<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lingkungan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/category/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/category/lingkungan/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Lingkungan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/category/lingkungan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>‎“Ini guna percepatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda dua provinsi tersebut,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat, (24/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abdul Muhari menjelaskan, operasi modifikasi cuaca di Lampung dan Jateng berlangsung sejak Kamis kemarin, (23/1), dan kembali dilakukan pada hari ini.</p>
<p>“OMC di Provinsi Lampung direncanakan akan berlangsung dalam lima sorti penerbangan,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, lanjut dia, operasi yang dipusatkan di Bandara Radin Inten II ini telah melakukan penerbangan sebanyak dua sorti. Seberat 2.000 kg Natrium Klorida (NaCl) disemai di langit &#8216;Gerbang Pulau Sumatra&#8217;.</p>
<p>Pesawat bernomor lambung PK-SNG akan kembali melangit pada hari ini. Penyemaian awan menggunakan garam ini ditujukan pada awan-awan yang berpotensi terjadi hujan lebat di wilayah Lampung.</p>
<p>Tujuannya, hujan dapat diredistribusikan agar tidak turun di wilayah yang sedang dalam masa penanganan darurat pascabanjir besar yang melanda beberapa lokasi seperti di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan Lampung Timur, serta Kota Bandar Lampung, pada awal pekan lalu.</p>
<p>Selain di Provinsi Lampung, BNPB juga melakukan OMC di wilayah Jateng. Ini dilakukan guna mendukung penanganan darurat bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Kendal, Batang, dan Demak.</p>
<p>“Di Pekalongan, tim gabungan hingga hari ini masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat longsor di Kecamatan Petungkriyono,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, kata Abdul Muhari, prakiraan cuaca BMKG memantau pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jateng pada 23 Januari 2025 didominasi oleh awan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>
<p>“Kondisi tersebut menunjukkan peluang terjadinya hujan di wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis (23/1), pesawat carravan bernomor lambung PK-SNN telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pertama selama 4 jam 18 menit. Sebanyak 2.000 kg NaCl disemai di atas perairan laut utara Jawa Tengah. Penerbangan dilakukan dengan ketinggian 8.000 feet.</p>
<p>Pelaksanaan OMC di Jawa Tengah rencananya akan dilaksanakan hingga Jumat (24/1). Posko OMC Jateng berpusat di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 02:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada sejumlah bencana dalam beberapa hari terkhir dalam pekan ini.</p>
<p>“Bencana seperti erupsi gunung berapi, angin kencang, hujan lebat, dan banjir rob,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pada Jumat, (17/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Berikut perkembangan situasi bencana yang sedang berlangsung di beberapa provinsi hingga Kamis kemarin:</p>
<p><strong>1. Erupsi Gunung Ibu</strong></p>
<p>Erupsi Gunung Ibu yang di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam tingkat aktivitas vulkanik.</p>
<p>Gunung Ibu saat ini berada pada level IV (AWAS), yang memicu dampak langsung terhadap sekitar 3.000 jiwa warga. Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK), atau 120 jiwa, telah mengungsi ke tempat yang aman.</p>
<p>Sebagai respons terhadap situasi tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status Tanggap Darurat. Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sedang dalam proses.</p>
<p>Sebagai langkah koordinasi, BNPB melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin), Pusdalops, serta tim D1 dan D3 terus memberikan pendampingan dalam proses penanganan bencana ini.</p>
<p>Kondisi terkini menunjukkan bahwa lokasi pengungsian telah disiapkan di Desa Tongute Sungi dan Desa Tongute Ternate, dengan Gereja Desa Tongute, Kecamatan Ibu, dijadikan tempat perlindungan bagi para pengungsi.</p>
<p>BNPB bersama BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bahwa upaya evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>2. Hujan Lebat dan Angin Kencang di Surabaya</strong></p>
<p>Beberapa bencana lainnya juga terjadi di provinsi lain. Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Jeruk, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1).</p>
<p>Akibatnya, 13 rumah warga rusak dan 13 Kepala Keluarga (KK) terdampak. BPBD Kota Surabaya segera melakukan kaji cepat, pembersihan lokasi terdampak, serta memasang terpal untuk rumah-rumah yang rusak.</p>
<p>Situasi saat ini masih dalam tahap penanganan dan pemulihan, dan BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung warga yang terdampak.</p>
<p><strong>3. Banjir di OKU</strong></p>
<p>Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan (Sumsel). Banjir yang melanda Kecamatan Baturaja Timur, Minggu, (5/1), telah menyebabkan 478 KK atau 1.336 jiwa terdampak.</p>
<p>Kondisi terkini meski air telah surut, BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan logistik untuk membantu pemulihan kondisi warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat terjadi di masa mendatang.</p>
<p><strong>4. Banjir di Tapin</strong></p>
<p>Dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilanda banjir. Di Kabupaten Tapin, banjir rob pada Rabu (15/1) telah menggenangi 198 KK dan merendam fasilitas umum serta rumah warga.</p>
<p>Meskipun debit air mulai surut, pihak BPBD tetap melaksanakan pendataan serta upaya tanggap darurat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.</p>
<p>Kemudian, ‎di Kabupaten Banjar, banjir yang terjadi pada Rabu, (15/1), merendam 432 unit rumah dan beberapa fasilitas, dengan 592 KK atau 1.644 jiwa terdampak.</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat telah mengupayakan langkah-langkah tanggap darurat untuk meringankan beban warga terdampak. Kondisi terkini banjir belum surut.</p>
<p><strong>5. Banjir di Riau</strong></p>
<p>Sementara itu, di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Pelalawan, hujan deras yang terjadi pada Selasa, (13/1), menyebabkan meluapnya air Sungai Nilo, yang menggenangi permukiman dan merendam 61 unit rumah. Kondisi terkini air belum surut, debit air naik 30 hingga 50 cm dari hari sebelumnya.</p>
<p>BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas.</p>
<p>“Hindari penyebaran informasi tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 01:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Level IV Awas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Halmahera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halmahera Barat, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pendampingan kepada Pemkab Halmahera Barat...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Halmahera Barat, Indonesiawatch.id – ‎</strong>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pendampingan kepada Pemkab Halmahera Barat dalam penanganan darurat pascaerupsi Gunung Ibu yang statusnya naik Level IV atau Awas.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pada Jumat, (17/1), menyampaikan, ‎tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, telah tiba di Halmahera Barat pada Kamis, (16/1).</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a></strong></span></h6>
</blockquote>
<p>‎Kedatangan tim BNPB ini sebagai respons cepat dari pemerintah pusat untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan baik.</p>
<p>“Diperintah oleh Kepala BNPB, untuk memastikan bahwa masyarakat dalam kondisi aman,” kata Raditya.</p>
<p>BNPB turut akan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat.</p>
<p>“Kami mendukung dan mendampingi pemerintah daerah,” ujarnya.</p>
<p>Raditya menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat harus dapat terpenuhi. Pemerintah pusat akan membantu melengkapi kebutuhan dasar yang masih kurang atau belum terpenuhi.</p>
<p>Ia telah telah berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara (Malut), Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, BPBD Halmahera Barat, dan Forkopimda Halmahera Barat terkait langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi.</p>
<p>“Telah diskusi apa yang harus disiapkan apabila status level IV ini masih terus berlanjut. Masyarakat juga akan mendapatkan pengungsian yang layak,” kata Raditya.</p>
<p>Tim BNPB kemudian meninjau pos pengamatan Gunung Api Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dan penjelasan dari tim PVMBG yang bertugas.</p>
<p>“Kita selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini, masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi yang resmi dari PVMBG dan pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Tinjauan dilanjutkan dengan melihat fasilitas dan berdialog dengan pengungsi yang berada di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu. Hingga sore kemarin, terdapat 182 jiwa yang mengungsi di pengungsian tersebut.</p>
<p>Pada pos pengungsian itu, warga mengaku telah mendapatkan fasilitas yang cukup baik, seperti kebutuhan permakanan sudah terpenuhi dan tenaga kesehatan juga telah tersedia untuk melayani pengungsi.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, Gunung Ibu teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 sampai 1.500 meter dari atas kawah. Adapun letusan tertinggi 1.500 m terjadi pada pukul 15:44 WIT.</p>
<p>Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.</p>
<p>Mengingat masih tingginya aktivitas Gunung Ibu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah bagian utara.</p>
<p>Selain itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p><strong>Gunung Ibu Naik ke Level IV &#8216;Awas&#8217;</strong></p>
<p>BNPB siaga untuk mengantisipasi potensi dampak erupsi setelah adanya kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Ibu pada tingkat tertinggi, yaitu level IV atau &#8216;Awas&#8217; pada Rabu, (15/1), pukul 10.00 WIT.</p>
<p>Gunung Ibu yang berlokasi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, mengalami erupsi terus menerus hingga Rabu pagi, (15/1).</p>
<p>BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat untuk kesiapsiagaan. Sedangkan pemantauan akitvitas vulkanik, BNPB juga berkoordinasi dengan PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, untuk mendapatkan informasi situasi terkini.</p>
<p>PVMBG memantau adanya erupsi pada Rabu, (15/1), pukul 07.11 WIT. Saat erupsi, tinggi kolom letusan teramati sekitar 4.000 m di atas puncak. Distribusi abu vulkanik yang tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke arah barat.</p>
<p>Erupsi terekam pada perangkat seismograf dengan durasi waktu 2 menit 11 detik. Dentuman dan gemuruh ketika letusan berlangsung terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.</p>
<p>Langkah BNPB bersiaga dan siap membantu pemerintah daerah pada situasi darurat. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan, beberapa personel BNPB telah berada di Kecamatan Ibu.</p>
<p>BPBD Kabupaten Halmahera Barat telah bersiaga di Kecamatan Ibu. Dua hari sebelumnya saat Gunung Ibu erupsi, para personel BPBD membagikan masker kepada warga dan menyosialisasikan potensi dampak serta bahaya erupsi. Pada Rabun (15/1), BPBD kembali bersiaga untuk evakuasi warga apabila tindakan ini dibutuhkan.</p>
<p>BPBD telah menyiapkan titik-titik evakuasi sementara. Hal tersebut juga telah diketahui oleh warga sehingga warga dapat secara mandiri menuju ke titik-titik evakuasi tersebut.</p>
<p>Di samping itu, Bupati Halmahera yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD menuju Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Tabaru, untuk mengecek kesiapsiagaan dalam antisipasi situasi darurat erupsi Gunung Ibu.</p>
<p>Setelah adanya kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Ibu ke level IV atau &#8216;Awas&#8217;, PVMBG merekomendasikan:</p>
<p>1. Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4.5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.</p>
<p>2. Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).</p>
<p>3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.</p>
<p>4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.</p>
<p>5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui kanal informasi resmk pemerintah.</p>
<p>Sementara itu, terkait potensi ancaman bahaya banjir dan banjir bandang yang dapat dipicu adanya hujan lebat dan material vulkanik, BNPB telah memasang sistem peringatan dini (EWS) alat sensor di 4 titik dan sirine 4 titik.</p>
<p>Pemasangan EWS ini membantu kesiapsiagaan warga setempat. Pemangku kepentingan daerah dan warga dapat memantau situasi daerah aliran sungai melalui dasbor sistem informasi pada tautan <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://mhews.bnpb.go.id/gunung/ibu/">https://mhews.bnpb.go.id/gunung/ibu</a></span>.<br />
<strong>[red]</strong>‎</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 02:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Lewotobi Laki-Laki]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan aktivitas vulkanik 3 gunung berapi sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/">Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan aktivitas vulkanik 3 gunung berapi sebagai fokus darurat bencana pada pekan ini.</p>
<p>‎Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, menyampaikan, ini merupakan hasil rangkuman sejumlah kejadian bencana sejak akhir pekan kedua hingga awal pekan ketiga bulan Januari 2025.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abul Muhari dalam keterangan pers dikutip pada Selasa, (14/1), ‎mengatakan, peristiwa erupsi gunungapi di beberapa wilayah Tanah Air masih menjadi fokus utama dalam penanganan dan siaga darurat.</p>
<p>Adapun ketiga gunung berapi yang menjadi fokus darurat bencana pada pekan ini, yakni:</p>
<p><strong>1. Gunung Ibu</strong></p>
<p>Gunung Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara kembali erupsi pada Sabtu, (11/1), pukul 19.35 WIT.</p>
<p>Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak (5.325 mdpl) berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.</p>
<p>“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 3 menit 5 detik,” ujarnya.</p>
<p>Pada saat terjadi erupsi, Gunungapi Ibu juga memuntahkan lontaran lava pijar kurang lebih 2 kilometer dari pusat kawah. Lontaran lava ini terlihat dengan mata telanjang berwarna merah menyala dan membumbung tinggi ke angkasa disertai suara gemuruh.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Seluruh warga yang tinggal di sekitar Gunungapi Ibu telah mendapatkan pemahaman dari pemerintah daerah setempat untuk melakukan hal yang dianggap perlu yang merujuk kepada penyelamatan, evakuasi sementara dan antisipasi dari dampak yang dapat ditimbulkan.</p>
<p>Atas peristiwa itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperluas radius rekomendasi yakni 4 kilometer dan 5,5 kilometer sektoral ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.</p>
<p>Gunungapi Ibu yang ditetapkan dalam level III atau Siaga sejak pertengahan Mei 2024 terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya hingga hari ini.</p>
<p>“Warga sekitar maupun pendatang diharapkan dapat mematuhi rekomendasi dari PVMBG dan pemerintah daerah setempat,” katanya.</p>
<p><strong>2. ‎Gunung Lewotobi Laki-Laki</strong></p>
<p>Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus erupsi hingga Senin kemarin. Berdasarkan laporan evaluasi yang dirangkum sepekan terakhir sejak tanggal 1–‎7 Januari 2025, aktivitas erupsi gunungapi dengan ketinggian 1.584 mdpl ini telah terjadi 6 kali.</p>
<p>Di sisi lain, gempa Letusan terjadi 6 kali, gempa Hembusan 135 kali, gempa harmonik 99 kali, gempa low frekuensi 8 kali, gempa vulkanik dangkal 4 kali, gempa vulkanik dalam 52 kali, gempa tektonik lokal 9 kali, dan gempa tektonik jauh 48 kali.</p>
<p>Pengamatan visual selama periode tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-laki mengalami sedikit kenaikan, rata-rata tinggi kolom erupsinya 600–‎1200 meter dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni 100–‎1000 meter.</p>
<p>Terlihat api diam di sekitar puncak mengindikasikan adanya lava yang terdorong ke permukaan sehingga dapat teramati saat malam hari pancaran warna merah di area puncak.</p>
<p>Terdapat endapan material lava serta material yang berpotensi menjadi lahar di area barat-barat laut dan utara-timur laut kawah Gunungapi Lewotobi Laki-laki.</p>
<p>Dari hasil evaluasi tersebut, masyarakat di sekitar Gunungapi Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 6 kilometer.</p>
<p><strong>3. ‎Gunungapi Merapi</strong></p>
<p>Gunung Merapi berada di empat wilayah administrasi, meliputi Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah (Jateng) serta Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta.</p>
<p>Gunung Merapi masih ditetapkan dalam level III atau Siaga sejak November 2020 lalu sampai kemarin dengan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi.</p>
<p>Aktivitas erupsi Gunungapi Merapi yang masih cukup tinggi sampai hari di awal tahun 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan pemerintah daerah, menyusul curah hujan di sekitar puncak kawah utama sering terjadi.</p>
<p>Dalam monitoring yang dilakukan BPPTKG dan disiarkan dalam forum Media Merapi, volume curah hujan di atas puncak bervariasi mulai dari 8 milimeter hingga di atas 100 milimeter. Adapun durasi curah hujan berkisar antara 60–‎180 menit.</p>
<p>Selain guguran lava panas, potensi bahaya saat ini berupa awan panas dan banjir lahar hujan pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.</p>
<p>Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.</p>
<p>Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.</p>
<p>Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan apapun di wilayah potensi bahaya.</p>
<p>“Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” ujarnya.</p>
<p><strong>Dua Gunungapi Turun ke Level II</strong></p>
<p>Semantara itu, dari beberapa gunungapi yang masih ditetapkan dalam level III atau Siaga, ada dua gunungapi turun menjadi level II atau Waspada.</p>
<p>“Dua gunungapi itu meliputi Gunungapi Iya di Ende, Nusa Tenggara Timur dan Gunungapi Karangetang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara,” katanya.</p>
<p>Gunungapi Iya telah diturunkan ke dalam level II pada tanggal 8 Januari 2025 pukul 18.00 WITA. Penurunan status ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental aktivitas gunung itu selama periode 1–‎7 Januari 2025.</p>
<p>Kendati sudah turun ke level waspada, namun gempa dangkal maupun dalam masih terus tedeteksi. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah utama.</p>
<p>Adapun karakteristik letusan Gunung Iya pada umumnya berlangsung di kawah utama melalui letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan aliran lava.</p>
<p>Di sisi lain, Gunungapi Iya juga memiliki rekahan yang berhadapan langsung dengan laut, yang mana dapat berkembang dan berpotensi dapat memicu longsoran dan menimbulkan tsunami.</p>
<p>Selanjutnya, Gunungapi Karangetang yang berada di Kabupaten Sitaro diturunkan statusnya menjadi level II pada Sabtu (11/1) pukul 18.00 WITA.</p>
<p>Kendati demikian, masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mendekati radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), termasuk wilayah sektoral 2,5 kilometer pada arah barat daya dan selatan.</p>
<p>Tingkat aktivitas Gunung Karangetang akan ditinjau dan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.</p>
<p>“Sebelumnya, pada awal November 2024 status Gunung Karangetang dinaikkan menjadi Siaga setelah terjadi peningkatan aktivitas secara signifikan,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/">Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 01:16:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timbun Empat Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga dunia tertimbun longsor.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterangan dikutip pada Selasa, (14/1), menyampaikan, mereka tengah beristirahat di rumahnya.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Longsor menimpa rumah mereka pada Senin dini hari, (13/1), sekitar pukul 01.30 WIB.‎ Adapun satu orang lainnya dalam pencarian oleh tim SAR.</p>
<p>Selain itu, ‎sebanyak 5 orang harus dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam dan 8 jiwa mengungsi atas peristiwa longsor yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil itu.</p>
<p>Selain korban jiwa, kata Abul Muhari, tanah longsor juga menyebabkan lima rumah milik lima kepala keluarga rusak berat karena tertimbun material longsor.</p>
<p>Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP bersama relawan dan perangkat kelurahan setempat bersama-sama melakukan upaya pencarian.</p>
<p>Pada Senin sore, korban ketiga berhasil ditemukan dan masih tersisa satu warga yang belum berhasil ditemukan. Tim juga mengerahkan alat berat dalam proses pencarian dan pertolongan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, pada hari yang sama, berdasarkan informasi cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kota Batam dan sekitarnya masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai petir hingga dua hari ke depan.</p>
<p>Merujuk pada informasi tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi bencana susulan.</p>
<p>“Monitoring sungai dan tebing harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi di lapangan,” katanya.</p>
<p>Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing direkomendasikan untuk mengungsi sementara hingga situasi dianggap aman oleh pihak terkait.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 03:51:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Penjelasan PVMPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Ibu di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut) adalah wajar.</p>
<p>“Menurut PVMBG, erupsi Gunung Ibu wajar,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB‎‎) dalam keterangan pers, Minggu, (12/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/">Gunung Ibu Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 4 Ribu Meter</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menyampaikan, ‎erupsi tersebut adalah wajar mengingat aktivitas vulkanik Gunung Ibu pada level III atau ‘siaga’, dengan aktivitas fluktuatif dan kejadian erupsi mencapai 70 kali per hari.</p>
<p>“Di samping itu, dengan melihat aktivitas yang berlangsung hingga kini, belum terjadi perubahan ancaman bahaya di Gunung Ibu,” ujarnya.</p>
<p>Mengantisipasi dampak akitivitas vulkanik, warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau untuk menggunakan pelindung hidung dan mulut atau masker dan mata, dengan kacamata.</p>
<p>BNPB juga mengimbau pemerintah daerah selalu berkoordinasi dengan otoritas kegunungapian untuk upaya mitigasi, pencegahan maupun kesiapsiagaan terhadap bahaya erupsi.</p>
<p>“PVMBG mengharapkan semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak terpancing dengan informasi palsu atau hoaks,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‎Gunung Ibu Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 4 Ribu Meter</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 03:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Abu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6509</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), mengalami erupsi dengan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/">‎Gunung Ibu Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 4 Ribu Meter</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 4.000 meter di atas puncak.</p>
<p>“Fenomena letusan teramati pada Sabtu malam (11/1), pukul 19.35 waktu setempat atau WIT. Kejadian ini berlangsung sekitar 3 menit 5 detik,“ kata ‎Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencana‎an Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterengan pers.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/letusan-gunung-lewotobi-flotim-renggut-nyawa-biarawati-katolik-sr-nikolin-padjo-ssps/">Letusan Gunung Lewotobi Flotim Renggut Nyawa Biarawati Katolik Sr Nikolin Padjo SSpS</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu mengarah condong ke barat. Selain abu, material vulkanik teramati lontaran lava pijar yang keluar sejauh 2 km dari pusat erupsi.</p>
<p>Hingga kini, otoritas kegunungapian atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status aktivitas vulkanik pada level III atau ‘siaga’. Status ini telah berlaku sejak 21 Juni 2024 lalu.</p>
<p>Dengan adanya status ini, PVMBG merekomendasikan tidak adanya aktivitas masyarakat, termasuk pendakian, di dalam radius 4 km dan sektoral 5,5 km dari arah bukaan kawah, yaitu di bagian utara kawah aktif Gunung Ibu.</p>
<p>Sehari sebelumnya, Jumat (10/1), gunung yang berada di Kecamatan Ibu ini mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu hingga 3.000 meter. Pada hari itu, erupsi terjadi dua kali, yaitu pukul 12.35 WIT dan 18.20 WIT. Sebaran abu mengarah condong ke selatan dan Tenggara.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/">‎Gunung Ibu Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 4 Ribu Meter</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-erupsi-dengan-tinggi-kolom-abu-4-ribu-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKP Kumpulkan ‎Keterangan untuk Ungkap Pagar Laut di Dekat PIK 2</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kkp-kumpulkan-keterangan-untuk-ungkap-pagar-laut-di-dekat-pik-2/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kkp-kumpulkan-keterangan-untuk-ungkap-pagar-laut-di-dekat-pik-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 03:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Laut 30 Km]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[PIK 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6495</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengungkap pelaku dan maksud...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kkp-kumpulkan-keterangan-untuk-ungkap-pagar-laut-di-dekat-pik-2/">KKP Kumpulkan ‎Keterangan untuk Ungkap Pagar Laut di Dekat PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎</strong>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengungkap pelaku dan maksud pemagaran laut sejauh 30,16 km di peraian Tangerang, Banten.</p>
<p>‎“Mengenai pemagaran laut di perairan Tangerang, KKP telah mengambil sejumlah langkah‎,” kata Doni Ismanto Darwin, Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik melalui video dilansir pada Jumat, (10/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/">KKP Segel Pagar Laut 30,16 KM Dekat PIK 2</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Doni ‎mengungkapkan, salah satu langkah yang telah dilakukan KKP adalah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait pemagaran laut.</p>
<p>KKP menerima aduan dari masyarakat tentang pemagaran laut atau perairan di Kecamatan ‎Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.</p>
<p>“Aduan masyarakat atas pemagaran di perairan Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada September tahun lalu [2024],” ujarnya.</p>
<div id="attachment_6498" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-6498" class="size-full wp-image-6498" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20250110_105115.jpg" alt="Pagar laut di peraian Tangerang, Banten. (Indonesiawatch.id/Dok KKP)" width="650" height="433" srcset="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20250110_105115.jpg 650w, https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20250110_105115-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><p id="caption-attachment-6498" class="wp-caption-text">Pagar laut di peraian Tangerang, Banten. (Indonesiawatch.id/Dok KKP)</p></div>
<p>Kemudian, lanjut Doni, KKP pada 7 Januari lalu, menggelar diskusi publik yang dihadiri 16 kepala desa terkait dengan isu pemagaran laut tersebut.</p>
<p>“Ada juga perwakilan dari Pemda Tangerang, Ombudsman, ahli pengelolaan pesisir dan analis pertanahan, hingga asosiasi nelayan,” ujarnya.</p>
<p>Doni melanjutkan, hasil diskusi tersebut banyak diberitakan berbagai medi massa. Diskusi ini merupakan langkah kolaboratif KKP bersama sejumlah stakeholder terkait.</p>
<p>‎“KKP bersama semua pihak untuk secepatnya menyelesaikan persoalan pemagaran laut di Tangerang ini,” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kkp-kumpulkan-keterangan-untuk-ungkap-pagar-laut-di-dekat-pik-2/">KKP Kumpulkan ‎Keterangan untuk Ungkap Pagar Laut di Dekat PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kkp-kumpulkan-keterangan-untuk-ungkap-pagar-laut-di-dekat-pik-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKP Segel Pagar Laut 30,16 KM Dekat PIK 2</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 02:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Laut 30 Km]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[PIK 2]]></category>
		<category><![CDATA[PSN PIK 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel pagar laut misterius sekitar 30,16 kilometer...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/">KKP Segel Pagar Laut 30,16 KM Dekat PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel pagar laut misterius sekitar 30,16 kilometer (km) di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2.</p>
<p>‎KKP menggunggah video penyegelan pagar laut tersebut di akun instagram <em>kkpgoid</em> pada Kamis, (9/1). Sejumlah tentara bersejata laras panjang memasang spanduk penyegelan di beberapa titik pagar tersebut.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/?p=6479&amp;preview=true">Pagar Laut 30,16 KM, Komisi IV DPR ‎Dukung Kaji Ulang PSN PIK 2</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“PENGHENTIAN KEGIATAN PEMAGARAN LAUT TANPA IZIN,” demikian tulisan dalam spanduk merah yang dipasang petugas.</p>
<p>Direktorat Jenderal ‎Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) melakukan penyegelan pagar laut sepanjang 30,16 km tersebut pada Kamis, (9/1).</p>
<p>Penyegelan pagar laut misterius yang membentang di 6 kecamatan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono yang karib disapa Ipunk.</p>
<p>KKP menyatakan, penyegelan yang dilakukan oleh Ditjen PSDKP karena pemagaran laut tersebut tanpa izin dari pihak berwenang alias ilegal.</p>
<p>“KKP melalui Ditjen PSDKP melakukan ‎penghentian kegiatan pemagaran laut tanpa izin di wilayah perairan Tangerang,” demikian takarir (caption) dalam video dilihat pada Jumat, (10/1).</p>
<p>Selain tanpa izin, penyegelan dilakukan karena pemagaran laut sekitar 30,16 km tersebut melanggar aturan serta mengganggu akses publikn dan merusak ekosistem laut.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/">KKP Segel Pagar Laut 30,16 KM Dekat PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kkp-segel-pagar-laut-3016-km-dekat-pik-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‎Pagar Laut 30,16 KM, Komisi IV DPR ‎Dukung Kaji Ulang PSN PIK 2</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pagar-laut-3016-km-komisi-iv-dpr-dukung-kaji-ulang-psn-pik-2/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pagar-laut-3016-km-komisi-iv-dpr-dukung-kaji-ulang-psn-pik-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 23:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Laut 30 Km]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[PSN PIK 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mendukung agar pembangunan Proyek...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pagar-laut-3016-km-komisi-iv-dpr-dukung-kaji-ulang-psn-pik-2/">‎Pagar Laut 30,16 KM, Komisi IV DPR ‎Dukung Kaji Ulang PSN PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mendukung agar pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indak Kapuk (PIK) 2 dievaluasi.</p>
<p>“Kami mendukung langkah Kementerian ATR/BPN mengkaji ulang PSN PIK 2,” ujar Yohan dalam keterangan dikutip pada Jumat, (10/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/?p=6476&amp;preview=true">Wakil Ketua Komisi IV DPR Desak Bongkar Pagar Laut di Dekat PIK 2</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) tersebut juga mengapresiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, yang juga menyatakan agar PSN Tropical Coastland PIK 2 itu dikaji ulang.</p>
<p>‎“Pimpinan DPR, Pak Sufmi Dasco juga membuka peluang kaji ulang proyek tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Yohan menyampaikan pernyataan tersebut menanggapi munculnya pagar sepanjang 30,16 kilometer (km) di perairan Tangerang, Banten, dekat PIK 2 yang tengah menjadi sorotan publik.</p>
<p>‎Yoan lebih lanjut menyampaikan, akan mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap pembangunan PSN PIK 2 dalam rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).</p>
<p>Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, ‎Eli Susiyanti, kepada wartawan menyampaikan, pihaknya telah menerjunkan tim setelah menerima laporan dari masyakat.</p>
<p>Eli pada Selasa, (7/1), menyampaikan, berdasarkan tim yang diterjunkan ke lokasi, saat itu pagar laut di perairan Tangerang tersebut baru sekitar ‎7 km.</p>
<p>‎Ia lebih lanjut menyampaikan, tim dari DKP Banten dan Polisi Khusus Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) kembali datang ke lokasi pada 4-5 September lalu.</p>
<p>Menurut Eli, sesuai temuan tim, pemagaran laut di perairan Tangerang, Banten, tersebut tanpa izin dari camat atau kepala desa setempat alias ilegal.</p>
<p>Lebih lanjut Eli menyampaikan, pihaknya bersama tim dari elemen terkait, yakni TNI AL, Polairud, PSDKP, dari PUPR, Satpol PP‎, dan DKP Tangerang melakukan inspeksi gabungan.</p>
<p>“‎Kami bersama-sama melaksanakan investigasi di sana dan panjang lautnya sudah mencapai 13,12 km, terakhir malah sudah 30 km,” ujarnya.</p>
<p>Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP, Suharyanto, mengatakan, pihaknya tidak tahu siapa yang membuat pagar laut sepanjang itu dan apa tujuannya.</p>
<p>Pasalnya, ujar Suharyanto, tidak ada pengajuan permohonan izin kepada Direktorat Perencanaan Ruang Laut KKP.‎ Ia juga menyebut bahwa tidak ada proposal untuk penggunaan perairan itu.</p>
<p>“Ketika ruang laut itu diajukan permohonan dan dalam permohonannya ada proposalnya. Ini kan tidak ada,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pagar-laut-3016-km-komisi-iv-dpr-dukung-kaji-ulang-psn-pik-2/">‎Pagar Laut 30,16 KM, Komisi IV DPR ‎Dukung Kaji Ulang PSN PIK 2</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pagar-laut-3016-km-komisi-iv-dpr-dukung-kaji-ulang-psn-pik-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-06 19:41:00 by W3 Total Cache
-->