Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Opini

Perbedaan Transisi Energi Terbarukan Indonesia dan Jepang

Avatarbadge-check


					Prima Gandhi, Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia Jepang/ Ph.D student Agricultural Economic, Tokyo University of Agriculture /Dosen IPB University Perbesar

Prima Gandhi, Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia Jepang/ Ph.D student Agricultural Economic, Tokyo University of Agriculture /Dosen IPB University

Namun data yang patut digarisbawahi dari laporan ERIA adalah kapasitas investasi kebijakan FIT yang disetujui Pemerintah Jepang sudah mencapai 10.830 MW per 2021. Angka ini sudah melampaui target kapasitas pembangkit listrik biomassa Jepang pada 2030, yaitu 6.020-7.280 MW. Pemerintah Jepang tinggal menunggu pembangkit listrik biomassa berkapasitas 6.330 MW beroperasi sebelum 2030.

Sejarah Berulang
Dalam satu dasawarsa terakhir terjadi tren kenaikan impor biomassa Jepang dari Indonesia. Dari 2014 hingga 2024 lonjakan ekspor wood pellets Indonesia ke Jepang mencapai 17.578% (BPS, 2024). Selain wood pellets, Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit Indonesia dengan pangsa 84,5% dari total ekspor.

Potensi produksi cangkang kelapa sawit mencapai 13,4 juta ton per tahun. Pada 2023 nilai ekspor cangkang sawit Indonesia ke Jepang senilai USD 550,98 juta, naik 40 persen dibanding 2022.

Jika kita melihat besarnya kebutuhan Jepang dari biomassa Indonesia sebagai sumber energi saat ini, maka dapat dikatakan sejarah delapan puluh dua tahun lalu terulang. Tahun 1942, tentara Angkatan Laut (AL) Jepang mulai menjajah Indonesia untuk mengumpulkan minyak bumi.

Hal ini sebagai respon distopnya ekspor minyak bumi dari Amerika Serikat yang kala itu menjadi musuh Jepang. Saat ini, Jepang mengimpor biomassa dari Indonesia sebagai bahan baku pembangkit listrik mengantikan nuklir akibat kecelakaan PLTN Fukushima Daichi yang banyak memakan korban jiwa.

Fenomena inkonsistensi transisi energi Indonesia dan peningkatan impor biomassa dari Indonesia ke Jepang menunjukkan manifestasi neo-kolonialisme antara Jepang-Indonesia.

Neo-kolonialisme adalah sebuah konsep yang mengacu pada bentuk baru dari imperialisme dan kolonialisme namun dengan metode lebih halus dan tidak langsung tanpa menggunakan intervensi politik atau militer. Biasanya ini terjadi antara negara penjajah dan bekas jajahannya.

Dampak dari manifestasi neo-kolonialisme energi terbarukan dalam sepuluh tahun terakhir adalah Jepang mendapatkan pasokan biomassa yang stabil dan murah untuk pemenuhan kebutuhan listrik domestiknya, sedangkan Indonesia harus menanggung masalah deforestasi dan degradasi lingkungan yang tidak sebanding dengan nilai ekonomi ekspor biomassa.

Melihat dampak bagi Indonesia, besar harapan penulis Presiden Prabowo serta kabinet merah-putih tidak tutup mata terhadap fenomena ini. Semoga!

Prima Gandhi
-Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia Jepang/ Ph.D student Agricultural Economic, Tokyo University of Agriculture /Dosen IPB University

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Waspadalah, Indonesia Memasuki Siklus Reset Peradaban

8 October 2026 - 17:08 WIB

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum