Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Energi

Pengamat Energi: Kualifikasi Pabrikan Dalam Negeri Semakin Siap untuk Penuhi TKDN Hulu Migas

Avatarbadge-check


					Ilustrasi TKDN Hulu Migas. Perbesar

Ilustrasi TKDN Hulu Migas.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pengamat Energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, realisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di hulu migas sudah semakin baik.

“TKDN di migas selama ini realisasinya sudah cukup bagus, dari data SKK migas. Dari tahun ke tahun naik terus. Jadi baik TKDN barang dan jasa, semakin ke sini semakin meningkat,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (06/09).

Baca juga:
Ini Pejabat Pertamina yang Pernah Dipecat Jokowi Karena Melanggar TKDN

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah kualifikasi dari industri penunjang hulu migas sudah semakin siap.

“Semakin ke sini, kualifikasi dari industri penunjang hulu migasnya juga semakin meningkat. Sehingga ada beberapa produk, yang dulunya mungkin belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, tetapi dalam perkembangannya sekarang bisa dipenuhi,” ujarnya.

Komaidi mencontohkan peningkatan TKDN terjadi di produk perpipaan, hingga zat-zat kimia yang dibutuhkan di sektor hulu migas. “Semakin ke sini semakin bisa memenuhi standar minimalnya. Jadi meskipun TKDN, harus tetap memenuhi standar,” katanya.

Menurut Komaidi, kualitas produk dalam negeri harus bisa bersaing dengan impor agar bisa digunakan di hulu migas. Pasalnya, sektor ini membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi.

“Jadi saya kira ada beberapa hal yang kemudian TKDN nya meningkat. Salah satunya secara paralel industri dalam negerinya semakin siap,” katanya.

Selain itu, pengalihan wilayah kerja dari swasta asing ke PT Pertamina juga turut mendongkrak peningkatan TKDN. “Terutama dari sisi jasa nya. Karena tenaga kerjanya didominasi oleh dari dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga:
SKK Migas & KESDM Terus Pantau Komitmen TKDN KKKS Hulu Migas

SKK Migas mencatat bahwa, rencana pengadaan barang/jasa hulu migas tahun 2024 mencapai sekitar US$ 13,9 miliar atau setara dengan sekitar Rp 219 triliun. Sementara target TKDN sebesar 57%. Artinya, akan ada sekitar Rp 124,8 triliun pembelanjaan hulu migas di dalam negeri.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update