Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Energi

Biaya Proyek RDMP Balikpapan Terus Membengkak, Change Order Konsorsium masih Nyangkut

Avatarbadge-check


					Kilang Balikpapan dari kejauhan (Pertamina). Perbesar

Kilang Balikpapan dari kejauhan (Pertamina).

Persoalannya, ajuan CO dari konsorsium nilainya mencapai USD 1,2 miliar. Dan angka tersebut tidak diterima PT KPI. “Yang disetujui oleh KPI cuma masih dibawah USD200 juta, itulah yang membuat Jo Konsorsium EPC RDMP tidak bisa menyelesaikan kewajibannya ke banyak subkontraktornya” ujar sumber Indonesiawatch.id lainnya.

Dugaan Penurunan Spesifikasi Proyek RDMP Balikpapan
Dalam kondisi JO konsorsium kesulitan cash flow sejak lama, patut diduga ada penggunaan peralatan atau pipa yang tidak sesuai spesifikasi. “Jangan-jangan, kita bisa duga, itulah penyebab pecahnya flunge pipa yang berdampak kebakaran hebat di sekitar CDU IV ketika proses start up sudah berlangsung sebelum tanggal 25 Mei 2024,” ujar sumber tersebut.

Dia mengatakan bahwa proses pra start up harus teliti betul dan harus bisa dipastikan aman betul sebelum start up. Kebakaran kilang Balikpapan kemarin juga bukan disebabkan faktor tidak terduga alias force majeure. Karena bukan akibat fenomena alam seperti petir, tsunami dan banjir bandang.

“Tetapi hal yang predictible, dugaannya kebakaran itu bisa terjadi karena kurang teliti dan cermat dalam quality control dan safety review sebelum start up serta kualitas equitmen harus menjadi syarat utama, hindari peralatan yang KW 2 dan KW 3,” katanya.

Indonesiawatch.id mencoba mengkonfirmasi pihak konsorsium RDMP Balikpapan. Sampai berita ini ditulis, hanya Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (PTPP), Novel Arsyad yang merespon. “Bisa dikonfirmasi ke leader kami Hyundai. Karena kami member dari konsorsium,” kata Novel kepada Indonesiawatch.id.

Indonesiawatch.id juga sudah mencoba menghubungi Direktur Proyek Infrastruktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Kadek Ambara Jaya. Sayangnya Kadek tidak melayani pertanyaan dari redaksi agar satu pintu. “Sudah saya teruskan ke Pak Hermansyah Corsec PT KPI,” katanya.
[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk
Populer Berita Hukum