggunakan kewenangan dan jabatannya di tempat itu dan tidak kaitan dengan pihak-pihak lain. Jabatannya adalah kepala perpustakaan,” ucapnya.</p>
<p>Dalam kasus “pabrik”‎ uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar ini Polda Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dengan berbagai perannya masing-masing.</p>
<p>‎“[Sebanyak] 17 orang [tersangka] ini perannya berbeda-beda ya, tapi peran sentralnya ada dari saudara AI [Andi Ibrahim],” ujar dia.</p>
<p>Selain AI, lanjut dia, ‎beberapa tersangka lainnya, di antaranya ada inisial S dan ASS. “Saya sengaja tidak sebutkan karena belum memperoleh kekuatan hukum tetap, jadi harus diinisialkan,” katanya.</p>
<p>Dari belasan tersangka itu, ada yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Gowa. Yudhiawan menegaskan, sudah memerintahkan jajarannya untuk menangkap mereka.<br />
‎<br />
‎“Dari hasil keterangan mereka-mereka ini, DPO ini akan kita tangkap juga, nanti akan kita periksa,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka kasus “pabrik”‎ uang palsu di perpustakaan kampus UIN Alauddin Makassar ini akan terus bertambah karena penyidik masih mendalami dan mengembangkannya. “Ya, ini masih bisa bertambah,” tandasnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]‎‎</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/">Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala Perpustakaan UIN Alauddin akan Gunakan Uang Palsu untuk Maju Pilkada</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-akan-gunakan-uang-palsu-untuk-maju-pilkada/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-akan-gunakan-uang-palsu-untuk-maju-pilkada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 02:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Money Politics]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Barru 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Uang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Alaudin Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5851</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr. Andi Ibrahim, akan menggunakan uang palsu...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-akan-gunakan-uang-palsu-untuk-maju-pilkada/">Kepala Perpustakaan UIN Alauddin akan Gunakan Uang Palsu untuk Maju Pilkada</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr. Andi Ibrahim, akan menggunakan uang palsu yang diproduksinya untuk politik uang (<em>money politics)</em> dalam Pilkada Kabupaten Barru 2024.</p>
<p>‎Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12), menyampaiakan, Andi Ibrahim sempat mengajukan diri untuk maju di Pilkada tersebut.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/"><strong>Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</strong></a></span></h6>
</blockquote>
<p>‎“Tersangka ini mengajukan proposal pendanaan Pilkada di Barru, tapi alhamdulillah tidak jadi,” ujarnya.</p>
<p>Rencana Andi Ibrahim maju dalam Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Barru dengan modal uang palsu tersebut gagal terealisasi karena tidak ada partai politik yang mau mengusungnya.</p>
<p>‎“Tapi tidak jadi, tidak ada partai yang menyalonkan,” kata Yudhiawan.</p>
<p>Ia lebih lanjut menyampaikan, temuan ini sangat menarik karena tersangka Andi Ibrahim bakal menyebarkan uang palsu tersebut kepad masyarakat agar memilihnya.</p>
<p>“Ini dalam rangka untuk dana ini, dana uang-uang yang dicetak ini, akan dipakai untuk itu, ini dananya,” kata dia.</p>
<p>‎“Nanti disebarkan dengan uang palsu, supaya bisa memilih yang bersangkutan. Nah, ternyata karena uang pasu, jadi tidak jadi,” ucapnya.</p>
<p>Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus uang palsu hasil “pabrik” di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar, Sulsel.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-akan-gunakan-uang-palsu-untuk-maju-pilkada/">Kepala Perpustakaan UIN Alauddin akan Gunakan Uang Palsu untuk Maju Pilkada</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-akan-gunakan-uang-palsu-untuk-maju-pilkada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-09-19 10:25:53 by W3 Total Cache
-->