Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Collection

Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu

Avatarbadge-check


					Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan Perbesar

Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhanis, geram kampusnya dijadikan "pabrik" uang palsu. (Indonesiawatch.id/Ist)

Makassar, Indonesiawatch.id – Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. ‎Hamdan Juhanis, mempunyai peran signifikan dalam mengungkap “pabrik” uang palsu di kampusnya.

Reonald kepada wartawan pada akhir pekan ini menyampaikan, Prof. Hamdan sangat membantu polisi dalam mengungkap pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin.

Baca juga:
Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin

Ia menuturkan, awalnya berkoordinasi dengan Prof Hamdan setelah mendapatkan informasi bahwa diduga ada “pabrik”‎ uang palsu di di Kampus UIN Alauddin.

Prof. Hamdan,‎ kata Reonald, sangat kaget mendapat informasi tersebut. Dia kemudian menanyakan di bagian mana lokasinya. “Ini sementara kita cari Prof,” Reonald menuturkan.

Prof Hamdan lalu aktif mencari informasi tentang keberadaan atau lokasi pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin. Menurut Reonald, jika Prof. Hamdan tidak membantu, penyidik akan kesulitan mengungkap pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.

“Kampus ini kan luas. Mungkin jika Prof tidak bantu, butuh waktu lama. Tapi atas bantuan Pak Rektor, kita temukan dalam waktu satu malam,” ujarnya.

Reonald mengungkapkan, Prof Hamdan didampingi wakil rektor I dan II serta beberapa pejabat UIN Alauddin lainnya hadir saat mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta ditemukan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin.

Prof Hamdan ‎geram atas ulah atau perilaku bawahannya, yakni Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus sebagai tempat untuk membuat uang palsu.

“Selaku pimpinan tertinggi di UIN saya marah, malu, tertampar,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbagai upaya untuk membuat nama baik yang dilakukan seluruh kalangan di UIN Alauddin sirna hanya gegarah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Setengah mati kami membangun kampus, reputasi, bersama pimpinan dengan sekejap dihancurkan,” ujarnya.

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk
Populer Berita Hukum