Jakarta, Indonesiawatch.id – Jaringan Pipa transmisi South Sumatera-West Java (SSWJ) milik PT PGN Tbk. dalam kondisi kritis. Linepack atau jumlah stok gas yang tersimpan di jaringan pipa, sebesar 780 mmscf.
Nilai tersebut di bawah minimum sebesar 800 mmscf. Penyebabnya karena terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan gas bumi. Situasi ini akan memengaruhi tekanan jaringan pada pipa, yang berpotensi berdampak pada pelanggan besar seperti PLN IP Priok dan PLN Muara Tawar.
Baca juga:
Dirut Pertamina Kecele, Awalnya Sempat Puji Deal Kontrak Suplai LNG PGN dengan Gunvor
Direktur Komersial PT PGN Tbk Ratih Esti Prihatini membenarkan bahwa sempat terjadi gangguan suplai dan permintaan gas di pipa SSWJ. Hanya saja, katanya, sudah diatasi.
“Berdasarkan pemberitahuan yang kami terima dari pemasok memang sempat terjadi gangguan namun telah teratasi dan pasokan kepada pelanggan tidak terdapat gangguan,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (22/01).
Ratih juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan LNG untuk mencegah gangguan pasokan kepada pelanggan. “Selain itu apabila terdapat gangguan dari pemasok gas pipa kami juga telah menyiapkan LNG untuk menjaga pengaliran kepada pelanggan tidak terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan gas bumi di pipa SSWJ akan menyebabkan penurunan tekanan. Ujungnya bisa mengurangi volume gas yang dapat disalurkan ke pelanggan.
Dari berbagai berita disebutkan, persoalan ini bisa berdampak pada pontesi penghentian pasokan gas seluruh industri di Jawa Bagian Barat. Apalagi, saat ini sedang suasana menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Penurunan tekanan gas atau bahkan penghentian pasokan dapat merusak mesin produksi dan menghasilkan produk yang tidak memenuhi standar kualitas.
[red]






