Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Uncategorized

TNI AL Kerahkan Ratusan Prajurit Serbu Pagar Laut Perairan Tangerang

Avatarbadge-check


					Pagar laut di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 mulai dibongkar TNI AL. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Pagar laut di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 mulai dibongkar TNI AL. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – TNI AL kerahkan ratusan prajurit untuk menyerbu dan mengobrak abrik pagar laut sepanjang 30,16 km di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 karena melanggar aturan.

“Khusus untuk hari ini, kurang lebih kami mengerahkan sekitar 600 lebih [prajurit],‎” kata Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto,‎ Komandan Pangkalan Utama TNI AL Angkatan Laut (Danlantamal) III‎ Jakarta di Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Sabtu, (18/1).

Baca juga:
Pagar Laut Ilegal di Perairan Tangerang, Lagi-Lagi Negara Tidak Hadir Atasi Derita Rakyat

Ia menjelaskan, TNI AL membongkar pagar laut ‎setelah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali.

“Perintah secara langsung Presiden melalui Bapak Kepala Staf Angkatan Laut, yang utama yang saya tangkap, buka akses terutamanya untuk nelayan keluar-masuk untuk beraktivitas,” ujarnya.

Brigjen Harry lebih lanjut menyampaikan, pada pagi ini pihaknya memulai pembongkaran pagar laut di perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang.

“Pagi ini, kami bersinergi dengan masyarakat sekitar akan melaksanakan pembongkaran pagar laut yang selama ini sudah viral,” ujarnya.

‎Ia menyampaikan, TNI AL juga sebelumnya mendengarkan secara langsung keluhan dari masyarakat, khususnya nelayan yang kesulitan untuk melaut dengan adanya pagar laut yang membentang sekitar 30 kilometer (km) di perairan Tangerang.

“Kedatangan kami bukan hanya saat ini saja, tapi beberapa bulan sebelumnya kami mendengar keluhan, complain dari masyarakat tentang adanya pemagaran yang mengganggu akses mererka mencari nafkah di laut,” tandasnhya.

Harry mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat desa dan stakeholder terkait agar buka akses untuk nelayan sehingga tidak perlu memutar jauh saat akan melaut karena teradang pagar.

“Pada saat itu kami meminta untuk membuka akses ‎ataupun memberikan rambu-rambu sehingga memudahkan para nelayan pada saat keluar masuk alur untuk menuju ke laut,” ujarnya.

Sedangkan untuk 600 orang prajut TNI AL yang dikerahkan untuk mencabut pagar laut ini, berasal dari sejumlah kesatuan, di antaraya Lantamal III Jakarta, Kopaska, dan Pomal.

“Nanti mungkin bisa bertambah karena menunggu mayarakat ataupun nelayan,” ucapnya.
[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk
Populer Berita Hukum