Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Ekonomi

Eks Menkeu Jokowi Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Ekonom PEPS: Tidak Masuk Akal!

Avatarbadge-check


					Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. (Ist.). Perbesar

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. (Ist.).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Eks Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa konsumsi air minum galon dan kemasan bisa membuat kelas menengah jatuh miskin. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan pernyataan tersebut konyol dan tidak masuk akal.

“Pernyataan dan pendapat mantan menteri keuangan rezim Jokowi ini sungguh menyedihkan, tidak masuk akal sama sekali, absurd,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (31/08).

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Jokowi Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Menurut Anthony, pernyataan Bambang jelas sebagai upaya mencari kambing hitam atas ketidakmampuan dan kegagalan pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan.

“Tetapi ini menyalahkan masyarakat karena kebiasaan konsumsi air kemasan,” katanya menilai pernyataan tersebut.

Anthony menjelaskan bahwa Bambang telah berkilah. Tentang, konsumsi air kemasan tidak terjadi di semua negara. Dan pernyataan Bambang mengenai negara maju terbiasa konsumsi air minum (dari keran) yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum.

“Niatnya mau membela kegagalan pemerintahan Jokowi, dengan mencari kambing hitam “konsumsi air kemasan”. Tetapi yang didapat justru sebaliknya,” katanya.

Menurut Anthony, pernyataan Bambang justru mengungkap fakta dan sekaligus validasi. Bahwa pemerintahan Jokowi selain telah gagal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah bawah, tetapi juga telah gagal dalam penyediaan air siap minum di tempat-tempat umum.

“Karena, masyarakat hanya bisa konsumsi air siap minum dari keran-keran di tempat umum kalau pemerintah mampu menyediakan fasilitas tersebut,” katanya.

Faktanya, pemerintah tidak mampu menyediakan fasilitas air siap minum di tempat-tempat umum, sehingga masyarakat tidak bisa mengkonsumsinya.

Baca juga:
Air Galon Buat Orang Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Buat Air Minum Gratis

“Artinya, masyarakat mengkonsumsi air kemasan karena tidak ada pilihan lain, karena pemerintah telah gagal menyediakan air siap minum yang aman, di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Sebelumnya, Bambang Brodjonegoro menuding pengeluaran Masyarakat atas air minum galon, menjadi salah satu biang kerok yang membuat jatuh miskin. Bambang meyakini kebiasaan membeli air galon dan kemasan dapat menekan ekonomi warga kelas menengah.

“Kita tidak sadar selama ini, itu (pembelian air galon) sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya,” kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) (30/08).
[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update