Menu

Dark Mode
Marcella Santoso, Modus Penggunaan Buzzer & Halangi Proses Hukum Kasus Korporasi Besar Waspada Manipulasi Opini Publik Demi Operasi Penyelamatan Kerry Riza Chalid Rakyat Mendesak Presiden Hentikan Bisnis Wilmar Group di Indonesia Loyalis Prabowo Bocorkan Kemarahan Presiden kepada Kapolri Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital Menegakkan Keadilan di Kasus Hukum Wilmar Group

Kesehatan

Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Gangguan Tidur. (Ist/Mayapada) Perbesar

Ilustrasi Gangguan Tidur. (Ist/Mayapada)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Apabila Anda seseorang yang memiliki gangguan tidur ada baiknya mencoba Sleep Test. Sleep Test atau dikenal juga sebagai Studi Tidur atau Sleep Study (polisomnografi), adalah pemeriksaan khusus untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gangguan tidur.

Selama tidur, tubuh kita akan dipantau dengan alat canggih yang merekam aktivitas otak, kadar oksigen darah, detak jantung, pernafasan dan pergerakan tubuh, yang berguna untuk memahami kondisi tubuh kita saat terlelap.

Sleep test akan dilakukan pada jam tidur normal Anda, lalu dimonitor dengan alat khusus yang dapat mendeteksi kadar oksigen di tubuh. Dengan pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui kondisi tidur kita secara menyeluruh dan memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi kita.

Hasil dari pemeriksaan ini akan dianalisis oleh dokter spesialis THT atau dokter spesialis Paru untuk menetapkan diagnosis yang tepat dan menentukan langkah penanganan yang paling sesuai dalam mengatasi gangguan tidur yang terjadi.

Dilansir dari situs Mayapada Hospital, Sleep test bersifat non-invasif, artinya tidak melibatkan prosedur memasukkan alat ke dalam tubuh, tidak memerlukan penggunaan obat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Sleep Test juga dinyatakan aman, tidak sakit, dan tidak perlu operasi maupun obat-obatan.

Kapan Perlu Melakukan Sleep Test?

Sleep Test biasanya dianjurkan bila Anda mengalami keluhan berikut:

  • Mendengkur keras dan sering berhenti napas saat tidur (Sleep Apnea)
  • Sulit tidur dalam waktu lama (Insomnia) / sering terbangun saat tidur di malam hari
  • Tiba-tiba tertidur di siang hari (Narkolepsi) / mengantuk berlebihan dan merasa lelah di siang hari atau sering tiba tiba tertidur
  • Merasa tidak segar saat bangun tidur dan sakit kepala
  • Kaki sering bergerak tidak terkendali saat tidur (Restless Legs Syndrome)
  • Tidur sambil melakukan gerakan/berbicara aktif (REM Sleep Behavior Disorder)
  • Jika memiliki penyakit kronis yang berisiko seperti penyakit jantung, diabetes atau tekanan darah tinggi

Persiapan Sebelum Sleep Test

Agar hasil pemeriksaan tidur lebih akurat dan nyaman dijalani, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan terlebih dahulu:

  1. Hindari konsumsi kafein

Minuman dan makanan yang mengandung kafein dapat membuat kita tetap terjaga di malam hari. Untuk itu, sebaiknya hindari kafein agar kita bisa tidur lebih cepat dan alami selama sleep test berlangsung.

  1. Hindari konsumsi alkohol

Alkohol bisa mempengaruhi pernapasan saat tidur, sehingga dapat memengaruhi hasil sleep test.

  1. Informasikan Obat yang sedang diminum

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kualitas tidur atau hasil rekaman sleep test. Jika sedang menjalani pengobatan, diskusikan terlebih dahulu dengan tim dokter atau tim Patient Navigator apakah ada yang perlu dihentikan sementara.

  1. Hindari tidur siang

Cobalah untuk tetap terjaga di siang hari, agar malamnya kita bisa tidur tanpa hambatan.

  1. Datang dengan kondisi tubuh fit

Jika sedang sakit, sebaiknya tunda atau konsultasikan kondisi tubuh anda terlebih dahulu.

 

Tim Dokter Mayapada Hospital Bandung menjelaskan tahapan dan alur pemeriksaan Sleep Test di rumah sakit:

  1. Registrasi

Melakukan pendaftaran melalui Website/Call Center rumah sakit dan melengkapi administrasi di hari kedatangan.

  1. Persiapan Awal

Setelah proses administrasi selesai, anda akan di antar ke kamar rawat inap, dan perawat akan memeriksakan tanda-tanda vital terlebih dahulu.

  1. Pemasangan Alat

Perawat akan memasang alat pemantau di kepala, dada, dan kaki, dan Anda diharapkan tidur dengan posisi yang biasa Anda lakukan saat tidur, dan jika terbangun di malam hari untuk buang air, anda bisa melakukannya tanpa melepaskan alat. Jangan mencoba melepas alat yang terpasang selama pemeriksaan. Minimal waktu perekaman tidur adalah 5 jam.

  1. Setelah Bangun Tidur

Perawat melepas alat pemantau, data hasil rekaman akan diproses. Hasil test diproses dalam waktu 5 hari kerja dan anda akan dihubungi oleh tim Patient Navigator jika sudah saatnya kontrol hasil test ke dokter spesialis untuk pembacaan dan konsultasi hasil Sleep Test/Study.

[red]

Berita Terbaru

Bulan K3 Nasional, IWIP Genjot Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja

15 February 2025 - 14:03 WIB

Harvey Moeis dan Sandra Dewi Peserta PBI BPJS, Ini Penjelasan Dinkes Jakarta

30 December 2024 - 11:41 WIB

Perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT), Harvey Moeis, dituntut 12 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan uang pengganti Rp210 miliar dalam perkara korupsi dan pencucian uang timah. (Indonesiawatch.id/Dok. Kejagung)

Fiskal Mepet, Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu per Anak

30 November 2024 - 07:26 WIB

Fiskal Mepet, Prabowo turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis jadi Rp10 ribu/Anak

AS dan Indonesia Semakin Akrab di Bidang Kesehatan

22 November 2024 - 17:31 WIB

Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Xavier Becerra bersama Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin seusai menandatangani Nota Kesepahaman untuk Mengembangkan dan Memperkuat Kerjasama Kesehatan (Sumber: Kedutaan Besar AS)

Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal

13 November 2024 - 09:42 WIB

Populer Berita Kesehatan