<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uang Palsu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/uang-palsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/uang-palsu/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Dec 2024 03:27:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Uang Palsu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/uang-palsu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 02:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – ‎Andi Ibrahim Cs mengungkap motif mencetak uang palsu yang awalnya dilakukan di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Andi Ibrahim Cs mengungkap motif mencetak uang palsu yang awalnya dilakukan di rumah kemudian di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>“Khilaf. Katanya ingin mendapatkan uang dalam jumlah besar secara instan,” ‎kata AKP Reonald Simajuntak, Kapolres Gowa, pada akhirr pekan lalu.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Uang palsu tersebut di antaranya akan digunakan untuk menyokong pendanaan salah satu kandidat daam Pilkada Kabupaten Barru, Sulsel.</p>
<p>“Nanti disebarkan, dengan uang palsu supaya bisa memilih yang bersangkutan,” ujarnya.</p>
<p>Namun skenario ini batal terealisasi karena kandidat yang akan bakal didanai menggunakan uang palsu itu tidak ada partai politik yang mau mengusungnya.‎ “Alhamdulillah tidak jadi,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Reonadl juga menyampaikan ‎biaya produksi per lembar uang palsu serta alasan kenapa hanya mencetak pecahan Rp100 ribu. Biaya produksinya Rp65 ribu per lembar.</p>
<p>Mereka hanya memalsukan uang pecahan Rp100 ‎ribu karena biaya produksinya terbilang mahal, yakni Rp65 ribu per lembar. Karena itu, mereka hanya membuat uang palsu pecahan Rp100 ribu.</p>
<p>“Pecahan lebih kecil dianggap tidak menguntungkan karena modalnya tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan,” katanya.</p>
<p>Komplotan yang diotaki oleh Kepala Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin, Andi Ibrahami (AI), pengusaha ASS, dan ‎S. Mereka telah mencetak uang palsu hingga triliunan rupiah.</p>
<p>‎“Kepada seluruh masyarakat sekitar Gowa, tidak usah khawatir, karena dari hasil pemeriksaan, uang yang sudah beredar pun kita tarik semua,” katanya.</p>
<p>Dalam kasus ini, Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dan di antaranya sudaah ditahan dan segera menangkap yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). ‎ “DPO ini akan kita tangkap juga,” tandasnya.</p>
<p>Polres Gowa tidak menutup kemungkinan menjerat mereka dengan pasal tindak pidana pencucian uang karena sudah ada hasil dari penukaran uang palsu dengan yang asli.</p>
<p>Polres Gowa ‎menyangka mereka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan dendanya Rp10 miliar sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 03:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Polisi menyebut ada 3 pelaku utama di balik pabrik uang palsu di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Polisi menyebut ada 3 pelaku utama di balik pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibosono dalam konferensi pers pada Kamis pekan kemarin, menyampaikan, tiga tokoh sentral tersebut di antaranya Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim (AI).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/">Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Dua orang lainnya adalah inisial S dan ASS. Polisi belum mengungkap kedua sosok yang masuk dalam ring utama kasus pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.</p>
<p>‎“Saya sengaja tidak sebutkan karena belum memperoleh kekuatan hukum tetap, jadi harus diinisialkan,” ujarnya.</p>
<p>Kabar yang beredar, ASS merupakan tokoh sentral dalam kasus ini. Dia disebut-sebut merupakan seorang pengusaha ‎di Sulsel. Namun ini belum teronfirmasi karena polisi belum menyampaikan profilnya.</p>
<p>Yudhiawan menyampaiakan, awalnya produksi uang palsu ini di rumah ‎tersangka ASS, yakni di Jalan Sunu 3, Blok N 5, Kota Makassar, Sulsel. Kemudian dilanjutkan di Kampus II UIN Alauddin, Jl. H. M. Yasin Limpo 36, Gowa.</p>
<p><strong>Kronologi Perencanaan Pembuatan Uang Palsu</strong></p>
<p>Irjen Yudhiawan ‎membeberkan kronologi recana pembuataan uang palsu yang dilakukan para pelaku, khususnya para tokoh sentral dalam kasus pabrik uang palsu di Kampus II UIN Alauddin.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, lanjut dia, ‎timeline pembuatan dan pendanaan uang pasu ini dimulai dari Juni 2010 silam atau sudah cukup lama.</p>
<p>“Kemudian lanjut, ini 2011 sampai dengan 2012. Ini sudah sempat juga mencalonkan wali Kota Makassar, namun tidak mendapatkan kursi,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, pada Juni 2022, ‎mereka kembali merencanakan untuk membuat uang palsu. Mereka juga mempelajari caranya. “Perencanaan pembuatan ini dari 2022. Tahun 2010 itu masih taraf pengenalan,” katanya.</p>
<p>Pada Oktober 2022, para tersangka mulai membeli alat cetak seharga Rp600 juta dan pemesanan kertas serta berbagai perlengkapan produksi lainnya dari Cina. Pada Mei 2024, mereka mulai memproduksi uang palsu.</p>
<p>‎Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menambahkan, awalnya pencetakan uang palsu itu di rumah ASS. Namun karena membutuhkan jumlah uang palsu yang lebih banyak, maka diperlukan mesin cetak dan tempat yang lebih besar.</p>
<p>‎“Mereka memesan alat yang lebih besar.‎ Tadinya menggunakan alat yang lebih kecil. Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset yang lebih besar senilai Rp600 juta. Mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari Cina,” ujarnya.</p>
<p>‎Mesin cetak seharga Rp600 juta yang disebut-sebut berteknologi canggih itu diselundupkan oleh Andi Ibrahim ke dalam Kampus II UIN Alauddin di Gowa. Mesin ini disimpan di perpustakaan.</p>
<p>“[Dimsukkan ke] perpustakaan [malam hari] tanpa sepengetahuan pihak kampus,” katanya.</p>
<p>Mesin yang berbobot sangat berat tersebut dimasukkan menggunakan forklip.‎ Produksi uang palsu menggunakan mesin di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin tersebut mulai sekitar bulan September 2024.</p>
<p><strong>Produksi dan Aliran Uang Palsu</strong></p>
<p>Para tersangka mulai memproduksi uang palsu menggunakan mesin seharga Rp600 juta di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin. Jumlah uang palsu yang dicetak nilainya ditaksir sudah ‎mencapai triliunan rupiah.</p>
<p>Uang palsu yang telah dicetak itu, di antaranya senilai Rp40 juta tidak sesuai kualitas yang ditentukan. Uang tersebut kemudian dimusnahan dengan cara dibakar. Sebagai gantinya, mereka mencetak lagi senilai Rp40 juta.</p>
<p>Pekan kedua pada November 2024, mulai ada penyerahan uang palsu senilai Rp150 juta. Setelah itu Rp250 juta dan terakhir senilai Rp200 juta. Setelah itu mereka menghentikan produksi uang palsu.</p>
<p>“Menghentikan aktivitas karena mereka sempat tahu kalau polisi melakukan penyelidikan. Ini jadi akhir November 2024,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut Yudhiawan menjelaskan, aliran uang palsu itu dari tersangka Andi Ibrahim kepada MN sejumlah Rp150 juta. Dari jumlah itu, MN memberikan kepada orang lain.</p>
<p>‎“Ada yang diberikan kepada seseorang Rp1 juta, ada yang Rp500 ribu, ada yang Rp25 juta, ada Rp10 juta, ada Rp8 juta, dan lain sebagainya. Ada yang dibakar, dikembalikan untuk dibakar Rp17,5 juta,” katanya.</p>
<p><strong>Masyarakat Lapor Beredarnya Uang Palsu ke Polisi</strong></p>
<p>Peredaran uang palsu komplotan Andi Ibrahim, ASS, dan S ini mulai terendus pihak kepolisian setelah mendapati adanya laporan masyarakat di wilayah Kecamatan Palangga.</p>
<p>“Masyarakat ini melapor kepada polsek bahwa diduga ada uang kertas palsu yang diedarkan,” ujarnya.</p>
<p>Piha Polsek Palangga kemudian melaporkan ke Polres Gowa. Satreskrim Polres Gowa kemudian melakukan penyelidika dan mulai menelusiri peredaran uang palsu tersebut.</p>
<p>“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dari saudara M yang telah melakukan transaksi. Saudara M melakukan transaksi dengan saudara AI [Andi Ibrahim] untuk melakukan jual-beli uang palsu,” katanya.</p>
<p>Adapun harga tukar uang palsu dengan uang asli itu adalah 1 banding 2, yakni satu lembar uang asli Rp100 ribu ditukar dengan 2 lembar uang palsu nominal Rp100 ribu.</p>
<p>“Kemudian transaksi ini juga melalui beberapa tersangka yang lain,” katanya.</p>
<p><strong>Polisi Tetapkan 17 Orang Tersangka</strong></p>
<p>Polres Gowa kemudian menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Awalnya, penyidik menetapkan 15 tersangka atas perannya masing-masing dalam kasus uang palsu tersebut.</p>
<p>Selain ada yang telah ditangkap, tersangka juga ada yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “DPO ini akan kita tangkap juga,” tandasnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 03:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Cetak Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, harga mesin cetak...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, harga mesin cetak canggih yang digunakan komplotan uang palsu di UIN Alauddin sangat fantastis, yakni Rp600 juta.</p>
<p>‎“Khusus untuk mesin cetaknya dibelinya di Surabaya tapi barang dari Cina, nilainya Rp600 juta, harganya,” kata dia dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<p>Ia menjelaskan, mesin cetak canggih ini menghasilkan uang palsu yang susah dibedakan dengan uang asli karena ada sejumlah ciri seperti yang terdapat pada uang asli.</p>
<p>‎“Ini cukup teliti dan kalau kita lihat nanti dengan sinar ultraviolet itu, uangnya muncul itu tanda-tanda air. Nah, ini sekarang masih kami proses untuk kita lebih lanjut,” katanya.</p>
<p>Selain mesin cetak, alat bukti yang yang telah disita, penyidik juga menyita sejumlah alat bukti lainnya, yakni sparepart mesin, kaca pembesar, lampu rekam, dan lain sebagainya. “Jumlahnya total ada 98 ini,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyebut bukan hanya mesin cetak yang dibeli dari Cina, namun sejumlah bahan baku atau material untuk mencetak atau memproduksi uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin tersebut juga dibeli dari Cina‎.</p>
<p>“Untuk [bahan] uang kertasnya, itu juga impor, beli dari Cina, supaya bahan bakunya juga, tinta dan sebagainya, belinya dari Cina,” kata dia.</p>
<p>Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus uang palsu hasil produksi “pabrik” di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar, Sulsel, tersebut.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 01:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Polres Gowa menyita ‎triliunan rupiah uang palsu hasil produksi di “pabrik” yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/">Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Polres Gowa menyita ‎triliunan rupiah uang palsu hasil produksi di “pabrik” yang beroperasi di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar.</p>
<p>‎“Yang cukup menarik, ada juga barang bukti yang nilainya triliun,” kata Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono dalam konferensi peres dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/">Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Beri Rp3 Juta untuk Benang Pengaman Uang Palsu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Jumlah uang palsu ‎yang mencapai triliunan rupiah ini terdiri dari emisi sejumlah tahun, di antaranya emisi 2016 sebanyak 4.554 lembar dengan pecahan Rp100 ribu.</p>
<p>“Kemudian mata uang emisi 1999 sebanyak 6 lembar [pecahan] Rp100 ribu,” ujarnya.</p>
<p>Yudhiawan lebih lanjut menyampaikan, ‎sebanyak 234 pecahan Rp100 ribu yang masih belum dipotong-potong atau masih dalam bentuk helaian kertas.</p>
<p>“Ini pecahan 100 ribu dan belum terpotong. Jadi ada yang bentuk lembaran, nanti dipotong-potong,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, 2 lember Rp1000 emisi tahun 1964.‎ “Kemudian juga ada mata uang Rp100 ribu emisi 2016 sebanyak 234 lembar,” katanya. ‎</p>
<p>Bukan hanya uang palsu, penyidik Polres Gowa juga menyita sejumlah uang asli hasil penjualan atau penukarn uang palsu. Adapun harga jual uang palsu tersebut 1 berbanding 2.</p>
<p>‎“Uang palsu ini perbandingannya 1 banding 2. Jadi 1 asli, 2 uang palsu,” ujarnya.</p>
<p>Lembaran uang palsu berbagai pecahan tersebut merupakan salah satu dari 98 bukti yang telah disita penyidik. Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus uang palsu dari “pabrik” di Perpustakaan UIN Alauddin tersebut.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka tersebut sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>“Jadi dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun hingga seumur hidup,” ujarnya.‎</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/">Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Beri Rp3 Juta untuk Benang Pengaman Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 13:05:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Benang Pengaman]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim (AI), diduga memberi AA Rp3...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/">Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Beri Rp3 Juta untuk Benang Pengaman Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim (AI), diduga memberi AA Rp3 juta untuk membuat benang pengaman uang palsu yang diproduksi di kampusnya.</p>
<p>“AA diberi upah Rp3 juta untuk membuat benang uang palsu‎,” kata Iptu Alvin Aji Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Wajo, dikutip pada Kamis, (19/12).</p>
<p>Benang pengaman yang digunakan untuk uang palsu yang ‎diproduksi di “pabrik” dalam kampus UIN Alauddin Makassar itu nampak seperti uang asli dan sulit terdeteksi.</p>
<p>Alvin, menyampaikan,‎ pihaknya menangkap AA di Kelurahan Anabannua, Kecamatan Maniangpajo, Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), bersama Satreskrim Polres Gowa.</p>
<p>Ia menjelaskan, Polres Wajo terlibat dalam penangkapan AA setelah berkoordinasi dengan Polres Gowa‎ karena tersangka AA berada di wilayah hukum Polres Wajo.</p>
<p>‎Penangkapan AA berlangsung pada Senin lalu. Polisi menyita handphone dan barang bukti lainnya dan menyerahkannya kepada penyidik Polres Gowa.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/">Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Beri Rp3 Juta untuk Benang Pengaman Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kepala-perpustakaan-uin-alauddin-beri-rp3-juta-untuk-benang-pengaman-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 20:38:25 by W3 Total Cache
-->