Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Politik

Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara

Avatarbadge-check


					Sesi Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 (Doc. IHA) Perbesar

Sesi Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 (Doc. IHA)

Jombang, Indonesiawatch.id – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di bawah naungan Indonesian Heritage Agency (IHA) membuka Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024. Konferensi yang berlangsung pada 23-24 Agustus 2024 tersebut bertujuan menganalisis dan mendiskusikan hubungan antara Islam dan konsep negara bangsa Indonesia, serta mengkaji kontribusi teologi politik yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh besar seperti: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Islam dan Indonesia memiliki hubungan yang erat dalam sejarah pemikiran dan politik pasca kolonialisme. Dalam bernegara, Islam menjadi salah satu sumber motivasi yang berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku sosial politik. Pengaruh Islam tidak hanya terlihat dalam aspek keagamaan, tetapi juga tercermin dalam berbagai kebijakan dan gerakan politik yang mengarahkan perkembangan negara.

Selain itu, peran tokoh-tokoh Islam dalam sejarah Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid, telah menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis.

Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra menyatakan, Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 merupakan momen yang penting untuk mengkaji dan memahami kontribusi besar yang diberikan oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid dalam membangun pondasi negara bangsa yang demokratis dan inklusif.

“Konferensi ini juga merupakan contoh nyata dari implementasi tiga pilar utama Indonesian Heritage Agency (IHA), yaitu Reprogramming, Redesigning, dan Reinvigorating, yang bertujuan menjadikan museum sebagai ruang inklusi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang sejarah kebudayaan Indonesia,” kata Ahmad Mahendra dalam keterangan yang diterima Indonesiawatch.id.

Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 dihadiri oleh para akademisi, cendekiawan, serta generasi muda mengangkat topik mengenai landasan teologis ulama dalam pembentukan negara bangsa dan aktualisasi pemikiran teologi kebangsaan bagi generasi muda. Topik yang diangkat bertujuan memberikan inspirasi kepada generasi muda dalam melanjutkan perjuangan mempertahankan konsep negara bangsa yang inklusif dan berkeadilan, seperti yang dicontohkan para ulama besar tersebut.

Ketua Tim Narasi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Inayah Wahid, menekankan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran toleransi dan inklusivitas yang diajarkan Gus Dur.  Menurutnya, tugas generasi penerus adalah merawat dan melanjutkan perjuangan. “Konferensi ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga merupakan wujud komitmen kita untuk menjaga integritas dan kedaulatan bangsa dan memperkuat komitmen kolektif dalam mempertahankan nilai-nilai inklusivitas dan keadilan yang telah diajarkan oleh para ulama besar Indonesia,” kata Inayah.

Semenjak diresmikan di Desember 2018, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) menjadi sarana dan tempat edukasi yang penting bagi masyarakat untuk memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Islam, sejarah, serta kontribusi para ulama dalam membangun bangsa, sekaligus mendorong pembelajaran yang inklusif dan relevan untuk generasi saat ini dan mendatang. Museum ini memberikan pengalaman partisipatif bagi pengunjung, komunitas, organisasi, dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia, dengan menghadirkan keragaman sebagai wujud toleransi.

Kepala Unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Wicaksono mengatakan, museum didirikan untuk menjadi pusat pendidikan dan pengkajian nilai-nilai Islam yang inklusif, seperti yang diajarkan KH Hasyim Asy’ari dan para tokoh lainnya. “Kami berharap konferensi ini dapat menganalisis, mendiskusikan, dan memperkaya pemahaman para peserta tentang kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam membangun konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis, serta relevansi teologi politik yang mereka kembangkan dalam konteks modern,” tutur Wicaksono.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

18 October 2026 - 13:09 WIB

Talkshow bertajuk “Ada Apa dengan Negeriku” yang digelar di Menja Resto & Lounge, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026) (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum