Menu

Dark Mode
Marcella Santoso, Modus Penggunaan Buzzer & Halangi Proses Hukum Kasus Korporasi Besar Waspada Manipulasi Opini Publik Demi Operasi Penyelamatan Kerry Riza Chalid Rakyat Mendesak Presiden Hentikan Bisnis Wilmar Group di Indonesia Loyalis Prabowo Bocorkan Kemarahan Presiden kepada Kapolri Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital Menegakkan Keadilan di Kasus Hukum Wilmar Group

Hiburan

Gisela Cindy Bagikan Tips Finansial Bagi Kamu yang Berencana Pindah ke Luar Negeri

Avatarbadge-check


					Mantan Artis Cilik Gisela Cindy (Doc. Wise) Perbesar

Mantan Artis Cilik Gisela Cindy (Doc. Wise)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Banyak warga Indonesia yang ingin pindah ke luar negeri, baik itu karena tingginya gaji, kualitas hidup yang lebih baik, peluang sosial-ekonomi yang lebih luas, atau prestise. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), per September 2023, sebanyak 2.276.722 warga Indonesia tinggal di luar negeri. Namun, menetap di negara baru juga tidak mudah, terutama dalam persiapan finansial.

Wise, perusahaan teknologi global yang berperan dalam pengiriman dan pengelolaan uang ke seluruh dunia, meminta mantan artis cilik Gisela Cindy membagikan tips persiapan finansial bagi sesama warga Indonesia yang berencana pindah ke luar negeri.

Gisela telah meninggalkan dunia akting sejak 2012 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Kanada dan bermukim di sana hingga kini. Berikut tiga tips persiapan finansial dari Gisela Cindy untuk para calon migran:

1. Melakukan Riset Biaya Hidup di Negara Tujuan

Sebelum pindah ke luar negeri, penting untuk melakukan riset dan memahami besaran  biaya hidup di negara tujuan, terutama biaya akomodasi, yang menjadi biaya terbesar. Bagi mereka yang pindah melalui jalur visa kerja, memahami biaya hidup juga penting agar lebih selektif dalam melamar pekerjaan di luar negeri, sehingga dapat memastikan gaji yang ditawarkan dapat mencukupi biaya hidup.

“Dulu waktu memutuskan pindah sangat spontan, dan sejujurnya saya tidak sempat melakukan banyak riset tentang biaya hidup di Kanada. Saya cukup beruntung karena memiliki teman Indonesia di Kanada dan ada agensi pendidikan internasional di Indonesia yang bantu mencarikan tempat tinggal mengurus proses administrasinya,” ujar Gisela.

Gisela menyebut, perjalanan setiap orang memiliki tantangannya masing-masing. Karena itu, saya menyarankan dilakukannya riset menyeluruh tentang biaya hidup di luar negeri untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang berapa banyak dana awal yang akan dibutuhkan.

2. Bersiap-siaplah untuk Investasi dalam Pendidikan

Gisela memulai perjalanan pindah ke luar negeri dengan melanjutkan pendidikan tingginya di Kanada. Meski biaya kuliah luar negeri bisa mahal, statusnya sebagai mahasiswa internasional memberikan Gisela kesempatan untuk bekerja sambil belajar. Tak hanya itu, hal ini membantu Gisela mendapatkan pekerjaan full-time dan akhirnya memenuhi syarat untuk mendapatkan permanent residency.

Salah satu proses mendapatkan permanent residency di Kanada didasarkan pada sistem poin yang disebut Comprehensive Ranking System (CRS). Faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, dan jabatan pekerjaan berkontribusi pada jumlah poin yang dikumpulkan.

“Semakin tinggi title pekerjaan dan banyaknya pengalaman, nilai poinnya semakin tinggi. Satu tahun setelah aku kerja full-time sudah berhasil dapat permanent residence,” ucap Gisela.

Selain melanjutkan pendidikan tinggi, calon migran asal Indonesia juga perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi dan kursus bahasa asing sesuai dengan negara yang dituju, yang juga dapat menambah biaya tambahan sebelum pindah ke luar negeri.

3. Perhatikan Biaya dan Markup Nilai Tukar saat Mengirim Uang ke Luar Negeri

Jika berencana mengirim uang ke luar negeri, seperti ke rekening bank lokal di negara tujuan, penting untuk memilih penyedia layanan yang menawarkan nilai kurs tengah, seperti yang bisa kita lihat di Google.

Gisela menceritakan, keluarganya di Indonesia sering mengirimkan uang kepadanya menggunakan layanan pengiriman uang tradisional. Namun, ternyata biaya transfernya mahal. Selain itu, Gisela menyadari bahwa kurs transfer pengirimannya juga di-markup.

“Kemudian, saya menemukan Wise, yang menawarkan biaya rendah dan nilai tukar yang transparan. Saya juga bisa memantau nilai tukar melalui aplikasi di HP dan mendapatkan notifikasi nilai tukar secara real-time, yang sangat membantu setiap kali saya perlu menerima atau mengirim uang ke luar negeri,” tutur Gisela.

[red] 

Berita Terbaru

Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras

11 January 2026 - 19:48 WIB

Cinta Dalam Sujudku, Kisah Kasih Mengharu Biru, Adaptasi Novel Diana Febi

16 July 2025 - 11:10 WIB

Alibi.com, Komedi Kolaborasi Lintas Generasi

11 July 2025 - 20:54 WIB

Pentingnya Royalti dan Hak Moral Karya Musik Tradisional

22 June 2025 - 20:17 WIB

Pendaftaran AMI Awards 2025 Dibuka! Ruang Ekspresi Memajukan Musik Indonesia

18 June 2025 - 09:29 WIB

Populer Berita Hiburan