Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Hukum

Aktivis 98 Desak KPK Panggil Jokowi

Avatarbadge-check


					Aktivis 98 Desak KPK Panggil Jokowi Perbesar

Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Sejumlah aktivis 98 mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kenaikan harta kekayaannya.

“KPK segera menindaklanjuti tuntutan ini untuk memanggil saudara Joko Widodo,‎” kata Ray Rangkuti, salah satu aktivis 98 kepada wartawan di KPK, Jakarta.

Baca juga:
Kepanikan Jokowi di Ujung Jabatan, Sebuah Tafsir Politik

Ray dan sejumlah aktivis 98 lainnya yang menyambangi KPK pada Selasa, (7/1), menyampaikan, pihaknya juga meminta KPK memanggil keluarga Jokowi, yakni istri, anak-anak, menantu, dan saudara-saudaranya.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani tersebut lebih lanjut menyampaikan, pihaknya juga mendesak KPK untuk memeriksa harta kekayaan Jokowi dan keluarganya tersebut.

Pasalnya, selama 10 tahun atau dua periode menjabat sebagai presiden, jumlah harta kekayaan Jokowi naik signifikan, yakni sebesar 186,2 persen.

Sesuai data LHKPN di laman e-LHKPN KPK, jumlah harta kekayaan Jokowi ‎per 31 Desember 2023 sebanyak Rp95,82 miliar. Sedangkan saat awal menjabat presiden pada 2014, jumlahnya Rp33,47 miliar.

‎Dengan demikian, jumlah harta kekayaan Jokowi meningkat sebesar Rp62,34‎ miliar atau 186,2 persen dari jumlah harta kekayaannya ‎saat awal menjabat sebagai presiden, yakni Rp33,47 miliar.

Ray menyampaikan, melonjaknya ‎jumlah harta kekayaan tersebut ditambah lagi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mencantumkan Jokowi sebagai salah satu pemimpin dunia terkorup.

Menurut dia, ini‎ merupakan bukti nyata dugaan tindak rasuah selama satu dekade masa kepemimpinan Jokowi. Ia menegaskan, hal itu diduga menjadi alasan utama fantastisnya kenaikan harta kekayaan dia.

Sejumlah aktivis 98 pun mendesak KPK untuk mendalami bukti-bukti tersebut, serta meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

‎“Untuk dimintai keterangan tentang asal-usul kekayaannya, dan segera tingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

‎Ray menyampaikan, sejumlah kasus yang diduga melibatkan keluarga Jokowi, di antaranya suap atau gratifikasi oleh Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dari PT SM, dugaan gratifikasi fasilitas pesawat jet yang dinikmati Kaesang, hingga kasus Blok Medan yang menyeret Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu.

Atas dasar itu, kata Ray, pihaknya kembali mendatangi KPK guna mendesak lembaga antirasuah menjalankan tugasnya, yakni memberantas rasuah atau korupsi.

“Sesuai asas-asas yang ditetapkan undang-undang, termasuk menindaklanjuti laporan kami,” ujarnya.

Jokowi sempat menanggapi penobatan namanya sebagai pimpinan terkorup oleh OCCRP. Ia meminta pihak yang menudingnya itu untuk membuktikan tuduhannya.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum