Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Ekonomi

Air Galon Buat Orang Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Buat Air Minum Gratis

Avatarbadge-check


					Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin. Perbesar

Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky mengatakan bahwa air minum galon dan kemasan bisa membuat masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Pasalnya, air bersih untuk minum merupakan konsumsi inti masyarakat. Sehingga pengeluaran untuk air minum galon dapat membebani ekonomi masyarakat.

Kondisi ini diperparah dengan rentannya kelas menengah Indonesia turun ‘kasta’ menjadi masyarakat miskin. “Artinya kelas menengah kita rentan miskin kalau ada kenaikan atau tambahan biaya,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, Sabtu (31/08).

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Menurut Yanuar, kondisi ini menunjukkan middle income trap, yang masih terjadi di Indonesia. Masyarakat berpendapatan menengah sulit naik kelas ke berpendapatan tinggi. Sebaliknya, justru lebih rentan jatuh miskin.

Hal ini tidak terlepas dari tantangan ekonomi yang dihadapi warga Indonesia. Misalnya, generasi masyarakat usia 45-60 tahun, kata Yanuar, mayoritas masih dalam posisi mantab alias makan tabungan, untuk mengatasi biaya tak terduga.

Bagi yang tidak punya tabungan, ujarnya, akan berutang. Indikasinya ditandai dengan naiknya pinjaman online.

Baca juga:
Ini Gurita Bisnis Ratu Batubara Tan Paulin dan Suaminya

Sementara itu, bagi generasi Gen Z dan milenial yang mencari pekerjaan mauupun sudah bekerja tapi rentan di PHK, akan mengalami kecemasan atas pendapatan. Apalagi budaya flexing, turut memberi rasa cemas bagi generasi ini.

Karena itu, alumni Universitas Gadjah Mada ini menyarankan, pengeluaran konsumsi inti masyarakat untuk air minum bisa ditekan. Caranya, pemerintah membuat fasilitas air minum gratis.

“Intinya konsumsi inti dikurangi dengan insentif pemerintah, resiko jatuh miskin bisa dimitigasi. Utilitas publik yang disediakan pemerintah, berupa air bersih siap minum,” pungkas Yanuar.

[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum