Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Hukum

BI Dalami SBN Ratusan Triliun di Pabrik Uang Palsu Kampus UIN Alauddin

Avatarbadge-check


					Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, Dr. Andi Ibrahim, akan menggunakan uang palsu di Pilkada Kabupaten Barru. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, Dr. Andi Ibrahim, akan menggunakan uang palsu di Pilkada Kabupaten Barru. (Indonesiawatch.id/Ist)

Gowa, Indonesiawatch.id – Bank Indonesia (BI) mendalami Surat Berharga Negara (SBN) ratusan triliun dalam kasus pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar.

Polres Gowa di Kampus II UIN Alauddin Makassar, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menemukan dua SBN, yakni Rp700 triliun dan satu lembar fotokopi SBN senilai Rp45 triliun.

Baca juga:
Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin

“Nanti kami selidiki. Yang jelas, kami yakin itu bukan asli,” ujar Rizky Ernadi Wimanda, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel pada Kamis pekan kemarin.

Lebih lanjut Rizky usai konferensi pers pengungkapan pabrik uang palsu di Kampus II UIN Alauddin Makkasar pada akhir pekan lalu yang telah memproduksi triliunan uang palsu.

Lebih lanjut Rizky men‎yampaikan, SBN ini terbilang janggal selain jumlahnya sangat fantastis, yakni Rp700 triliun dan Rp45 triliun. “Nanti kami selidiki,” tandasnya.

Senada dengan Rizky, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan, temuan SBN tersebut sangat menarik‎ dan pihaknya meminta Perwakilan BI Sulsel untuk membantu memastikan asli atau tidak.

Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dan menyangka mereka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum