Menu

Dark Mode
Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

Hukum

Ini Cerita Ahok Jalani 14 Hari Pertama Hidup di Penjara

Avatarbadge-check


					Ahok menceritakan 14 hari pertamanya mendekam di dalam penjara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Ahok menceritakan 14 hari pertamanya mendekam di dalam penjara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengungkapkan cerita 14 hari pertamanya mendekam di penjara Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Pria kelahiran Manggar, Belitung Timur ini dalam sesi wawancara bertajuk “Buka Saja” dikutip dari YouTube Sudirman Said Official pada Sabtu, (14/12/2024), ‎mengaku sangat marah ketika mendekam di penjara.

Baca juga:
Reaktor Nuklir Pertama di Indonesia Bakal Ditempatkan di Asal Provinsinya Ahok

‎“Itu saya kira ada benernya ya [belajar di Mako Brimob]. Kayak kalau di dalam ya, kita kalau kesal, marah gitu ya. Sesek. Sama orang dekat kita kalau kita ribut, sesek. Karena kita enggak bisa keluar,” kata pria yang karib disapa Ahok ini.

‎Selama 14 hari pertama, Ahok mengaku sangat marah sekali dan belum terima harus masuk penjara gegara pernyataan yang diucapkannya.

‎“Saya 14 hari pertama itu, saya selalu tuliskan. Jadi saya waktu hari pertama itu tiap jam bangun. Kesal gitu. Tiap jam bangun,” katanya.

Akhirnya, pada hari ke-14, Ahok mengalami panic attack seperti serangan jantung. Ia lantas memanggil penjaga untuk minta tolong karena ia merasa seperti sakit jantung.

“Pak, pak, pak. Tolong pak. Jantung pak,” kata Ahok menirukan ucapannya kala memanggil penjaga di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

Penjaga Rutan menanggapinya enteng. ‎“Oh biasa bang. Biasa orang baru masuk gitu bang,” ucap Ahok menirukan jawaban penjaga Rutan.

Ahok mengaku sempat berupaya meyakinkan penjaga bahwa dirinya mengalami serangan jantung.‎ “Ini udah, saya serius nih,” ucap Ahok.

‎Pejaga bergeming. Ahok kemudian mulai mencoba berpikir dan bertanya kepada diri sendiri, apakah kalau serangan jantung bisa masih berpikir.

“Tapi begitu ingat lagi datang lagi. Panggil lagi. Pak, pak, tolong pak. Ini kayak jantung, butuh dokter,” ucap Ahok.

Penjaga menyampaikan jawaban yang sama, itu merupakan hal biasa umumnya orang yang baru menghuni sel. Penjaga malah menyuruh Ahok untuk jalan. Ahok menolak dan tetap minta dipanggilkan dokter untuk memeriksa.

“Terus bisa mikir. Panggil dokter. Ini keluar berita sakit. Pura-pura sakit jantung supaya keluar katanya,” Ahok menyampaikan komunikasinya dengan dirinya sendir kala itu.

Akhirnya Ahok mulai cari penyebab mengapa seperti mengalami serangan jantung. Ia menyimpulkan bahwa dirinya bukan terkena serangan jantung.

‎“Ini sumbernya apa? Nah, saya mulai duduk nih, saya mulai temukan [penyebabnya], marah saya enggak terima diperlakukan seperti ini,” katanya.

Ahok mengaku kala itu masih terngiang-ngiang bahwa gubernur aktif Jakarta yang ditangkap bukan karena korupsi hanya terjadi pada zaman agresi militer Belanda.

“Orang ngomong lagi. Temenmu presiden, lu gak salah Mas, penjara. Kamu bisa dihukum penjara. Kamu udah kalah juga, mereka mau gubernur doang. Mungkin gak terima, marah sama semua orang,” ujar Ahok.

Akhirnya Ahok mulai tahu bahwa penyebabnya adalah marah dan tidak bisa berekspresi karena di dalam penjara. Ahok mulai merenung karena dengan marah tidak menyelesaikan masalah.

“Duduk diam, saya marah pun enggak bisa. Saya kalau mati di sini pun digotong keluar, pasti bahasanya yang benci, itu bukan mayat Ahok. Pasti batang pisang. Ahoknya udah pindah ke Hong Kong. Iya kan,” seloh Ahok.

Ahok terus merenung dan yakin bahwa ini bukan serangan jantung karena sudah setengah jam berlalu, ia masih tetap berada di alam dunia.

“Akhirnya saya doa yang menurut saya ini doa yang benar. Saya minta Tuhan tolong saya bisa mengampuni itu semua,” katanya.

Ahok sadar bahwa apa yang menimpanya ini atas seizin Allah. Ia yakin bahwa kalau tanpa seizin-Nya, ‎tidak mungkin mereka bisa memasukannya ke penjara.

“Berarti ini ada seizin Allah. Saya juga bukan orang sempurna. Berarti Allah pengen saya belajar,” katanya.

Ahok yakin bahwa Tuhan menyuruhnya untuk mencari prospektif baru. Tuhan menempatkannya di penjara ini mempunyai sutu tujuan. “Saya mulai berpikir. Jadi kita mulai merangkai,” ucapnya.

‎Ahok menuturkan, sebelum masuk penjara, akan ngotot berdebat kalau melihat sesuatu yang tidak sesuai fakta. Misalnya, kalau ada orang bilang air putih yang ada di gelas adalah arak.

“Aku ajak ribut, seharian pun gue ajak ribut. Ini air putih kok. Gimana ini arak?” cetus Ahok.

Setelah di dalam penjara, Ahok mengaku tidak ngeyel untuk meyakinkan orang yang menyebut air putih itu arak.‎ “Kalau dia bilang arak, ya sudahlah, ngapain ikut sama orang bilang arak. Nontes-nya air putih kok,” ucapnya.

Ahok menyampaikan, Tuhan memasukkanya ke dalam penjara itu memberikannya kesempatan untuk merenung. “‎Jadi saya mulai cari, saya enjoy aja,” ungkapnya.

[red]

Berita Terbaru

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Gekanas Gugat Bahlil Lahadalia karena RUPTL PLN 2025-2034

3 September 2025 - 13:25 WIB

Populer Berita Energi