Menu

Dark Mode
Waspada Manipulasi Opini Publik Demi Operasi Penyelamatan Kerry Riza Chalid Rakyat Mendesak Presiden Hentikan Bisnis Wilmar Group di Indonesia Loyalis Prabowo Bocorkan Kemarahan Presiden kepada Kapolri Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital Menegakkan Keadilan di Kasus Hukum Wilmar Group OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

Ekonomi

Eks Menkeu Jokowi Sebut Air Galon Buat Miskin, INDEF: Mengaburkan Masalah Utama

Avatarbadge-check


					Ilustrasi air galon. Perbesar

Ilustrasi air galon.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pernyataan eks Menteri Keuangan (Menkeu) Jokowi, Bambang Brodjonegoro, tentang air minum galon membuat masyarakat jatuh miskin, dinilai konyol.

Menurut peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Agus Herta Sumarto, pernyataan itu justru mengaburkan masalah utama. “Saya kira pendapat itu hanya untuk mengaburkan masalah yang sebenarnya (tentang kemiskinan),” ujarnya kepada Indonesiawatch.id.

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Agus menilai kebiasaan pembelian air kemasan terhadap penurunan daya beli kontribusinya tidak signifikan. Sebaliknya, kata Agus, masalah utama dari menurunnya jumlah kelas menengah dan menjadi miskin adalah karena kinerja perekonomian tidak sedang baik-baik saja.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana ini menjelaskan bahwa jumlah pengangguran terbuka memang berkurang tetapi pengangguran terselubung naik. “Jumlah setengah penganggur naik tinggi,” ujarnya.

Merujuk data BPS, kata Agus, jumlah setengah pengangguran naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen. Artinya, sebagian masyarakat saat ini kehilangan sebagian pendapatannya.

“Penjualan kendaraan bermotor juga turun. Itu menjadi bukti bahwa masalah sebenarnya bukan konsumsi masyarakat. Yang menjadi penyebab turunnya jumlah kelas menengah adalah hilangnya pendapatan,” kata Agus.

Baca juga:
Eks Menkeu Jokowi Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Ekonom PEPS: Tidak Masuk Akal!

Agus juga mengatakan bahwa inflasi inti (core inflation) juga mengalami penurunan. “Walaupun harga-harga kebutuhan pokok tidak naik signifikan tapi kalau daya belinya turun, masyarakat menjadi tambah miskin,” ujarnya.

Menurut Agus, fenomena konsumsi air galon lebih banyak terjadi di masyarakat perkotaan. “Di daerah pedesaan tidak ada fenomena ini. Kalaupun ada sangat kecil sekali. Oleh karena itu, pendapat (eks Menkeu Jokowi) tadi sangat bias,” katanya.

Karena itu, Agus menyarankan, agar pemerintah lebih fokus pada masalah-masalah yang menyebabkan penurunan dan kehilangan pendapatan masyarakat. “Masalah berkurangnya pendapatan karena hilangnya pekerjaan dan bergeser dari pekerjaan formal menjadi informal,” pungkas Agus.
[red]

Berita Terbaru

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)
Populer Berita Hukum