Cucun juga mengingatkan, industri TPT merupakan sektor padat karya yang menyerap hampir 4 juta tenaga kerja dan berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB).”Kalau tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin makin banyak yang kena PHK dan kelas menengah merosot menjadi kelas bawah atau miskin,” katanya.
Cucu menegaskan, pemerintah harus berkoordinasi dengan semua stakeholder agar bisa menekan barang impor yang masuk ke Indonesia.
Berdasarkan catatan Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), dalam lima tahun terakhir, terdapat 72.250 kontainer impor TPT ilegal dari China yang masuk ke Indonesia. Kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp 46 triliun.
Dari data tersebut, disebutkan bahwa nilai ekspor TPT China ke Indonesia sepanjang tahun 2019-2023 memiliki gap sampai miliaran dollar Amerika Serikat (AS) dibandingkan data impor TPT Indonesia dari China.Data tersebut adalah untuk TPT nomor HS 50-63.
Selain itu, tercatat pula berturut-turut nilai ekspor TPT China ke Indonesia pada tahun 2019-2023 adalah 5,09 miliar dollar AS, 3,79 miliar dollar AS, 5,86 miliar dollar AS, 6,50 miliar dollar AS, dan 5,28 miliar dollar AS.
Ada gap berturut-turut sebesar 1,12 miliar dollar AS, 706,1 juta dollar AS, 1,79 miliar dollar AS, 2,12 miliar dollar AS, dan 1,47 miliar dollar AS dari nilai impor TPT Indonesia dari China.
[red]






