Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Sains & Edukasi

Jusuf Kalla Sebut Mendikbud Nadiem Jarang ke Kantor

Avatarbadge-check


					Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan). Perbesar

Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia mengatakan bahwa menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim jarang ke kantor. Selain itu, JK menuuturkan bahwa Nadiem tidak berpengalaman menjadi Menteri dibandingkan Menteri Pendidikan sebeluamnya.

Misalnya seperti Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa. Lalu ada, Soemantri Brodjonegoro, Daoed Joesoef, Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy.

Baca juga:
Kontroversi Pengajuan Guru Besar, MDGB PTNBH Keluarkan Seruan Moral

“Semua orang hebat di bidang Pendidikan. Kemudian ada mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman pendidikan tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor pula. Minta maaf Sekjen [Kemendikbud],” ujar JK dalam pidatonya, beberapa waktu lalu.

JK juga menyebut bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang paling sering gonta ganti nama.

“Sekarang paling panjang namanya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Luas sekali, besar sekali, tapi dipimpin oleh orang yang jarang ke kantor. Bagaimana bisa jadi pendidikannya,” ujarnya.

Menurut JK, pendidikan sangat penting. Karena itu dibutuhkan pemimpin Kementerian Pendidikan yang memahami pendidikan. “Seharusnya, yang memimpin pendidikan adalah tokoh-tokoh pendidikan. Begitu menterinya tiadk ngerti pendiidkan, dan malas ngurus Pendidikan, kacau semuanya,” ujarnya.

JK bahkan mengatakan bahwa internal Kemendikbudristek lebih tahu kondisi dan keadaannya sejak Kemendikbudristek dipimpin Nadiem. “Saya kira pak Sekjen [Kemendikbudristek] lebih tau dari saya, tentang keaadan,” ujarnya.

Karena itu, JK menyarankan kepada rezim pemerintahan selanjutnya, agar memilih menteri yang memahami pendidikan tidak hanya nasional, tetapi juga daerah.

“Untuk pemerintah yang akan datang, tolonglah dipilih Menteri yang ngerti Pendidikan. Kalau tidak, beginilah. Percuma kita ngomongi anggaran sekian-sekian tanpa orang yang bisa me-manage anggaran itu dengan baik,” pungkas JK.
[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum