Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Ekonomi

Air Galon Buat Orang Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Buat Air Minum Gratis

Avatarbadge-check


					Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin. Perbesar

Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky mengatakan bahwa air minum galon dan kemasan bisa membuat masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Pasalnya, air bersih untuk minum merupakan konsumsi inti masyarakat. Sehingga pengeluaran untuk air minum galon dapat membebani ekonomi masyarakat.

Kondisi ini diperparah dengan rentannya kelas menengah Indonesia turun ‘kasta’ menjadi masyarakat miskin. “Artinya kelas menengah kita rentan miskin kalau ada kenaikan atau tambahan biaya,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, Sabtu (31/08).

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Menurut Yanuar, kondisi ini menunjukkan middle income trap, yang masih terjadi di Indonesia. Masyarakat berpendapatan menengah sulit naik kelas ke berpendapatan tinggi. Sebaliknya, justru lebih rentan jatuh miskin.

Hal ini tidak terlepas dari tantangan ekonomi yang dihadapi warga Indonesia. Misalnya, generasi masyarakat usia 45-60 tahun, kata Yanuar, mayoritas masih dalam posisi mantab alias makan tabungan, untuk mengatasi biaya tak terduga.

Bagi yang tidak punya tabungan, ujarnya, akan berutang. Indikasinya ditandai dengan naiknya pinjaman online.

Baca juga:
Ini Gurita Bisnis Ratu Batubara Tan Paulin dan Suaminya

Sementara itu, bagi generasi Gen Z dan milenial yang mencari pekerjaan mauupun sudah bekerja tapi rentan di PHK, akan mengalami kecemasan atas pendapatan. Apalagi budaya flexing, turut memberi rasa cemas bagi generasi ini.

Karena itu, alumni Universitas Gadjah Mada ini menyarankan, pengeluaran konsumsi inti masyarakat untuk air minum bisa ditekan. Caranya, pemerintah membuat fasilitas air minum gratis.

“Intinya konsumsi inti dikurangi dengan insentif pemerintah, resiko jatuh miskin bisa dimitigasi. Utilitas publik yang disediakan pemerintah, berupa air bersih siap minum,” pungkas Yanuar.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum