Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Sains & Edukasi

Jusuf Kalla Sebut Mendikbud Nadiem Jarang ke Kantor

Avatarbadge-check


					Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan). Perbesar

Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia mengatakan bahwa menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim jarang ke kantor. Selain itu, JK menuuturkan bahwa Nadiem tidak berpengalaman menjadi Menteri dibandingkan Menteri Pendidikan sebeluamnya.

Misalnya seperti Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa. Lalu ada, Soemantri Brodjonegoro, Daoed Joesoef, Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy.

Baca juga:
Kontroversi Pengajuan Guru Besar, MDGB PTNBH Keluarkan Seruan Moral

“Semua orang hebat di bidang Pendidikan. Kemudian ada mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman pendidikan tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor pula. Minta maaf Sekjen [Kemendikbud],” ujar JK dalam pidatonya, beberapa waktu lalu.

JK juga menyebut bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang paling sering gonta ganti nama.

“Sekarang paling panjang namanya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Luas sekali, besar sekali, tapi dipimpin oleh orang yang jarang ke kantor. Bagaimana bisa jadi pendidikannya,” ujarnya.

Menurut JK, pendidikan sangat penting. Karena itu dibutuhkan pemimpin Kementerian Pendidikan yang memahami pendidikan. “Seharusnya, yang memimpin pendidikan adalah tokoh-tokoh pendidikan. Begitu menterinya tiadk ngerti pendiidkan, dan malas ngurus Pendidikan, kacau semuanya,” ujarnya.

JK bahkan mengatakan bahwa internal Kemendikbudristek lebih tahu kondisi dan keadaannya sejak Kemendikbudristek dipimpin Nadiem. “Saya kira pak Sekjen [Kemendikbudristek] lebih tau dari saya, tentang keaadan,” ujarnya.

Karena itu, JK menyarankan kepada rezim pemerintahan selanjutnya, agar memilih menteri yang memahami pendidikan tidak hanya nasional, tetapi juga daerah.

“Untuk pemerintah yang akan datang, tolonglah dipilih Menteri yang ngerti Pendidikan. Kalau tidak, beginilah. Percuma kita ngomongi anggaran sekian-sekian tanpa orang yang bisa me-manage anggaran itu dengan baik,” pungkas JK.
[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum