Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menantang Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, untuk membongkar dan melaporkan dugaan korupsi sejumlah petinggi negara dan elit politik.
“Memangnya ada? Kalau ada sampaikan saja,” kata Prasetyo Hadi menanggapi sesumbar Hasto Kristiyanto.
Baca juga:
Sekjend PDIP Hasto Disebut Sudah Tersangka, Setelah Pimpinan KPK Baru Dilantik
Lebih lanjut Prasetyo Hadi kepada wartawan pada akhir pekan kemarin menyampaikan, Hasto harus menyampaikan sesuai mekanisme hukum.
“Kan semua kan landasannya hukum ya,” tandas Prasetyo Hadi.
Sementara itu, Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyodo (AHY), membantah pertemuan sejumlah ketum partai KIM plus dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, membahas soal PDI Perjungan dan status tersangka Hasto Kristiyanto.
“Enggak,” ucap AHY menjawab pertanyaan wartawan apakah pertemuan tersebut sempat membahas PDIP dan status Hasto Kristiyanto.
Namun demikian, AHY menyampaikan, pertemuan tersebut menyampaikan berbagai perkembangan di dalam negeri karena Prabowo baru melakukan lawatan ke sejumlah negara.
Menurut AHY, para ketum KIM plus dan Presiden Prabowo sudah cukup lama tidak bertemu, sehingga menemui Presiden Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara.
“Tentu kita saling update situasi terakhir. Pak Presiden sendiri kan belum lama kembali dari lawatan luar negeri. Jadi banyak hal yang dibahas,” ucapnya.
Sebelumnya, Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyampaikan, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bakal membongkar informasi dan video skandal dan korupsi yang melibatkan petinggi negara dan elit politik di Indonesia.
Gertakan tersebut sebagai bentuk pasca-KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus korupsi terkait Harun Masiku. Guntur Romli mengatakan, Hasto akan merilis video dan informasi tersebut.
“Mas Hasto sadar bahwa akan ada upaya-upaya untuk melakukan kriminalisasi, melakukan pemberangusan terhadap dokumen-dokumen, sehingga dititipkan dokumen itu kepada Ibu Connie ke Rusia,” ujarnya.
Guntur Romli menyampaikan, berbagai dokumen yang dititipkan kepada pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie itu sudah dituangkan dalam bentuk video.
“Beberapa video yang akan membongkar skandal kasus-kasus korupsi yang melibatkan petinggi-petinggi negara, baik yang masih menjabat atau yang sudah tidak menjabat,” ujarnya.
Lebih lanjut Guntur Romli menyampaikan, video tersebut di antaranya soal berbagai upaya kriminalisasi terhadap Anies Baswedan dan sejumlah buktinya.
“Juga ada kasus petinggi dari penegak hukum yang disalahgunakan untuk menyelesaikan masalah pribadi anak mantan penguasa,” ujarnya.
Guntur Romli menyampaikan, video-video tersebut nantinya akan dirilis oleh Hasto Kristiyanto. Ini sebagai bentuk perlawanan kriminalisasi terhadapnya melalui KPK.
“Kami melihat itu sebagai kasus politik, bukan kasus hukum,” ujarnya.
KPK juga sempat meminta Hasto Kristiyanto untuk melaporkan jika mempunya bukti-bukti dugaan korupsi seperti yang telah disampaikannya kepada publik.
“Untuk bisa melaporkan hal tersebut kepada APH [aparat penegak hukum] yang berwenang menangani perkara korupsi,” kata Tessa Mahardika Sugiarto, Juru Bicara KPK.
[red]






